Berita Langgam Jawa

Posted by sakinah 0 Comment

Tulisan berita ke-5 ini adalah tulisan berita saya yang pertama kali di muat di surat kabar harian cetak dan online. Bagi teman-teman, jika tidak lupa dengan tulisan saya sebelumnya yang bercerita tentang rasa senang saya saat tahu kalau tulisan saya dimuat di media cetak dan online, silahakn baca lagi tulisan saya yang judulnya, “Tulisan Beritaku Dimuat di Media Online…”. Setelah tulisan saya dimuat di media online, barulah setelah itu berita yang saya buat ini di muat di surat kabar harian cetak..

 

Langgam Jawa Efektif Turunkan Nyeri dan Kecemasan

 Langgam jawa yang masih termasuk genre music keroncong dan saat ini banyak dinyanyikan dalam bentuk campursari, umumnya hanya dinikmati sebagai hiburan. Namun, siapa menyangka bahwa ternyata langgam jawa ini dapat menjadi penawar rasa nyeri dan cemas bagi ibu yang akan melahirkan.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Alfia Safitri dan kawan-kawannya tentang “Perbandingan   Manfaat Terapi Distraksi Musik Klasik Mozart dan Langgam Jawa terhadap Tingkat Nyeri dan Kecemasan pada Ibu Primipara di Puskesmas Mergangsan dan Jetis Yogyakarta” membuktikan bahwa Langgam Jawa dapat menurunkan tingkat nyeri dan kecemasan yang dirasakan oleh ibu bersalin.

Alfia yang juga merupakan mahasiswi Jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menuturkan bahwa hampir 90% wanita mengalami nyeri saat proses persalinan. “Rassa nyeri dan kecemasan yang dirasakan oleh ibu melahirkan sangat penting diatasi untuk menghindari resiko negative saat proses persalinan,” ungkapnya, Selasa (03/07).

Oleh karena itu, lanjut Alfia lagi, “kami merasa perlu untuk dilakukannya penelitian ini guna mengetahui manfaat teknik distraksi mendengarkan musik Mozart dan langgam jawa terhadap tingkat nyeri dan kecemasan ibu bersalin.”

Dalam penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi Ilmu Keperawatan UMY ini, terdapat 41 ibu primipara yang akan melahirkan sebagai responden penelitian. 14 responden sebagai kelompok eksperiment pertama yang diberikan terapi teknik distraksi mendengarkan musik Mozart dan 13 responden sebagai kelompok eksperiment kedua yang diberikan terapi teknik distraksi mendengarkan musik Langgam Jawa serta 14 responden sebagai kelompok kontrol yang tidak diberikan terapi teknik distraksi mendengarkan music

Terbukti berdasarkan hasil uji penelitian yang dilakukan Alfia dan kawan-kawannya dalam membandingkan efektivitas antara kelompok kontrol, mozart dan langgam jawa, diperoleh hasil bahwa distraksi langgam jawa lebih efektif (P<0,05) menurunkan nyeri dan kecemasan dibandingkan kelompok mozart dan tanpa perlakuan.

“Musik Langgam Jawa lebih efektif dalam menurunkan nyeri dan kecemasan ibu bersalin. Karena sebenarnya jenis music dengan tempo yang sesuai dapat mempengaruhi system limbic yang memberikan efek emosi pada seseorang. Sedang Langgam Jawa yang memiliki tempo 60x/menit sesuai dengan pernyataan para pakar dan peneliti, bahwa music yang paling dianjurkan untuk terapi adalah music atau lagu dengan tempo 60 ketukan permenit yang memberikan efek rileks,” jelas Alfia lagi.

Selain itu, lanjutnya lagi, Langgam Jawa sesuai dengan karakteristik responden yang berbudaya jawa. Karena relaksasi music itu sangat subyektif, tergantung dari respon individu yang dipengaruhi oleh music yang dipilih, pemilihan music yang familiar, dan latar belakang budayanya.

Categories: Jurnalistik, News

About sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik

PROFIL AKU

sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik


Popular Posts

puisi tentang Negeri

Negeri Ku Aku tercengang, aku takjub Dan aku terkagum Eloknya bumi yang menyimpan ...

Penerima Beasiswa Ke

Ini adalah kisah seorang mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dari salah ...

Perilaku Komunikasi

A.    Latar Belakang Budaya Suku Madura Madura adalah nama pulau yang ...

Orasi Ilmiah

Akan ada Orasi Ilmiah di gedung Sportorium UMY yang akan ...

Tulisan Beritaku Dim

Nggak nyangka..benar-benar nggak nyangka. Tulisan berita tentang Langgam Jawa yang ...