RSS
 

Pendidikan Karakter Kejujuran: Solusi Budaya Mencontek Dan Ujian Nasional Jujur

22 May

ini essaiku yang di ikutsertakan dalam lomba essai di Universitas Airlangga Jawa Timur tetapi kalah,, hehehe :D check this out!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ujian Nasional atau biasa disingkat UN telah dilaksanakan secara serentak di negara Indonesia pada bulan april kemarin, baik SD, SMP, maupun SMA dan sederajat. UN adalah salah satu komponen kelulusan yang sumbangsingnya 60 persen. Selain untuk kelulusan juga untuk pemetaan kualitas pendidikan diberbagai daerah di Indonesia. Jadi UN merupakan komponen kelulusan yang sangat penting. Harus ada persiapan matang dalam menghadapinya. Tidak boleh ada yang namanya unsur ‘curang’ dalam pelaksanaannya, karena pemetaan kualitas pendidikan tidak akan tercapai sesuai yang diharapkan pemerintah.

Belum kering ingatan kita pada kejadian yang menimpa dunia pendidikan di negara kita akhir – akhir ini. Tragedi – tragedi nasional contek massal, seperti yang dilakukan sekolah putra bu Siami yang heroik berbuah penderitaan, contek massal oleh guru di Indonesia Timur yang beberapa waktu ditayangkan di televisi bukti pendidikan kita sungguh jauh dari perilaku perwira. Mereka melaksanakan apa itu namanya ‘contek massal’. Begitu miris mendengar kata-kata itu. UN SD kemarin Di Cirebon, Ribuan siswa sekolah dasar (SD) di Kota Cirebon mengikuti Ujian Akhir Nasional (UN), Senin (7/5). Aksi saling mencontek di antara siswa mewarnai pelaksanaan UN di hari pertama (republika.com). Mohammad Ihsan -Sekretaris Jendral Ikatan Guru Indonesia- mengatakan: “Provinsi Gorontalo pada tahun 2008 bagus, tapi begitu mencanankan kejujuran, pada tahun berikutnya hanya 50 persen yang lulus UN. Dalam seminar di UPI disebutkan bahwa pada tahun 2010, Jawa Barat peringkat dua, tapi skala kejujuran skala 15” (Republika, Senin, 23/4/2012 hal. 10). Beliau juga menambahkan: “Memang UN bukan satu-satunya penentu kelulusan, tapi kalau itu berpengaruh maka banyak menyulap hasil UN. Pernah ada 10 SMA di-backlist di SPMB karena ketahuan. Ini sudah menjadi bahan pembicaraan umum. Banyak guru yang disuruh kepala sekolah mengganti nilai dan sebagainya.”

Dunia perguruan tinggi juga tidak jauh panggang dari api. Kita disuguhi plagiarisme kaum intelektual yang memuaskan. Perilaku plagmatis ini jelas akan berimbas pada perilaku berbangsa.

Mencontek ialah awal dari ketidakjujuran, ketidakpercayaan diri, ketidakmampuan diri, paranoid berlebihan akan sebuah kegagalan. Pernahkah kita sekali waktu merenungkan sejenak untuk korupsi yang menggurita di negara ini? Bisa jadi budaya menyontek adalah perilaku deviatif taraf awal yang mengarah pada terbentuknya karakter korup.

Kita tidak bisa menghindar dari kebijakan pemerintah terhadap penyelenggaraan UN yang semakin disempurnakan, seperti pada UU SPN. Porsi mutlak Kelulusan tidak murni ditentukan oleh hasil UN semata. Cukup nilai UN menyumbangkan sumbangsih 60 persen bagi kelulusan siswa. Akan tetapi, kenyataannya formalitas tersebut belum cukup membuat berbagai pihak merasa tenang. Mereka merasa takut akan “eksekusi tidak lulus” sehingga kembali cara-cara culas tidak bisa dihindarkan. Baik oleh siswa secara pribadi yang nonsistematik maupun kecurangan sistematik yang masif dari pihak sekolah, percetakan, atau pihak – pihak luar yang ingin mengeruk keuntungan. Karena biasanya masyarakat akan melihat mutu – tidaknya suatu sekolah, atau pintar tidaknya seorang murid dilihat dari pencapain nilai UN yang identik dengan nilai akademis bergengsi. Sehingga kadang – kadang mereka akan mengesampingkan nilai – nilai pendidikan yang lain. Dalam hal ini yang terpenting adalah pendidikan karakter kejujuran.

