RSS
 

Archive for the ‘News’ Category

Rahasia Sukses Pemilik Waroeng Steak & Shake

27 Mar

“Setiap orang yang sukses itu dimulai dari impian yang kuat dan sungguh-sungguh”

Itulah untaian kata yang diucapkan oleh H. Jodi Broto Suseno, setelah beberapa saat sebelumnya membuka kalimatnya dengan mengajak kami semua untuk melantunkan surah al-Fatihah bersama-sama dalam hati. H. Jodi menyampaikan kalimat demi kalimat yang membuat kami semua, terutama diri saya pribadi berdecak kagum. Sampai-sampai, dalam hati ini juga ingin mengikuti jejak beliau. H. Jodi pemilik warung makan yang cukup terkenal di Jogja-bahkan mungkin di luar Jogja-yang bernama “Waroeng Steak & Shake” ini, berbagi pengalamannya meraih sukses menjadi Bos dari 1300 karyawannya dalam acara Studium General yang diadakan oleh University Resident (Unires) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (25/3).

Pria yang sekarang sudah memiliki empat orang anak ini, melanjutkan bahwa terkadang sesorang itu lupa dengan impiannya. Tidak jarang pula kita lupa dengan apa yang kita impikan. Oleh karena itu, impian yang kita miliki itu harus tertanam kuat, tidak boleh pergi ke mana-mana. Niat yang dimiliki pun juga harus kuat, karena impian itu sama dengan niat.Begitu pula jika memiliki impian untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Butuh kerja keras memang, untuk mewujudkannya. Karena menjadi seorang pengusaha sukses dan memiliki karyawan hingga ribuan serta cabang di seluruh kota-kota besar, tidak mungkin dapat diraih tanpa perjuangan keras dan keyakinan pada sang Pencipta bahwa Dia akan memeluk mimpi-mimpi kita. Namun, semuanya itu belum tentu dapat terwujud, kalau kita tidak melakukan 1 langkah kecil. Karena tentunya langkah besar selalu diawali dengan langkah kecil, bukan..?!

Nah, hal ini yang juga dirasakan oleh H. Jodi. Bermodalkan penjualan motor satu-satunya yang ia miliki, ia mencoba membuka usaha. Modal yang benar-benar seadanya, ia bersama istrinya pertama kali melakukan usaha jual beli koran, kemudian menjual parsel, beralih menjadi penjual susu segar, roti BBQ Bebakaran, kemudian beralih lagi menjadi penjual kaos partai, Obonk Steak, dan yang terakhir hingga saat ini Waroeng Steak & Shake. Modal 8 juta rupiah yang digunakan olehnya, pada tahun 2000 lalu berhasil membuatnya membuka usaha Waroeng Steak & Shake dengan dua karyawan. Meski hanya dengan dua karyawan, dirinya dan istrinya yang mengelola Waroeng Steak & Shake tersebut, namun kegigihan, kekuatan impian dan kekuatan do’a tetap membuktikan bahwa Waroeng Steak & Shake (WS) ini mampu berkembang pesat hingga saat ini, tepatnya tahun 2013 ini. Saat ini juga, pemilik WS ini sudah memiliki 1300 karyawan yang mengolola usaha kuliner tersebut.

Dari usaha kuliner yang H. Jodi jalani ini, ada yang menarik dari sistem atau aturan yang ditetapkan pada karyawannya. Setiap hari, absensi yang menunggu para karyawan untuk diisi adalah absensi shalat Dhuha. Selain itu, H. Jodi juga menyediakan form khusus untuk hafalan satu juz ayat-ayat al-Quran atau surah-surah pilihan. “Kalau ada karyawan yang sudah hafal satu juz, saya beri hadiah Umroh,” ujarnya. Pemilik usaha kuliner yang telah meraih sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menerapkan aturan lain yang diberi nama “Spiritual Company”. Spiritual Company yang ia bangun diantaranya berhenti merokok, membaca Al-Quran satu hari satu juz, shalat dhuha, menunaikan shalat wajib di awal waktu, dan pengajian bagi para karyawan “Waroeng Steak & Shake”.

