Hari ini harga BBM seperti bensin dan solar udah naik ya. Bensin premium dari yang Rp. 4.500 naik jadi Rp. 6.500, solar juga naik jadi Rp. 5.500. Harga BBM baru ini sudah serentak diberlakukan di seluruh penjuru negeri Katulistiwa ini, sejak tadi pagi pukul 00.00 wib. Tapi, sebelumnya harga pangan juga naik seperti ayam, telur, daging, cabe, bawang, pete, tomat, sampai harga timun pun naik. Dampak naiknya BBM mungkin akan terasa sebentar lagi. Siap-siap saja ongkos angkutan umum pun akan naik.

Wah, dan ternyata… tarif angkutan umum di Jakarta hari ini, sudah ada yang menaikkan tarifnya jadi 50%. Tarif awal yang hanya berkisar Rp. 2.000 dinaikkan jadi Rp. 3.000. Alasannya sih karena harga BBM sudah naik… (Liputan 6.com) Padahal, Organda (Organisasi Angkutan Darat) saja meminta kenaikannya sekitar 30%-35%. Lha ini kok sudah ada yang menaikkan sampai 50%. Nah, kata pak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, kenaikan tarif angkutan umum itu hanya boleh naik sekitar 10% saja. Ini kan berarti juga tidak memberatkan penumpangnya. Bayangkan saja kalau misalkan anak rantau seperti saya, baru bisa pulang kampung H-5 lebaran. Tahun lalu saja tarif angkutannya (bus) yang tarif biasanya hanya Rp. 63.000 mendadak naik jadi Rp. 83.000. Apalagi kalau harga BBM naik, angkutan umumnya minta kenaikan tarif juga, dan pulangnya menjelang lebaran. Wah bisa-bisa tarifnya bisa mencapai harga Rp.100.000 nih.. -_-

Itu mungkin nanti yang akan jadi salah satu dampaknya. Tapi, hal itu mungkin tidak akan jadi masalah kalau kita siap dengan kenaikan harga atau tarif itu. Nih, di bawah ini akan saya kutipkan tulisan atau berita dari Viva news. Diperhatikan dan dipikirkan baik-baik ya..

Memperkecil Disparitas
Subsidi BBM pada APBN-P 2013 mencapai Rp200 triliun. Wakil Ketua Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Tatang H. Soerawidjaja, menjelaskan, subsidi BBM saat ini sudah salah kaprah. Definisi subsidi adalah untuk mewujudkan tingkat produksi domestik yang menjamin ketahanan nasional.

“Padahal, sebagian besar BBM yang dikonsumsi dalam negeri bukanlah produksi dalam negeri, melainkan barang impor,” kata Tatang dalam tulisannya berjudul “Subsidi BBM memperlancar atau merusak pembangunan bangsa Indonesia?”, yang dikutip VIVAnews.

Selain itu, disparitas harga BBM yang besar membuat penyelewengan marak. Terutama penyelundupan BBM ke luar negeri.

Dikutip dari laman sosialisasi-bbm.wapesri.go.id, harga BBM di Indonesia paling murah. Disparitas harga yang mencapai dua kali lipat ini menggoda para pelaku industri untuk mengejar keuntungan yang tidak sah dengan cara membeli BBM bersubsidi untuk dijual ke luar negeri.

Harga BBM paling murah di Indonesia Rp4.500 per liter (premium/RON 88). Sementara itu, harga BBM di Thailand mencapai Rp12.453 per liter (RON 91), Filipina Rp12.147 per liter (RON 92), Singapura Rp15.695 per liter (RON 92), Laos Rp13.396 per liter (RON 87), dan Kamboja Rp13.298 per liter (RON 92). Harga ini memperbandingkan BBM kualitas terendah yang tersedia di pasar.

Murahnya harga BBM di Indonesia juga membuat impor minyak naik tajam, akibat konsumsi minyak yang luar biasa. Pada 2012, konsumsi BBM mencapai 45 juta kiloliter. Padahal, kapasitas kilang di Indonesia hanya 30 juta kiloliter. Sisanya, sekitar 15 juta kiloliter diimpor pemerintah dari luar negeri.

Indonesia merupakan negara penghasil minyak, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Indonesia harus mengimpor minyak mentah ataupun BBM untuk menutup kekurangan tersebut.

Secara neto, Indonesia telah menjadi negara pengimpor minyak. Indonesia telah keluar dari organisasi negara pengekspor minyak, OPEC, sejak 2008.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati, menjelaskan, kenaikan harga BBM juga akan mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia lebih hemat, sehingga memperpanjang habisnya cadangan minyak Indonesia.

Cadangan minyak 3,6 miliar barel
SKK Migas mencatat cadangan minyak Indonesia saat ini hanya 3,6 miliar barel atau kurang dari 1 persen cadangan minyak dunia. Dengan pola produksi migas saat ini 800-900 ribu barel per hari, maka minyak Indonesia akan habis dalam 12 tahun, jika tidak ditemukan penemuan cadangan minyak baru.

Cadangan minyak Indonesia ini masih sangat jauh dibandingkan negara-negara lain. Dikutip dari laman OPEC, Venezuela memiliki cadangan minyak paling besar sebanyak 297,6 miliar barel atau 24,8 persen cadangan dunia.

Diikuti oleh Arab Saudi 265,4 miliar barel (22,1 persen), Iran 154,6 miliar barel (12,9 persen), Irak 141,4 miliar barel (11,8 persen), dan Kuwait 101,5 miliar barel (11,8 persen).

“Kalau pola konsumsi bisa dikendalikan, umur cadangan minyak dapat diperpanjang hingga 30-38 tahun. Kita menaikkan harga BBM untuk memikirkan generasi mendatang,” kata Anny.

sumber: Vivanews.co.id

 

Tu… berarti…kita harus hemat… hemat… dan hemat….

Categories: Artikel Bebas, News

About sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik

PROFIL AKU

sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik


Popular Posts

puisi tentang Negeri

Negeri Ku Aku tercengang, aku takjub Dan aku terkagum Eloknya bumi yang menyimpan ...

Penerima Beasiswa Ke

Ini adalah kisah seorang mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dari salah ...

Perilaku Komunikasi

A.    Latar Belakang Budaya Suku Madura Madura adalah nama pulau yang ...

Orasi Ilmiah

Akan ada Orasi Ilmiah di gedung Sportorium UMY yang akan ...

Tulisan Beritaku Dim

Nggak nyangka..benar-benar nggak nyangka. Tulisan berita tentang Langgam Jawa yang ...