Begitulah gambaran dunia pendidikan di negara kita saat ini. Betapa kejujuran menjadi barang langka di dunia pendidikan kita. Semua dilakukan demi UN, seakan UN faktor tunggal mati – hidupnya siswa meretas masa depan. Sekolah sebagai pelaksana pendidikan harus memiliki format yang jelas mengenai pendidikan karakter kejujuran. Sekolah harus memosisikan nilai kejujuran di atas nilai akademis. Mewujudkan UN jujur tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Tidak hanya berhenti pada gerakan-gerakan atau ikrar-ikrar semata, tetapi yang justru lebih penting adalah membangun sikap kejujuran disegala lini dan sejak dini.

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil, (Kemendiknas, 2010).

Belum banyak fakta mengenai sekolah atau dinas pendidikan yang memberikan reward atas nilai kejujuran. Perlu upaya persuasif dari pihak sekolah untuk menanamkan jiwa sportivitas kepada anak didik bahwa seberapa pun hasil UN-nya atau lulus – tidak lulusnya harus diterima dengan lapang dada. Semua itu buah dari kemampuan dan jerih payahnya. Uapaya memperoleh nilai akademis harus ditempuh dengan cara-cara yang bermartabat, bukan dengan kecurangan.

Budaya menyontek sebagai bentuk penyimpangan primer yang lazim dilakukan para siswa harus segera dihentikan. Pihak sekolah harus tegas dan berani mengatakan ‘tidak’ pada kegiatan – kegiatan mencontek. Tidak kompromi terhadap kegiatan mencontek sebagai awal terbitnya model – model kecurangan yang lebih parah, harus menjadi gerakan nasional secara nyata. Dari bentuk ujian sederhana, seperti ulangan harian, tes semester harus ada kontrol yang memadai. Sekolah harus bersinergi mewujudkan tekad bersih dari budaya mencontek. Guru satu dengan yang lain harus memiliki jiwa yang sama menghadapi bentuk penyimpangan tersebut. Media massa harus lebih masif mengangkat persoalan ini kepada khalayak bahwasannya budaya mencontek adalah penyakit akut menyangkut mentalitas dan harga diri bangsa yang harus segera dilumpuhkan.

Salah satu kegiatan dalam pendidikan karakter kejujuran yang sudah terealisasikan  di sekolah – sekolah adalah kantin kejujuran. Dalam pengelolaannya harus benar – benar diatur sehingga siswa bisa merasakan dampak dari kegiatan tersebut. Contoh lain adalah Seperti yang dilakukan oleh 22 Sekolah Menegah Atas se-Kota Bandung mendeklarasikan gerakan anti mencontek di Gedung Indonesia Mengugat, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Kamis (12/4/2012) (inilahjabar.com). Menurut Fadli “Gerakan ini sifatnya cuma ingin membuat kejujuran di Indonesia lebih diperhatikan”. Gerakan ini sangat bermanfaat karena bisa memperkuat kejujuran pada saat UN.

 

Seharusnya Kita Tidak Boleh Takut (Cerpen)

17 May

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Aku ingin berhenti sekolah!!!” sentakku pada ibu yang sedang membereskan piring-piring kotor di meja makan.

 

“Kenapa nak?” tanya ibu dengan nada bingung.

 

“Aku ingin hidup normal bu!!!”

 

“Kan selama ini Raka hidup normal tidak ada yang cacat nak?” jawab ibu sambil menenangkan suasana.

 

“Tapi ibu tidak tahu apa yang terjadi selama ini di sekolah!!!” sentakku lagi dengan nada yang lebih tinggi.

 

Aku berlari ke kamar, membanting pintu kamar kemudian menguncinya dari dalam. Ibu membiarkanku pergi begitu saja karena dia tahu apa yang sedang aku rasakan, nalurinya memang luar biasa.