Inilah salah satu yang membedakan usaha kuliner H. Jodi dengan kebanyakan usaha kuliner lainnya di Tanah Air, khususnya di Jogjakarta. Hal itu juga yang menjadi rahasia sukses pengusaha muda ini. Walau pun untuk memulai usaha umumnya tidak bisa terlepas dari empat hal yaitu produk yang unik, price (modal), promosi, dan tempat. Namun, bagi seorang pengusaha Muslim juga tidak bisa tidak memegang etika bisnis yang Rasulullah SAW contohkan pada kita, yakni Sidiq (jujur), Amanah (bisa dipercaya), Tabligh (menyampaikan firman Allah), dan Fathonah (cerdas). “Dan yang paling penting juga adalah jangan pernah melupakan Allah” tegas H. Jodi.
(sakinah)

 
 

UMY Tetap Jadi Yang Terbaik

08 Feb

UMY ternyata tetap bisa menjadi PTS terbaik se Jateng dan DIY, sekaligus PTM terbaik di Indonesia. Apalagi di tahun ini Webometrics menetapkan UMY berada di peringkat ke-14 se-Indonesia. Kita patut senang mendengar dan tahu akan hal ini, terlebih lagi dengan adanya blog umy yang sudah mulai banyak digunakan oleh mahasiswa UMY. Ini juga menambah penilaian dari Webometrics lho..! J

Sebenarnya ada 4 komponen besar yang dinilai oleh Webometrics. Ini saya dapatkan waktu wawancara dengan pak Wahyudi Kepada Biro Sarana Informatika (BSI) UMY kemarin siang (berita selengkapnya bisa dilihat di website UMY, J).

4 komponen tersebut yaitu, Presence Rank, Impact Rank, Openness Rankdan Excellence Rank. Presence terkait dengan jumlah halaman dalam websiteImpact adalah jumlah link yang masuk, Openness adalah jumlah karya ilmiah, dan Excellence adalah jumlah jurnal internasional.

Nah, berdasarkan empat komponen yang dinilai oleh Webometrics itu, UMY mendapat penilaian lebih pada komponen Impact dan Openness. Karena UMY semakin terbuka dan banyak memberikan informasi pada masyarakat, baik masyarakat umum maupun akademik. Selain itu, blog mahasiswa, atau pun staf UMY yang menggunakan blog.umy.ac.id ini juga memberikan sumbangsih. Terlebih lagi, dengan semakin banyaknya karya ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa dan dosen, juga mendapat nilai tinggi dalam penilaian website UMY ini.

Jadi sebenarnya, kita memang patut dan harus senang plus berbangga hati. Walaupun UMY menjadi PTS Terbaik se-Jateng dan DIY versi Webometrics, namun alasan yang menyebabkan UMY tetap menjadi yang terbaik karena salah satunya berkat karya-karya ilmiah yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa UMY. Ini juga membuktikan bahwa dosen dan mahasiswa UMY itu aktif mengadakan penilitian dan juga mampu menulis. Akan tetapi, yang tidak kalah pentingnya juga adalah, aplikasi dari apa yang telah diteliti itu. Bagaimana agar tidak hanya sekedar menjadi ide dan tulisan saja, namun benar-benar dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, dan masyarakat pun bisa menikmati hasil dari apa yang kita temukan atau teliti.

Tidak salah berarti saya memberi tagline dalam blog saya ini dengan “Berkarya Di Universitas Terbaik”. Semoga apa yang diharapkan UMY untuk menjadi 5 besar, bisa benar-benar terwujud. Amiiin.. karena kata-kata bisa jadi, itu doa.. :)

 

 

 

Bedah Buku NATION IN TRAP

13 Nov

hasil tulisan berita saya, silahkan di buka… thank you… :)

 
 

Berita Muballigh Hijrah 2012

12 Nov

Tulisan berita ini juga telah dimuat di beberapa surat kabar harian cetak.

PWM DIY Siap Terjunkan 346 Da’i

Dalam rangka syiar dan menyemarakkan aktivitas jama’ah di bulan
Ramadhan pada tahun 1443 Hijriyah kali ini, Majelis Tabligh Pimpinan
Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM-DIY) telah siap
menerjunkan 346 muballigh/muballighat ke daerah-daerah di wilayah DIY.

