My Experience “The Power Of Dreams”

Assalamualaikum wr. wrb

“Waktumu Terbatas. Jangan Terperangkap Dalam Dogma Dimana Kamu Hidup Dengan Apa Yang Orang Lain Pikirkan. Jangan Biarkan Pendapat Orang Lain Menenggelamkan Suara Batinmu Sendiri. Kamu Harus Punya Keberanian Untuk Mengikuti Hati Dan Intuisimu. Mereka Kadang Tahu Akan Jadi Apa Kamu Sebenarnya. Yang Lainnya Hanyalah Tambahan” (Steve Jobs)
“Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak saya rencanakan sebagaimana saya tidak akan menyesal atas kegagalan yang terjadi di ujung usaha maksimal,” (Harun Al Rasyid).

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai perjuangan menggapai mimpi saya untuk kuliah dengan beasiswa di Universitas yang ku Favoritkan dan masuk di fakultas dan jurusan yang sejak SMP ku impikan masuk dalam jurusan ini, yaitu fakultas pertanian jurusan Agribisnis.

Dua note diatas dari para tokoh adalah note yang membuatku berani bermimpi dan berani membangun mimpi. oke, sahabat pena sekalian mungkin bertanya-tanya, “kok bisa mimpi merubah hidup ?, gimana tuh caranya ? aku kok terus bermimpi tapi masih aja gini.” Nah, kalau sahabat pena mengalami hal seperti itu apa dong yang salah. eits, jangan sampai salah tafsir yah mengenai judul diatas, mengkin saja mimpi hanya dijadikan mimpi, tidak dijadikan semangat dorongan untk mewujudkan, istilahnya mah hanya berkhayal gitu “just fantasy”. Atau hanya sekedar dibuat ketika ditanya guru tentang cita-cita ? hehe piss.  oke langsung saja pada kesempatan kali ini yang ingin ku sharing ke sahabat pena adalah mimpiku diatas, sekaligus sharing tentang “Menjadikan Mimpi sebagai kekuatan”. so, baca terus sampai habis yaah ….

Hidup dilingkungan pedesaan yang mayoritas masyarakatnya berada pada tingkat ekonomi menengah kebawah mejadikan ku terbiasa dengan keadaan susah, ditambah dengan berbagai stigma masyarakat desa tentang tidak pentingnya pendidikan tinggi-tinggi, dan menganggap lulus SMA/SMK yang paling hebat adalah kerja atau diterima di PT maupun hanya sebatas kerja biasa, sehingga tidak sedikit dari pemuda desa yang mengubur cita-citanya untuk sekolah tinggi atau melanjutkan pendidikan lebih dari sekolah menengah akhir/kejuruan. Begitu juga dengan ku yang tak berani untuk bermimpi melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, bahkan memikirkannya saja sudah merasa takut karena melihat biayanya yang sangat besar mengingat tingkat ekonomi yang tak memungkinkan.

Namun, permaslahan yang terjadi dilingkungan desa yang mayoritas aktivitas dan maslahnya adalah pertanian, membuatku terus berfikir agar bisa mengambil peran dalam menyelesaikan permaslahan yang ada. Allah memberikan ku petunjuk dalam firman Nya QS. Al-Mujadalah ayat 11 “Wahai orang-orang yang beriman!Apabila dikatakan kepadamu,”Berilah kelapangan didalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan  memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah  kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat“. Maka mulailah saya berfikir untuk mengikuti diskusi dan Organisasi (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) yang kala itu sangat minim anggotanya. Dari rutin mengikuti diskusi dan kegiatan mulailah saya mencoba berteman dengan buku-buku literatur mengenai apasaja yang sesuai passion ku. Sampai perlahan permasalahan yang ada di realita selalu ku coba untuk menyelesaikan walaupun hanya sebatas gagasan yang belum terealisasikan.

Dari kebiasaan membaca dan suka melihat serta mengkritisi realita yang ada membuatku mempunyai rasa untuk ingin terus belajar samapai tidak bisa belajar lagi, walaupun tuntunan ekonomi mengiringi rasa ingin tahu ku untuk terus belajar. Hingga akhirnya keberanian untuk bermimpi itu muncul ketika melihat realita bahwa banyak orang desa, orang tidak mampu, atau sejenisnya menjadi sukses karena Allah dengan jalan melalui pendidikan bisa menjadikan orang itu orang besar dan berpengaruh di Nusanatara ini. Mulai dari Ilmuan Indonesia BJ Habibie dengan Pesawatnya sampai Khoirul Tanjung dengan julukan anak singkongnya yang berhasil mempekerjakan 100.000 orang di berbagai usaha yang dimilikinya. Dan yah, ketika itu langsung ku tuliskan mimpi saya kelak saya ingin menjadi menteri Pertanian Termuda.

Dari mimpi itulah kekuatan-keuatan spiritual muncul, tak ada lagi kata malas karena ketika malas itu muncul, kekuatan mimpi menjawab “masak calon menterin pertanian termuda Indonesia kok malas ? bagaimana mau memimpin, menjawab, serta memberi solusi untuk pertanian negeri ini ?” begitulah bunyinya dan seterusnya selalu muncul ketika energi negatif datang.  Mimpi inilah yang mengiringi aktivitasku untuk terus bersenmangat dalam hidup dan menvcari ilmu, sampai mimpi mimpi jangka pendekpun ku buat, seperti dari apa mimpiku untuk untuk satu tahun kedepan, dua tahun, bahkan satu minggu depan kutulis mimpi itu serinci mungkin. Dengan kata lain mimpi itu harus ku wujudkan dengan usaha semaksimal mungkin, sehingga rasa semangat mewujudkan selalu tinggi sampai Allah meridhoinya 🙂 Ingat loh ya Allah tau apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.

to be continued >>…..

About Ainur Rosyid Adzikkri 8 Articles
"Perubahan besar berawal dari perubahan kecil". Untuk mencapai sebuah tatanan hidup baru perlu adanya gagasan yang membangun dalam bingkai Rahmatan lil 'alamin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar