Lidah Tak Bertulang

Posted by sakinah 2 Comments

“Mulutmu Harimaumu”
Ungkapan itu memang ada benarnya, banyak benarnya, dan mungkin memang benar. Bagaimana tidak, kalau ternyata kata-kata yang kita ucapkan, meskipun mungkin itu manis di dengar ternyata cukup membuat luka di hati orang lain. Bahkan, kadang dari sekedar kata-kata itu yang bisa membuat hubungan silaturrahim orang tidak harmonis.

Mungkin kita bisa mengingat kembali cerita tentang pertanyaan Imam Al Ghozali kepada murid-muridnya. Meski mungkin sudah banyak yang tahu tentang cerita ini, sepertinya ada baiknya saya kembali menuliskan tentang cerita ini.

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Kemudian, Imam Al Ghozali mengajukan enam pertanyaan kepada murid-muridnya tersebut. Ada enam pertanyaan yang diajukan oleh Imam Al Ghazali, yaitu:

1. Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia?
2. Apa yang paling JAUH dari kita di dunia?
3. Apa yang paling BESAR di dunia?
4. Apa yang paling BERAT di dunia?
5. Apa yang paling RINGAN di dunia?
6. Apa yang paling TAJAM di dunia?

Murid-muridnya pun menjawab, “Yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini adalah orang tua, guru, kawan, dan sahabat.”

Imam Ghozali mengatakan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi sebenarnya, yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”. Sebab itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Kemudian jawaban kedua diberikan oleh murid-muridnya, mereka menjawab bahwa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini adalah negara China, bulan, matahari dan bintang-bintang.

Imam Ghozali mengatkan lagi, “Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah “Masa Lalu”. Sebab walau dengan cara apapun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Karena itu, kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.”

Jawaban ketiga, “Yang paling besar di dunia ini adalah gunung, bumi dan matahari.”

Menurut Imam Ghozali, jawaban itu juga benar. Namun sebenarnya, yang paling besar yang ada di dunia ini adalah “Nafsu”. “Karena itu, kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.”

Jawaban keempat yang diberikan oleh murid-muridnya yaitu, yang paling berat di dunia ini adalah besi dan gajah.

“Semua jawaban adalah benar,” kata Imam Ghozali. “Tapi yang paling berat adalah “Memegang Amanah” (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.”

Jawaban kelima, yang paling ringan di dunia ini adalah kapas, angin, debu dan daun-daunan.

“Semua itu benar” kata Imam Ghozali. “Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan salat. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan salat; gara-gara hidup bermasyarakat, kita meninggalkan salat.”

Jawaban terakhir yang diberikan oleh murid-muridnya, bahwa yang paling tajam di dunia ini adalah pedang.

“Benar,” kata Imam Ghozali. “Tapi yang paling tajam adalah “Lidah Manusia”. Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.”

Dari cerita di atas itu, kita bisa mengambil banyak pelajaran, bahwa yang paling dekat dengan kita itu adalah “Kematian”, yang paling jauh dengan kita itu “Masa lalu”, yang paling besar di dunia ini adalah “Nafsu”, yang paling berat di dunia ini adalah “Amanah”, yang paling ringan itu “Meninggalkan shalat”, dan yang paling tajam itu adalah “Lidah”.

Lidah memang tidak bertulang, karena itu dari lidah ini kadang kita secara sadar ataupun tidak, bisa mengeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti hati manusia. Kadang juga kata-kata yang menusuk itu bukan dalam satu kalimat panjang, tapi bisa jadi ada satu atau dua kata. Mungkin, kita yang mengucapkannya tidak sadar, tapi orang lain yang mendengarnyalah yang justru akan merasa bahwa kata itu cukup tajam menusuk hatinya. Karena itu, Imam Al Ghazali mengingatkan agar kita berhati-hati dalam berucap.

 

Categories: cerita

About sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik

PROFIL AKU

sakinah

Berkarya di Universitas Terbaik


Popular Posts

puisi tentang Negeri

Negeri Ku Aku tercengang, aku takjub Dan aku terkagum Eloknya bumi yang menyimpan ...

Penerima Beasiswa Ke

Ini adalah kisah seorang mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dari salah ...

Perilaku Komunikasi

A.    Latar Belakang Budaya Suku Madura Madura adalah nama pulau yang ...

Orasi Ilmiah

Akan ada Orasi Ilmiah di gedung Sportorium UMY yang akan ...

Tulisan Beritaku Dim

Nggak nyangka..benar-benar nggak nyangka. Tulisan berita tentang Langgam Jawa yang ...