 

Aku langsung merebahkan tubuhku ke kasur, memandangi langit-langit kamarku yang berwana putih kusam, terdapat sarang laba-laba di setiap sudutnya. Aku pandangi kembali isi kamarku yang dari dulu tidak pernah berubah. Buku-bukuku yang selalu tertata rapi di meja belajar, lemari, cermin, semuanya sama, tidak ada perubahan. “Apakah selama ini aku berubah?”, tanyaku dalam hati. Pikiranku langsung memutar kembali kejadian-kejadain yang terjadi selama ini. Seperti ada proyektor yang muncul dari otakku dan memantulkan cahayanya ke langit-langit kamarku. Aku bisa melihat secara jelas kejadian tadi siang ketika aku pulang sekolah berjalan bersama Dika sahabatku.

 

 

 

“Heh! Tadi kamu hebat banget di kelas tahu!” teriak Dika dengan pembukaan percakapannya yang khas sambil merangkul pundakku.

 

“Biasa aja, dari dulu aku hebat kali!” jawabku sekenanya sembari aku melepas tangannya dari pundakku.

 

“Tapi tadi kamu tu hebat buangett, kamu bisa menjawab semua soal matematika yang di berikan pak Tejo, it’s amazing!

 

“Lebay lo!”

 

“Sumpah yaahh, ketika kamu maju ke depan tadi tu semua anak di kelas termasuk pak Tejo bengong melihatmu bisa menjawab semua soal logaritma yang menurut aku tu sulit buangett tahu!”.

 

“itukan soal yang mudah Dika?”

 

“Mudah buat lo, nggak buat gue, huuu..!!” kesal Dika sambil memajukan mulutnya 3 cm.

 

Tiba-tiba segerombolan anak memakai sepada ontel menghentikan langkahku dengan Dika. Aku melihat ada sesosok anak yang tak asing di mataku. Bertubuh besar, berkulit hitam, dan berambut kriting, dengan pakaiannya yang lusuh seperti tidak pernah dicuci oleh ibunya, dia berada paling depan pada gerombolan itu. Ya benar dia adalah Dion, ketua geng itu. Aku sudah tahu apa yang akan mereka lakukan terhadapku, mereka pasti akan mengejekku. Tapi tidak untuk sekarang, dia turun dari sepedanya kemudian menghampiri aku dan Dika yang dari tadi terdiam melihat mereka karena saking takutnya.

 

“Woy! Bocah aneh! Sok menjadi anak jenius! kamu seharusnya punya malu! Masih umur 15 tahun sudah berani masuk kelas XII terus sok pinter lagi di kelas! Kembali saja kamu kekelas X! Ngaca! Kamu punya cermin gak dirumah! Hah!” teriak Dion sambil menarik kerah seragamku keatas.

 

“Hahahahahhahaha” semua anak yang ada disitu mentertawakanku kecuali Dika yang dari tadi masih terdiam disampingku karena saking takutnya.

 

“Sok dewasa! Inget! kamu itu masih kecil, masih bayi, masih unyu-unyu! jangan masuk kekelas kami dech, kalau bisa keluar aja!” tambah Rachel yang sudah berada disamping Dion. Sontak semua anak disitu menertawakanku kembali.

 

“Iya” jawabku singkat dengan nada yang lirih. Aku menunduk takut melihat tubuh Dion yang jelas lebih besar daripada aku.

 

“Dasar anak nggak punya malu, anak aneh!” teriak Dion seraya melepaskan tangannya dari kerah seragamku.

 

Akhirnya Dion dan teman-temannya pergi dengan mengantongi rasa kepuasan masing-masing telah mengolok-olok aku. Aku dan Dika masih terpaku ditempatnya masing-masing, melihat kepergian mereka dengan pandangan sinis. Ingin sekali aku membalasnya atau melemparnya dengan batu, tapi itu tidaklah mungkin aku lakukan.

 

 

 

Tiba-tiba mataku terasa panas, ada cairan yang memaksa  keluar dari mataku, aku meneteskan air mata. Terlintas dalam hati, aku bertanya, “Kapan penderitaanku akan berakhir?” Semakin banyak air mata yang keluar, semakin banyak pula yang terbayang. Kejadian-kejadian yang aku alami selama ini, anak-anak yang mengejekku baik itu ngomong langsung di depanku atau yang ngomongin aku dibelakang. Sakit sekali hati ini mengingat itu semua. Aku berdo’a dalam hati, “Ya Allah berilah aku yang terbaik Ya Allah”. Aku menghirup nafas panjang kemudian aku keluarkan melalui mulut. Aku melakukannya berkali-kali hingga aku tertidur lelap.