Kegiatan dengan nama Muballigh Hijrah ini merupakan perwujudan dakwah
Islam yang diselenggarakan oleh persyarikatan Muhammadiyah pada setiap
bulan Ramadhan. Dan diantara cara mewujudkannya adalah dengan
mengirimkan da’i atau muballigh/muballighat muda ke daerah-daerah yang
sangat membutuhkan bimbingan dan pembinaan keislaman.

Hal ini seperti yang  disampaikan pula oleh ustad Hamdan Hambali
selaku ketua koordinator Majelis Tabligh dan Tarjih PWM DIY, bahwa
para muballigh dan muballighat adalah ujung tombak dari keberhasilan
dakwah persyarikatan Muhammadiyah. “Kegiatan dakwah atau Muballigh
Hijrah ini, meski secara resmi diadakan pada setiap bulan Ramadhan di
berbagai daerah, namun sebenarnya kegiatan dakwah ini tetap berlaku
sepanjang masa,” tambah Hamdan dalam acara pembukaan pembekalan
peserta Muballigh Hijrah tahun 1433 Hijriyah, Senin (16/7).

Pada pembukaan pembekalan Muballigh Hijrah ini juga dihadiri oleh
penanggung jawab kegiatan Muballigh Hijrah tahun 1433 Hijriyah, Drs.
H.M. Sabbikhis, M.A. yang juga merupakan ketua Majelis Tabligh PWM
DIY, Ketua PWM DIY yang diwakili oleh ustad Hamdan Hambali, Pimpinan
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FAI-UMY)
yang diwakili oleh Ghofar Ismail, S.Ag., M.A. serta para pengurus
Majelis Tabligh PWM DIY lainnya.

Pada waktu yang sama Sabbikhis juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat
bahagia dengan adanya banyak kader muballigh dan muballighat pada
Ramadhan tahun ini. “Rasa bahagia selaku Majelis Tabligh PWM DIY bahwa
kami mempunyai banyak kader muballigh untuk diterjunkan ke masyarakat
pada bulan Ramadhan nanti selama 25 hari. Karena dengan begitu misi
Islam akan terus tersebar pada masyarakat,” tuturnya.

Adapun peserta Muballigh Hijrah ini terdiri dari 44 alumni Pendidikan
Mujahid Dakwah Muhammadiyah, 31 orang dari Korps Muballigh Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta, 38
mahasiswa Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM), 73 mahasiswa
Universitas Ahmad Dahlan (UAD), 115 mahasiswa UMY,  dan 45 orang dari
University Residence (Unires) UMY.

Pelaksanaan pembekalan Muballigh Hijrah yang diselenggarakan di gedung
AR. Fakhruddin B lantai 5 dan Unires Putri Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta (UMY) ini juga akan berlangsung hingga Rabu (18/7).
Sedangkan pada Kamis (19/7) 436 peserta Muballigh Hijrah akan segera
disebar ke berbagai daerah di DIY.

 
 

Berita PIMNAS (4)

12 Nov

IPB Tetap Syukuri Peringkat Kedua PIMNAS XXV

Hymne Institut Pertanian Bogor (IPB) dinyanyikan seluruh mahasiswa tidak lama setelah mereka dinyatakan sebagai Runner-Up Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-25 di lobi Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ditempat yang sama, mereka juga melakukan sungkeman kepada para dosen pembimbing sebagai ungkapan rasa syukur meski target juara umum tidak dapat mereka raih.

Pihak IPB tetap bersyukur atas peringkat yang diraihnya, walaupun harus rela berada dibawah Universitas Brawijaya (UB) sebagai juara umum. Institusi berharap menjadi juara dalam PIMNAS tahun depan dengan melakukan persiapan yang lebih matang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Rimbawan, Direktur Kemahasiswaan IPB saat sedang menikmati santapan kuliner di depan Sportorium UMY, Kamis malam (12/7). Menurutnya, kontingen IPB telah melakukan yang terbaik dalam PIMNAS tahun ini.

Rimbawan menambahkan bahwa untuk tampil di PIMNAS, pihaknya telah melakukan persiapan sejak dini. Persiapan tersebut antara lain dengan menggelar Pekan Ilmiah Mahasiswa IPB untuk menyeleksi proposal yang akan masuk DIKTI. Selain itu, proses karantina selama 3 hari menjadi persiapan peserta PIMNAS dari perguruan tinggi ini sebelum berlaga di UMY. Hal itu dilakukan untuk meraih target mereka menjadi juara umum.

