Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-25 hanya tinggal hitungan hari lagi. Segala persiapan juga telah dimulai oleh semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan event besar ini. Baik dari pihak panitia yakni kampus UMY, bahkan juga pihak yang diajak kerjasama dalam hal penginapan peserta PIMNAS ke-25 ini.

Dalam hal ini, University Residence (UNIRES) tempat dimana saya tinggal kurang lebih 3 tahunan ini, juga dijadikan sebagai tempat penginapan. Pengalaman pindah memindahkan barang terulang lagi seperti saat diadakannya muktamar Muhammadiyah yang ke-46 di UMY tahun 2010 yang lalu. Namun sedikit berbeda dengan tahun 2010, tahun ini yang masih berada di UNIRES baik putra atau pun putri hanya tinggal beberapa orang saja, tidak sebanyak ketika sebelum diadakannya muktamar Muhammadiyah. Tapi entah apakah esok saat PIMNAS tiba, penghuni “asli” UNIRES masih dalam jumlah yang sedikit itu ataukah bertambah lagi, saya belum tahu.

Namun, saat ini saya bukan ingin berbicara masalah UNIRES yang akan dijadikan tempat penginapan peserta PIMNAS besok. Saya hanya ingin mengulang kenangan saat kelompok saya awal mula mengikuti monev internal yang diadakan pihak kampus. Meski ternyata kelompok saya belum bisa lolos ke PIMNAS, tapi tidak mengapa. Karena mungkin saat ini, itulah yang terbaik bagi kami.

Mungkin teman-teman sudah pernah membaca tulisan dan cerita saya di blog saya ini yang judulnya UMY Demam Monev dan PIMNAS 2012. Bagi yang belum baca, mungkin bisa membacanya, hehe 😀

Setelah saya dan anggota kelompok saya tahu bahwa proposal PKMM milik kami lolos, kami segera membuat rancangan kegiatan dan pelatihan apa saja yang dapat mendukung terlakasananya program pengabdian masyarakat kelompok saya. Awalnya kami menghubungi pembicara sekaligus yang akan kami jadikan pelatih dalam kegiatan kami. Namun ternyata beliau mengatakan bahwa beliau hanya akan memberikan pelatihan pemasaran atau marketing. Karena yang kompeten untuk masalah kerajinan itu ada orang lain, dan beliau pun mengenalkan kami pada temannya yang memiliki sanggar kerajinan kayu di desa Krebet, Bantul.

Singkat cerita, pelatihan pertama pun sukses kami lakukan. Waktu berselang, kami juga telah sepakat pada pelatih kerajinan kayu untuk segera membawa peserta pelatihan kami untuk berlatih di tempat beliau. Tapi kami masih belum bisa menentukan jadwal pastinya. Karena anak punk yang akan kami dampingi dalam pelatihan ini, ternyata mereka juga disibukkan dengan kegiatan mereka manggung nyanyi dan teater. Dan akhirnya kami pun mencoba mengkontak lagi beberapa anak punk yang ada di pinggir-pinggir jalan Magelang. Dan alhamdulillah kesepakatan waktu berhasil kami putuskan.

Namun, belum sempat kami mengadakan pelatihan, tiba-tiba saja dengan agak sedikit mendadak dalam pemberitahuannya. Saya dan kelompok saya tahu bahwa lusa adalah monev internal dari pihak kampus. Dengan tergesa dan sedikit waktu lembur, kami segera membuat bahan laporan untuk monev internal tersebut.  Karena kami baru menyelesaikan satu pelatihan, jadi kami pun membuat laporan seadanya. Karena saat itu, sebelum kami melaksanakan pelatihan, masih terjadi banyak kendala yang kami hadapi. Baik dari pembicaranya sendiri ataupun dari anak punk yang kami jadikan sasaran dalam pelatihan ini. Masalah waktu, acapkali membuat pelaksanaan pelatihan tersendat dan tertunda.

Hari itu pun tiba. Hanya saya, ketua kelompok dan dua anggota kelompok kami yang datang saat itu, karena satu anggota kami lagi tidak bisa datang pada saat monev internal tersebut. Hati kami pun sempat bergetar karena rasa cemas dan khawatir, sebab baru pertama kali itu kami menjalaninya. Berbagai pertanyaan muncul dalam benak saya. Apakah nantinya yang akan ditanyakan, bagaimana komentar dan pandangan dari pengujinya, seberapa besar kesalahan dan kekurangan yang kami buat, seperti apa bentuk pertanyaannya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus bermunculan dalam benak saya. Namun saya segera menenangkan diri dan berkata pada diri sendiri, bahwa ini nantinya akan baik-baik saja.

Dan kelompok kami ternyata menjadi yang pertama maju dalam monev internal tersebut. Itu karena kelompok yang lain belum datang, jadi kami yang maju pertama. Sedikit tegang, itu yang saya rasakan saat itu. Entah itu saya sendiri saja yang merasakan atau teman-teman satu kelompok saya juga merasakan hal yang sama, saya tidak tahu. Tapi alhamdulillah penjelasan dari ketua kelompok kami dapat tersampaikan semuanya meski waktunya kelebihan sedikit dari yang ditentukan. Mungkin karena kami saat itu belum tahu triknya bagaimana, jadi kami sampaikan saja apa yang sudah kami buat seperti dalam laporannya.

Waktu 12 menit terasa sangat cepat, hingga akhirnya tibalah para penguji mulai menanyakan berbagai hal pada kelompok kami. Dan saya rasa pertanyaan dari para penguji itu sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak saya sebelum masuk ke ruang monev. Saat penguji mulai bertanya dan banyak memberikan masukan pada kelompok kami, saya melihat ada salah seorang dari kelompok lain yang menggeleng-gelengkan kepalanya. Entah kenapa dia seperti itu. Apakah karena kepalanya sakit atau kenapa, saya juga merasa heran dan tidak tahu. Namun, saya biarkan saja hal itu terjadi dan saya tidak berani mengatakan pada anggota kelompok saya, karena saya tidak mau jika nantinya mereka akan berprasangka.

Dan ternyata dari hasil monev ini, kami sudah mulai tahu dan paham apa yang harus kami lakukan kedepan. Apa saja yang perlu kami persiapkan, dan seperti apa kami harus melanjutkan dan menuntaskan kegiatan pendampingan kami ini.

Meski kami merasa mendadak dalam masalah pemberitahuan monev internal ini, namun kami perlu berterima kasih juga pada para pengujinya. Sebab, melalui mereka, kami mendapat ilmu baru dan pengalaman baru.

Dan untuk pengalaman dan cerita kami di monev eksternal akan saya tuliskan pada bagian yang berbeda lagi. Terima kasih sudah mau membaca sedikit cerita saya..^^

Categories: cerita

About sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik

PROFIL AKU

sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik


Popular Posts

puisi tentang Negeri

Negeri Ku Aku tercengang, aku takjub Dan aku terkagum Eloknya bumi yang menyimpan ...

Penerima Beasiswa Ke

Ini adalah kisah seorang mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dari salah ...

Perilaku Komunikasi

A.    Latar Belakang Budaya Suku Madura Madura adalah nama pulau yang ...

Orasi Ilmiah

Akan ada Orasi Ilmiah di gedung Sportorium UMY yang akan ...

Tulisan Beritaku Dim

Nggak nyangka..benar-benar nggak nyangka. Tulisan berita tentang Langgam Jawa yang ...