 

 

 

Pagi hari kepalaku terasa pusing, badanku panas, aku berjalan menuju wc dengan pandangan berkunang-kunang. Semua terasa gelap, dan bleekk… aku tak sadarkan diri.

 

Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu, yang aku ingat tiba-tiba aku merasakan rasa dingin di jidadku. Kubuka mataku perlahan-lahan, aku pandangi apa yang ada di sekelilingku. Aku sadar aku berada di kamarku lagi. Kompresan ini yang menyadarkanku, tadi aku pingsan.

 

Dari balik pintu muncul sesosok wanita yang tak asing lagi, pakaiannya bersih, wajahnya bersinar, terbalut kain sederhana dikepalanya, langkahnya anggun, membawa mangkok yang atasnya masih mengepulkan asap. Dengan wajah tersenyum dia menghampiriku, kemudian duduk disampingku.

 

“Nak, hari ini kamu istirahat dulu ya, tidak usah berangkat sekolah, kamu lagi demam” ibu membuka pembicaraan kami sambil mengganti kain kompres dikepalaku.

 

“Maafkan Raka atas kejadian tadi malam ya bu?” kataku dengan pandangan menunduk karena merasa bersalah.

 

“Sebenarnya ada masalah apa di sekolah nak? Tolong ceritakan pada ibu” tanya ibu sambil memasukkan sesendok bubur kedalam mulutku.

 

“Bu, setelah Raka akselerasi dari kelas X kekelas XII semuanya terasa berubah, semua anak menganggap Raka anak yang aneh, anak sok jenius. Mereka selalu mengejekku dengan kata-kata itu. Ada yang ngomong langsung didepan Raka, ada juga yang ngomong di belakang, bahkan ada yang mengancam Raka, suruh pindah kekelas X lagi” jelasku dengan nada kesal sambil mengunyah bubur yang ada dimulutku.

 

“Nak, itu sudah kebijakan sekolah mempercepat belajarmu karena kamu emang sudah layak ada di kelas XII. Itu tandanya Raka anak yang istimewa, bukan anak yang aneh. Harusnya Raka bersyukur atas itu” jawab ibu dengan nada tenang sambil memberikanku segelas air putih, dan meminumkannya.

 

“Iya….. Raka tahu itu bu, tapi……!” tiba-tiba aku terdiam, aku tidak ingin mengulang kembali kejadian tadi malam.

 

“Jika ada orang berbicara mengenai kita di belakang, itu adalah tanda bahwa kita sudah di depan.”

 

“Saat orang bicara merendahkan diri kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah berada di tempat yang tinggi.”

 

“Saat orang bicara dengan nada iri mengenai kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka.”

 

“Saat orang bicara buruk mengenai kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya ‘lebih indah’ dari mereka.”

 

Nasihat ibu bagaikan kekuatan yang datang dari langit masuk kedalam tubuhku, segar dan menyejukkan hati, seperti ada energi baru untuk menghadapi hari esok. Aku tidak perlu takut lagi akan ejekan teman-temanku, karena kalau mereka mengejekku berarti tandanya aku sudah berada didepan. Aku harus bersyukur akan itu.

 

 
1 Comment

Posted in cerpen

 

Grab the World by English

11 May

To begin with, English can be considered as the most significant language because it is used as a lingua franca. According to Lenon (2009) a lingua franca is a language which is used to communicate by people with different language background. Indeed, English is clearly a lingua franca since it is used to communicate by people in the world. For one example, English is used in some Japanese universities as the formal language in the campus. For another example, English is also spoken by members of the United Nation. Therefore, people should be able to speak and understand English to be able to communicate with people from other countries.