“Mahasiswa kami sudah baik dalam presentasi yang dibawakan. Mengenai kategori poster kami masih perlu belajar dan melakukan pelatihan tentang kiat membuat Poster. Kami tetap bangga walaupun tidak menjadi juara umum,” tambahnya.

Ketua dari salah satu tim peserta PIMNAS IPB yang mendapatkan emas pada kategori presentasi Program Kreatifitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) 3, Asep Andi menyatakan bahwa peringkat tersebut dapat diraih karena usaha keras seluruh kontingen dan dukungan penuh dari IPB.  “Seminggu sebelum PIMNAS kami harus memperbaiki alat dan itu membutuhkan dana. Beruntung kami mendapatkan bantuan dari pihak kampus.” terangnya.

IPB berhasil meraih ketiga mendali penghargaan untuk presentasi Program Kreatifitas Mahasiswa Gagasan Tulisan (PKMGT) 1. “Lima dari sepuluh tim yang lolos PKMGT adalah dari IPB. Meskipun  beda tim kami saling membantu dalam proses persiapan maupun saat bertanding. Itu yang menjadi kunci sukses kami.” terang Mujibur Rahman, peraih emas dalam kategori ini.

IPB yang mengirimkan 31 tim ini mendapatkan 5 penghargaan setara emas, 3 perak, dan 2 perunggu pada penilaian presentasi, sedangkan pada penilaian poster IPB memeperoleh 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Dengan begitu total penghargaan yang mereka bawa adalah 6 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.

Pada tempat yang berbeda, Ardiansyah Purnama, salah satu mahasiswa IPB yang meraih penghargaan setara emas dibidang PKM Karsa Cipta (PKM-KC) mengungkapkan kegembiraannya mengikuti PIMNAS 25 kali ini. “Alhamdulillah, cukup senang mengikuti PIMNAS tahun ini meskipun belum bisa jadi juara umum. Tapi yang terpenting  dalam mengikuti sebuah kompetisi dibutuhkan mental juara,” tutur Ardi.

Beberapa kontingen dari IPB yang ditemui seusai Closing Ceremony juga mengaku bahwa mereka cukup puas atas peringkat yang diraih institusinya. Namun, menurut mereka masih memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaiki seperti dalam hal teknologi dalam presentasi dan pembuatan poster. “Dari universitas lain sudah memakai flash untuk presentasi. Tahun depan perwakilan kami harus lebih memanfaatkan tekhnologi.” pungkas Firda, mewakili teman-temannya.

 

 
 

Berita PIMNAS (3)

12 Nov

Media Massa Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa

Peran media massa seperti “pisau bermata dua”, positif sekaligus bisa
negatif. Salah satu peran positif media adalah sebagai penyalur,
pembentuk, dan yang mempengaruhi pendapat umum. Dalam kaitannya antara
peran media dan pembentukan pendidikan karakter maka hal itu
berhubungan dengan bagaimana cara kita mengetahui, memahami,
membiasakan, meyakini, kemudian melakukan segala sesuatu berdasarkan
keempat hal tersebut dan setelah itu mempertahankannya.

Hal diatas diungkapkan oleh Pimpinan Redaksi Surat Kabar Harian
Kedaulatan Rakyat, Drs. Octo Lampito dalam acara Studium General kedua
yang diselenggarakan pada hari ketiga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional
(PIMNas) ke-25 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di ruang
sidang AR. Fakhruddin B lantai 5 dengan tema “Peran dan Perang Media
Dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda”, Kamis (12/7).

Octo menjelaskan bahwa dalam upaya pembentukan karakter generasi muda
ini seharusnya dimulai dari segala sesuatu yang diketahui terlebih
dahulu.“Dalam membentuk karakter ini, mulailah dari bawah, mulailah
dari sesuatu yang kita ketahui dulu dan kita pahami,” jelasnya. Dan
hal itu umumnya akan banyak diketahui melalui media massa.

