artikel

Di manakah orang yang berdakwah di jalan Allah?

Anak-anak dan remaja adalah pilar kehidupan di masa yang akan datang. Mereka adalah penerus dakwah para ulama yang kian hari kian berkurang karena batasan usia. Kehidupan anak-anak dan pemuda saat ini sangatlah perlu untuk kita tengok kembali, saat dunia seakan sudah tak ada lagi batasan. Umat islam hari ini dari kanak-kanak hingga orang tua, yang kecil dan yang besar, laki-laki ataupun perempuan, yang pandai maupun yang bodoh tengah menghadapi invasi besar-besaran dari musuh Allah, khususnya melalui media yang ada di tengah-tengah kita saat ini.

Media massa cetak ataupun elektronik merupakan salah satu sarana yang paling ampuh untuk megirimkan dan meletakkan doktrin-doktrinnya pada pengguna media. Segala sesuatu yang bersifat dan berbau positif dan negatif dapat langsung diterima oleh penggunanya. Jika pengguna media itu pintar dan cerdas maka dia akan dapat menggunakan media itu dengan baik dan benar. Akan tetapi pengguna media ini tidak semuanya bisa memanfaatkan media yang ada dengan baik dan benar. Ada pengguna media yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja yang jiwanya masih labil dalam menghadapi sesuatu. Anak-anak dan remaja akan mudah meniru apa saja yang datang dari media tanpa berpikir panjang terlebih dahulu karena mereka hanya tertarik dengan hal-hal baru dan selalu ingin mencoba hal baru. Di sinilah bahayanya media bagi kehidupan anak-anak dan remaja. Padahal mereka adalah generasi penerus dakwah Islam.

Dakwah islam harus tetap berjalan mengiringi perputaran masa. Jika generasi tua diatas kita telah usai menjalankan tugas dakwahnya, maka giliran generasi mudalah yang akan menggantikannya. Akan tetapi melihat kenyataan yang terjadi saat ini, tidak sedikit dari generasi muda kita yang terjatuh dalam kubangan kemaksiatan. Mereka bertindak semau mereka. Asalkan diri senang dan menikmati, itulah yang akan mereka lakukan.

Kemaksiatan berupa pergaulan bebas seolah-olah telah menjadi tren terbaru di negeri kita saat ini. Kebebasan dalam mengakses media berakibat pula pada bebasnya pergaulan antar remaja bahkan anak-anak juga terkena imbasnya. Pergaulan bebas remaja memang telah memasuki daerah-daerah di seluruh pelosok negeri, bahkan dalam masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Kaejadian serupa juga telah memasuki daerah di mana penulis berasal, dalam suatu lingkup masyarakat yang mayoritas beragama Islam dan memiliki tingkat religiusitas yang tinggi, pergaulan bebas tidak bisa dielakkan dari daerah ini. Dari remaja hingga sebagian besar anak-anak kecil pun yang sudah terbiasa mendapatkan pelajaran al-Islam baik di TPA ataupun mushalla, mengalami hal menyakitkan akibat masuknya pergaulan bebas dalam daerah ini. Bagaimana tidak, hanya dengan iming-iming akan diberikan sebuah handphone oleh si pelaku kejahatan (kemaksiatan) anak-anak yang lugu itu mau saja menerima tawaran orang tersebut. Ketika rayuan si pelaku diterima oleh anak-anak itu, barulah dia beraksi dengan segala macam perbuatan kejinya. Inilah salah satu akibat dari adanya pergaulan bebas, semua hal yang berbau kemaksiatan dapat diakses dengan mudah di era yang sudah modern dan canggih saat ini.

Kini giliran kita para penerus dakwah Islam yang masih setia memegang teguh prinsip-prinsip Islam untuk kembali mengingatkan orang tua kita, sanak keluarga dan handau taulan kita untuk bersama-sama melihat, memperhatikan, dan mengingatkan kembali betapa pentingnya prinsip-prinsip Islam itu dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Mengajarkan pada mereka arti pentingnya berdakwah di jalan Allah demi memajukan dan menyebarkan ajaran Islam. Akan sangat disayangkan sekali jika anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus dakwah Islam tidak memiliki kesadaran ber-Islam yang tinggi dan memiliki sedikit kemauan untuk berdakwah. Sebab dakwah itu bukan hanya dilakukan oleh orang tua atau ulama saja, akan tetapi mereka yang sudah besar dan yang masih kecil, yang sudah tua dan yang masih kanak-kanak, yang muda dan yang tua renta, laki-laki dan perempuan, pandai dan bodoh, semua wajib berdakwah demi agama Islam.

(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman: 16-18)

Categories: dakwah

About sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik

PROFIL AKU

sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik


Popular Posts

puisi tentang Negeri

Negeri Ku Aku tercengang, aku takjub Dan aku terkagum Eloknya bumi yang menyimpan ...

Penerima Beasiswa Ke

Ini adalah kisah seorang mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dari salah ...

Perilaku Komunikasi

A.    Latar Belakang Budaya Suku Madura Madura adalah nama pulau yang ...

Orasi Ilmiah

Akan ada Orasi Ilmiah di gedung Sportorium UMY yang akan ...

Tulisan Beritaku Dim

Nggak nyangka..benar-benar nggak nyangka. Tulisan berita tentang Langgam Jawa yang ...