 

Furthermore, English is also vital since it becomes the internet language. Bieber(2011) reports that English makes up 80 % of information in the internet.   This means that most of the information in the internet is written in English. For this reason, internet users should understand English if they want to benefit the existence of the internet. Read the rest of this entry »

 
No Comments

Posted in motivasi

 

Ketakutan Terdalam kita

02 May

Kau tahu perasaan itu tak peduli apa yang kau lakukan. Atau kemana kau pergi kau hanya tidak terbiasa? Aku tak tahu ungkapan untuk itu. Pengasingan, kerenggangan, ketidakcocokan? Tidak, tidak benar. Tapi pasti ada kata untuk itu, karena itu yang aku rasakan.
Ketakutan terdalam bukan karena kita tidak cukup. Ketakutan terdalam kita adalah kita memiliki kekuatan untuk mengukur. Kita bertanya pada diri kita sendiri ‘siapa saya untuk jadi cerdas, cemerlang, berbakat, dan menakjubkan? Sebenarnya, siapa yang tak bisa kau jadikan?’
Kita dilahirkan untuk membuat manifestasi kemuliaan tuhan dalam diri kita. Dan begitu kita biarkan cahaya kita menyala, kita tanpa sadar berikan orang lain kesempatan untuk lakukan hal yang sama. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted in motivasi

 

Wise Words About Dreams

18 Apr

Langkah pertama untuk sukses adalah memiliki impian yang kuat. – Picasso –
Jangan berhenti bermimpi, karena orang seperti kita hanya bisa hidup dengan memperjuangkan mimpi. – Andrea Hirata –
Janganlah takut oleh jarak antara mimpi anda dan kenyataan yang anda hadapi. Selama anda masih bisa memimpikannya, anda pasti bisa mewujudkannya. – Belva Davis –
Buah manis dari bermimpi adalah perjalanan dalam menggapainya. – Andrea Hirata –
Yang terpenting bukanlah seberapa besar mimpi kalian tetapi seberapa besar kalian untuk bermimpi. – Andrea Hirata –

 
No Comments

Posted in motivasi

 

MAN JADDA WA JADA (Negri 5 Menara)

18 Apr

Keinginan Alif untuk melanjutkan sekolah SMA di Bandung dan kemudian melanjutkan kuliah di ITB di tolak oleh orang tuanya karena orang tuanya menginginkan anaknya itu masuk di Pondok Pesantren Modern Madani, Ponorogo, Jawa Timur. Hanya satu yang ada difikiran Alif yaitu ilmu agamalah yang akan didapatnya. Akhirnya pagi-pagi buta sang ayah mengajak Alif untuk melihat transaksi jual beli satu-satunya harta yang dimiliki ayahnya yaitu sapi untuk membiayai sekolanya nanti. Tradisi jual beli di Padang yaitu dengan cara penjual dan pembeli melakukan transaksi di dalam sarung dan melakukan negosiasi hanya dengan isyarat tangan. Tidak ada yang bisa mengetahui apa yang terjadi didalam sarung. Sang ayah berkata kepada Alif, “Alif, kamu hanya bisa melihat dari luarnya saja, belum melihat dalamnya kamu ga tau apa yang terjadi disana” itulah nasehat sang ayah kepada Alif. Akhirnya singakat cerita Alif pun mensetujui permintaan orangtuanya untuk melanjutkan sekolahnya di pondok pesantren Modern Madani. Pertama kali masuk ke arena Pondok ada kalimat yang sangat menarik perhatian Alif yaitu ke Madani Apa yang Kau Cari. Read the rest of this entry »

 
No Comments

Posted in Personal

 

kebumen is my beloved city

22 Dec

About my city

My city located in central java, namely is kebumen. In fact, kebumen has many tourism places. One of the most interesting tourism places in kebumen is Jatijajar cave. All people know kebumen as an “ngapak” city, but kebumen has interest tourism places.

Jatijajar cave is located about 49 km west of Kebumen, or 20 km from Gombong, and it is the most interesting cave in Central Java. To reach the location there is available transportation such as angkot (a small bus), bust might be the cheapest transportation for tourists. Jatijajar cave is not only available transportation, but also some representative hotels and restaurants. So, it is very easy to get there by bus.

The name of Jatijajar is come when there were two of twin jati trees growths in mouth of cave in the first time founded. Inside the Jatijajar cave, there is Kamandaka statue, which has its own legend. The legend of the cave is describing about the legend of Raden Kamandaka or lutung kasarung which this story is represented by statues inside of cave. Many people believe that water from water source inside cave can make some one well preserved. The length of this cave is about 250 meters. Every cave has own history which explain about that cave.