Dalam studium general ini, Octo juga menjelaskan upaya membangun
karakter juga bisa dilakukan dengan optimalisasi peran media massa.
Diantaranya seperti, menanamkan nilai-nilai solidaritas sosial pada
generasi muda, menjelaskan bahwa demokrasi bukan hanya soal kebebasan
dan persamaan, melainkan juga solidaritas sosial, serta mampu mengajak
generasi muda melalui media untuk memahami nilai-nilai kebebasan,
persamaan, maupun nilai-nilai solidaritas sosial.

Selain itu, Octo juga mengatakan bahwa media maya juga dapat berperan
membantu media massa lainnya seperti media cetak atau elektronik dalam
membangun karakter. “Media maya tumbuh menguatkan instrumen publik,
antara lain dengan makin merebaknya jurnalisme warga (citizen
journalisme) yang bisa berperan ketika suatu saat jurnalisme
konvensional tidak mampu menembus,” ungkapnya.

Octo juga menambahkan bahwa saat ini masyarakat sudah kehilangan
panutan, “Kita ini betul-betul kehilangan panutan, dan media juga
membantu hal ini. Namun sebenarnya media juga dapat memperbaiki
karakter, karena media massa punya peranan dalam mensosialisasikan
bahwa karakter bangsa itu sangat penting,” tambahnya lagi.

 
 

Berita PIMNAS (2)

12 Nov

Berita yang terkait PIMNAS 25 UMY, selanjutnya adalah…

Akar Putri Malu Sebagai Obat Komplikasi Diabetes

Putri malu (Mimosa pudica linn) yang tumbuh secara liar di lapangan, pinggir jalan, atau tempat-tempat terbuka yang terkena sinar matahari, memang sudah terkenal dengan berbagai khasiatnya sebagai obat alami. Namun tumbuhan ini umumnya hanya dikenal sebagai obat Insomnia, Bronkhitis, Panas tinggi, Herpes, Reumatik, dan Cacingan. Penyakit yang banyak diderita orang seperti Diabetes dan luka pada penderita Diabetes, ternyata dapat disembuhkan dengan menggunakan tanaman ini.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang membuktikan penelitian ilmiahnya ini dalam Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) dengan judul penelitian “Akar Putri Malu (Mimosa Pudika) Ekstrak Kloroform sebagai Akselerator Penyembuhan Luka Mokosa Oral Pada Model Tikus Wistar Diabetes”.

Penderita Diabetes kronis atau stadium akhir biasanya akan mengalami komplikasi pada gigi dan gusinya. Sedang penanganan yang dilakukan saat kondisi seperti ini biasanya adalah dengan membersihkan atau mengoperasinya, karena saat itu banyak karang gigi dan kuman-kuman yang bersarang. Akan tetapi biasanya proses seperti ini juga akan menimbulkan luka pada gusi, sehingga gigi penderita Diabetes akan goyang dan kemudian lepas.

Hal itulah yang menjadikan Adhi Satriyo Utomo, Gayuh Anggita dan Deddy Dwi Septian mencari sebuah solusi untuk membatasi luka atau kompilkasi luka yang berujung pada kegagalan fungsi organ mulut ini dengan menggunakan ekstrak akar Putri malu.

Penelitian yang menggunakan tikus sebagai hewan percobaannya ini  memang membuktikan bahwa ekstrak akar Putri malu dapat mempercepat penyembuhan luka pada gigi dan gusi penderita Diabetes. “Dalam waktu dua hari gula darah sudah bisa menurun, padahal jika menggunakan tumbuhan herbal lainnya standar penurunan gula darah bisa sampai 20 sampai 30 hari. Selain itu ekstrak akar putri malu ini bisa lebih cepat menutup luka pada gusi yang luka dan hasil penyembuhannya hampir setara seperti kondisi normal,” ungkap Adhi Satriyo Utomo, selaku ketua tim saat ditemui diakhir presentasinya dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNas) ke-25 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (11/7).

Adhi juga menjelaskan bahwa meskipun penelitian ini menggunakan tikus sebagai hewan percobaan, namun ketika dicoba pada manusia ekstrak akar Putri malu ini juga dapat bekerja dengan baik. “Dari segi anatomi fisiologis antara tikus dengan manusia memang sama. Bahkan kami pernah mencoba mengoleskan ekstrak akar Putri malu ini pada tangan salah satu anggota tim kami yang tergigit tikus, ternyata cepat sembuh dan tidak menimbulkan efek samping apapun,” tutur Adhi lagi saat menjelaskan penelitiannya berupa obat oles dari ekstrak Putri malu yang sudah memiliki nama produk Mimoxa.

