Ed. 1

Ceritaku berawal dari sini..

Setelah dua kali mencoba mengusulkan proposal PKM ke DIKTI, yang pertama PKMP dan yang kedua PKM-GT. Barulah pada usulan proposal ketiga kalinya untuk PKMM, proposal kami diterima dan didanai oleh DIKTI…

Sedari awal pengajuan proposal PKMM sudah terasa usaha yang kita lakukan. Menginginkan untuk melakukan yang terbaik dan menjadi yang terbaik sudah terbesit sejak awal dalam benak kami. Dari memilih objek, subjek, dan judul PKMM sampai memutuskan untuk menarik lagi 1 proposal yang kami ajukan, membutuhkan waktu yang cukup membuat kami bingung.

Meski awalnya kami ingin mengajukan 2 judul proposal berbeda dengan ketua yang berbeda, akan tetapi setelah mendapatkan masukan dari reviewer internal yang ketika itu menjelaskan penduan pembuatan proposal PKM untuk lebih baik mengajukan 1 judul proposal PKM, maka kami pun berinisiatif untuk membatalkan dan menarik kembali 1 proposal usulan PKMM kami. Padahal ketika itu kedua proposal usulan PKMM kami sudah terkumpul di pihak universitas. Akan tetapi kami lebih memilih untuk menyerahkan 1 proposal usulan PKMM saja, dan membuatnya menjadi bagian dari proposal yang akan dinilai oleh DIKTI.

Tidak begitu memakan waktu lama untuk kami menunggu pengumuman proposal PKM yang lolos. Setelah hasilnya diumumkan dan ternyata proposal PKMM kami lolos, kami sempat merasa tidak percaya dan tidak yakin. Sebab sudah 2 kali kami mencoba mengajukan proposal PKM tapi belum juga bisa lolos, selain itu kami juga belum melihat pengumumannya secara langsung. Akan tetapi salah seorang ketua dari kelompok PKMP yang satu jurusan juga dengan kami, memberikan soft file pdf yang disitu memuat nama-nama ketua dan judul proposal PKM yang lolos. Setelah aku sendiri mencoba mendownload soft file tersebut, dan melihat dengan perlahan sambil jantung berdegup kencang, akhirnya tiba pada satu titik. Sebuah judul PKMM yang sudah aku kenal dan tidak asing lagi di telingaku. Proposal PKMM dengan judul “Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan Dengan Meningkatkan Kemandirian Punkers Melalui Usaha Home Industri Kerajinan Bambu Di Kota Yogyakarta”, berhasil lolos dan didanai oleh Dirjen DIKTI RI.

Rasa senang dan bahagia merasuki hati, segera saja aku cepat-cepat memberikan kabar gembira ini pada ketua kelompok dan anggota kelompok PKM kami yang lain. Dan Alhamdulillah semua anggota dan ketua kelompok merasa senang dan bahagia dengan lolosnya proposal PKM kami. Karena setelah 3 kali mencoba, baru pada usaha kami ke-3 inilah proposal PKM kami bisa lolos. Dan kami pun segera menyusun dan mediskusikan rencana kami berikutnya untuk melaksanakan apa yang telah tertulis dalam proposal kami, serta menunggu waktu untuk di monev sebelum akhirnya kita tiba di PIMNAS 25 yang akan dilaksanakan di UMY. insyaAllah, aamiiin.

 

Categories: cerita

About sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik

PROFIL AKU

sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik


Popular Posts

puisi tentang Negeri

Negeri Ku Aku tercengang, aku takjub Dan aku terkagum Eloknya bumi yang menyimpan ...

Penerima Beasiswa Ke

Ini adalah kisah seorang mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dari salah ...

Perilaku Komunikasi

A.    Latar Belakang Budaya Suku Madura Madura adalah nama pulau yang ...

Orasi Ilmiah

Akan ada Orasi Ilmiah di gedung Sportorium UMY yang akan ...

Tulisan Beritaku Dim

Nggak nyangka..benar-benar nggak nyangka. Tulisan berita tentang Langgam Jawa yang ...