Around the cave is equipped by Dinosaur statue discharges water from his mouth, whereas water comes from sources inside cave every day. There are also has another beautiful cave in the area of Jatijajar cave, such as Intan Cave and Dempok cave. That cave completed by a pleasure park, namely is Taman Kera, that many of monkey statues in there. No wonder, many people want to visited jatijajar cave to enjoy their holiday.

To conclude, Jatijajar cave is the most interesting tourism places in kebumen. So, jatijajar cave has accessible location, has owns legend, and also has another beautiful cave around of jatijajar cave. No wonder, visitors will not boring to visit there for longer time.

 

 
1 Comment

Posted in Personal

 

research essay

22 Dec

Bad Effects of TV Programs

TV Programs give some bad effects to education, especially, for children. For one result, children often become lazy because they enjoy with program in TV. For another result, Children often follow what is seen on TV, and in fact they bring into being them style. Furthermore, Children lack of social interaction caused them beloved of TV program than they social interaction. And the last, TV make them poor of knowledge and less alert during in school, not attracted during in school.TV program not only give good effect, but in reality, TV gives more bad effect on children especially in education aspect.

To begin with, children often become lazy because they enjoy with program in TV. TV viewing is a sedentary activity, and has been proven to be a significant factor in childhood obesity. According to the Heart and Stroke Foundation of Canada almost one in four Canadian children, between seven and 12, is obese. Time spent in front of the TV is often at the expense of more active pastimes. Moreover, to give perspective on just how much violence kids see on TV, consider this: the average American child will witness 200,000 violent acts on television by age 18. Kids may become desensitized to violence and more aggressive. Indeed, children often become lazy, for example they do not pray on time. For another example they do not take a bath soon and they do not study their lessons, because they better choose with watching TV. Therefore, if they enjoy with program TV they will often become lazy. (Donate, 2010) Read the rest of this entry »

 
No Comments

Posted in Personal

 

my essay

12 Nov

My Favourite Tourism Place

My favourite tourism place is logending beach. Logending Beach is also known as Ayah Beach and located near at my home. There is beautiful place and comfort place. Going to there is a lot fun. Moreover, Logending beach has art market and some restaurant that will serve me. I have never been boring to go there.

Logending Beach is also known as Ayah Beach. Location about 3 kilometres to the south of Petruk Cave or around 40 kilo meters from Gombong town.
Logending beach is one of tourism object residing in Kebumen town, in Central Java.

Logending beach is beautiful place and comfort place. I feel natural beauty between forest tourism and maritime tourism. Logending beach has immeasurable beauty between view of clear sea-water and extent of sloping sand. I can see sunset at evening, if you can see, you will feel quiet and very comfort. Logending beach is good looking and in there make me soothing.
Read the rest of this entry »

 
11 Comments

Posted in Personal

 

My First Post

04 Nov


JOGJA IS MY LIVED and KEBUMEN IS MY HOMETOWN

Lived in joga is different than lived in kebumen because many something is new in my life that I find in jogja. Jogja has keraton, and the leader is ‘sultan’. Mostly, many people know Jogja is famous with student city because there is many universities which can me find. Moreover, Jogja is famous with culture city because there is still natural with culture them. Generally, the language using in jogja is Javanese cultured. Typical food in jogja has some kind; for example, gudeg, bakpia, kripik belut, and some food other. On other hand, jogja has tourism object interested which still natural; for instance, Prambanan temple, parangtritis beach, gembira loka zoo, Monjali, and most famous is Malioboro because there is financing centre in jogja. In kebumen, however, I love so much because there is my hometown and I really comfort stay there. The leader in kebumen has difference with jogja, because kebumen is governor. Mostly, many people know kebumen with language ‘ngapak-ngapak’ because Kebumen is included in Banyumas. I can language ‘ngapak-ngapak’ very well; moreover I can language Javanese too. Typical food in Kebumen has some kind; for example, lanting bumbu, saleh pisang, jenang, and some food other. On other hand, Kebumen has different tourism object which still natural; for instance, Jatijajar cave, petruk cave, Van der vick fortress, and any other. In the same way, jogja and kebumen has inhabitant friendly. Jogja has culture unique and interested; likewise kebumen has culture unique and extremely natural. For these reasons, all people will be feeling comfort if visited in both place, but if I had a choice, I would like living in kebumen even though I never forget with student city, jogja.

 

 
24 Comments

Posted in Personal