Akar Putri malu untuk obat luka pada gusi penderita Diabetes ini juga tidak menggunakan cara rebus. Seperti yang dituturkan oleh Gayuh Anggita, anggota tim PKMP ini, dia menjelaskan bahwa akar Putri malu ini dijemur hingga kering yang kemudian diambil ekstraknya setelah dihancurkan sampai menjadi bubuk. “Akarnya dijemur dulu selama 15 hari tanpa terkena sinar matahari, kemudian dihancurkan sampai menjadi bubuk, lalu kita rendam dalam methanol selam 3 minggu, setelah itu disaring memakai kertas saring, lalu kita lakukan metode pengekstrakan, dan setelah itu diuapkan, baru kemudian kita tambahkan cairan pelarut sesuai dosis yang kita inginkan,” jelas Gayuh.

Adhi juga menambahkan bahwa kedepan mereka akan mencoba meneliti ekstrak Putri malu pada manusia, agar nantinya bisa digunakan oleh semua orang. “KedepannyaInsyaAllah kami akan coba teliti pada manusia. Jika terbukti aman kami akan segera produksi secara massal. Dan kami harap dengan adanya ekstrak Putri malu ini permasalahan luka pada penanganan gigi dan gusi penderita Diabetes tidak menjadi komplikasi lagi,” jelas Adhi lagi.

 

 
 

Berita PIMNAS 25 UMY

12 Nov

selanjutnya…tulisan berita yang berkenaan dengan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-25 di UMY.

 

Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Tumbuh-tumbuhan umumnya hanya dijadikan hiasan baik ditaman atau di dalam ruangan. Kulit buah dan batang sayuran, umumnya juga akan dibuang setelah buah dan sayurnya sudah kita makan dan kita olah. Tapi sedikit yang tahu bahwa ternyata yang umumnya kita anggap sampah dapat menghasilkan sebuah bahan bakar alternatif pengganti bensin atau Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sebuah inovasi baru yang ditemukan oleh sekelompok Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya berupa alat Biosteam Converter mampu mengubah bahan-bahan sampah menjadi sebuah bahan bakar kendaraan. Alat inilah yang berguna mengubah bioetanol atau yang lazim dikenal dengan alkohol cair menjadi uap agar bisa digunakan pada kendaraan.

Biosteam Converter yang kini telah dipasangkan pada becak motor oleh Moch. Umar Safari, Muh. Wildan Yahya, Ardhy Purwo Nugroho, dan Moch. Badowi itu kini juga tengah dikompetisikan di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-25 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) hingga Sabtu (14/7) besok.

Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T) dengan judul PKM “Becak Bio Steam: Inovasi Becak Motor Berbahan Bakar Bioetanol Dengan Menggunakan Kombinasi Mesin Motor 2-Tak Dan ketel Uap” yang diketuai oleh Moch. Umar Safari ini menggunakan aplikasi kendaraan berupa becak, karena becak menurutnya adalah sarana kendaraan yang khas Indonesia. “Saat ini juga ada fenomena baru berupa becak motor, dan kami menyimpulkan bahwa ini sebenarnya wujud dari Biosteam tadi, yang mana Biosteam tadi menjadikan Bioetanol sebagai bahan bakarnya,” tutur Safari saat ditemui disela-sela waktu istirahat untuk presentasi karya PKM yang lolos ke PIMNAS, Selasa (10/7). Selain itu, becak yang dipasangi alat Biosteam ini juga dapat berjalan hingga 60 km perjam.

Selain sebagai bahan pengganti alternatif dari bensin dan BBM yang persediaannya terbatas, Bioetanol ini juga memiiliki keunggulan lain seperti bahan bakunya yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan sampah organik. Sehingga bahan bakar dari Bioetanol ini dapat diperbaharui serta ramah lingkungan karena memiliki gas buang atau emisi yang rendah.

Ide pembuatan alat Biosteam untuk menjadikan Bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan ini pun bermula dari terbatasnya produsen Bioetanol dalam mendistribusikan Bioetanolnya pada konsumen. “Mitra kami ingin memproduksi Bioetanol dalam jumlah banyak tapi terbatas, karena permintaan yang masih kurang dan masyarakat yang umumnya masih belum tahu kegunaan Bioetanol ini. Padahal Bioetanol ini sangat bermanfaat,” tutur R. Arif Wibowo selaku dosen pendamping mahasiswa UNAIR dalam PIMNAS 25 ini untuk bidang PKMT.

Kendaraan bermotor, kata Arif lagi, pada dasarnya dapat dijalankan menggunakan Bioetanol dengan kadar 99 persen dengan campuran etanol 15 persen dan bensin 85 persen sesuai anjuran pemerintah. Namun kendaraan yang menggunakan Bioetanol 96 persen dengan campuran etanol dan bensin yang masing-masing 50 persen, sudah bisa dijalankan. Bahkan dengan Bioetanol 100 persen murni tanpa campuran bensin, kendaraan juga sudah bisa dijalankan meskipun kurang maksimal.

Pada saat yang sama, Wildan, anggota PKMT ini juga menjelaskan bahwa Bioetanol yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif oleh mereka direncanakan pula untuk diproduksi massal. “Untuk kedepannya, Bioetanol ini ingin kami produksi secara massal dan dipakai pada berbagai macam kendaraan bermotor. Dan kemungkinan besar juga akan kami pasarkan pada masyarakat umum,” jelas Wildan.

 
 

Berita Langgam Jawa

12 Nov

Tulisan berita ke-5 ini adalah tulisan berita saya yang pertama kali di muat di surat kabar harian cetak dan online. Bagi teman-teman, jika tidak lupa dengan tulisan saya sebelumnya yang bercerita tentang rasa senang saya saat tahu kalau tulisan saya dimuat di media cetak dan online, silahakn baca lagi tulisan saya yang judulnya, “Tulisan Beritaku Dimuat di Media Online…”. Setelah tulisan saya dimuat di media online, barulah setelah itu berita yang saya buat ini di muat di surat kabar harian cetak..

 

Langgam Jawa Efektif Turunkan Nyeri dan Kecemasan

 Langgam jawa yang masih termasuk genre music keroncong dan saat ini banyak dinyanyikan dalam bentuk campursari, umumnya hanya dinikmati sebagai hiburan. Namun, siapa menyangka bahwa ternyata langgam jawa ini dapat menjadi penawar rasa nyeri dan cemas bagi ibu yang akan melahirkan.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Alfia Safitri dan kawan-kawannya tentang “Perbandingan   Manfaat Terapi Distraksi Musik Klasik Mozart dan Langgam Jawa terhadap Tingkat Nyeri dan Kecemasan pada Ibu Primipara di Puskesmas Mergangsan dan Jetis Yogyakarta” membuktikan bahwa Langgam Jawa dapat menurunkan tingkat nyeri dan kecemasan yang dirasakan oleh ibu bersalin.

Alfia yang juga merupakan mahasiswi Jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menuturkan bahwa hampir 90% wanita mengalami nyeri saat proses persalinan. “Rassa nyeri dan kecemasan yang dirasakan oleh ibu melahirkan sangat penting diatasi untuk menghindari resiko negative saat proses persalinan,” ungkapnya, Selasa (03/07).

Oleh karena itu, lanjut Alfia lagi, “kami merasa perlu untuk dilakukannya penelitian ini guna mengetahui manfaat teknik distraksi mendengarkan musik Mozart dan langgam jawa terhadap tingkat nyeri dan kecemasan ibu bersalin.”

Dalam penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi Ilmu Keperawatan UMY ini, terdapat 41 ibu primipara yang akan melahirkan sebagai responden penelitian. 14 responden sebagai kelompok eksperiment pertama yang diberikan terapi teknik distraksi mendengarkan musik Mozart dan 13 responden sebagai kelompok eksperiment kedua yang diberikan terapi teknik distraksi mendengarkan musik Langgam Jawa serta 14 responden sebagai kelompok kontrol yang tidak diberikan terapi teknik distraksi mendengarkan music

Terbukti berdasarkan hasil uji penelitian yang dilakukan Alfia dan kawan-kawannya dalam membandingkan efektivitas antara kelompok kontrol, mozart dan langgam jawa, diperoleh hasil bahwa distraksi langgam jawa lebih efektif (P<0,05) menurunkan nyeri dan kecemasan dibandingkan kelompok mozart dan tanpa perlakuan.

“Musik Langgam Jawa lebih efektif dalam menurunkan nyeri dan kecemasan ibu bersalin. Karena sebenarnya jenis music dengan tempo yang sesuai dapat mempengaruhi system limbic yang memberikan efek emosi pada seseorang. Sedang Langgam Jawa yang memiliki tempo 60x/menit sesuai dengan pernyataan para pakar dan peneliti, bahwa music yang paling dianjurkan untuk terapi adalah music atau lagu dengan tempo 60 ketukan permenit yang memberikan efek rileks,” jelas Alfia lagi.

Selain itu, lanjutnya lagi, Langgam Jawa sesuai dengan karakteristik responden yang berbudaya jawa. Karena relaksasi music itu sangat subyektif, tergantung dari respon individu yang dipengaruhi oleh music yang dipilih, pemilihan music yang familiar, dan latar belakang budayanya.

 
 

Berita Bedah Buku Karya Dosen

12 Nov

Tulisan berita yang ke-4

Program Pasca Sarjana UMY Selenggarakan Bedah Buku “Gerakan Keilmuan Islam Modern di Indonesia”

Merupakan sebuah kebiasaan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), jika ada salah seorang dosennya yang telah menyelesaikan sebuah buku, maka akan dibedah secara internal. Bedah buku yang diselenggarakan oleh Pasca Sarjana UMY kali ini, mengangkat buku keenam yang telah ditulis oleh Dr. Arif Budi Raharja, M.Si.

Buku keenam Dr. Arif Budi Raharja, M.Si dengan judul “Gerakan Keilmuan Islam Modern Di Indonesia” dibedah dan dibahas oleh Sus Budiharto, M. Psi. Acara ini dilaksanakan di gedung AR. Fakhruddin lantai 5 dan dihadiri oleh beberapa dosen serta mahasiswa S2 dan S3, Sabtu (30/06).

Latar belakang ditulisnya buku ini adalah berdasar pada rasa keingintahuan Dr. Arif Budi Raharja, M.Si tentang kinerja Perguruan Tinggi Islam (PTI) sebagai transformasi dan pengembangan ilmu. Selain itu, polemik keilmuan Islam pada tingkat konseptual dan praksis menjadi topik yang belum pernah selesai dibahas, menjadi daya tarik tersendiri baginya dalam menuntaskan penulisan buku ini.

Buku yang ditulis oleh Dr. Arif Budi Raharja, M.Si ini memiliki tiga keyword penting seperti yang disampaikan dalam acara bedah buku hari ini. “keyword dari buku saya ini adalah “Gerakan Keilmuan” yang merupakan realitas historis keilmuan, sebagai respon atas realitas tersebut dan menjadi sebuah keyakinan. “Worldview” yang merupakan keyword dari intelektual dan menjadi tujuan utama dalam pendidikan Islam. Dan terakhir “Psikologi” yang merupakan bidang keilmuan yang dinamis dan paling strategis dalam wacana keilmuan Islam ,” jelas Arif yang juga merupakan Kepala Prodi MSI UMY.

Dalam buku ini juga membahas tentang Periodisasi sejarah gerakan keilmuan Islam dan pola gerakan keilmuan Islam modern. Dr. Arif Budi Raharja, M.Si membaginya dalam empat periode. Periode pertama adalah Gerakan Keilmuan Islam pada periode awal, periode kedua adalah Gerakan Keilmuan pada periode pertengahan, periode ketiga adalah Gerakan Keilmuan Modern, dan periode keempat adalah Gerakan Keilmuan Modern.

Buku “Gerakan Keilmuan Islam Modern Di Indonesia” yang juga merupakan hasil disertasi ini didasarkan pada penelitian terhadap dua subjek penelitian yakni dosen dan mahasiswa dari PTI dan PTU (Perguruan Tinggi Umum) yang memiliki program studi Psikologi. Perguruan tinggi tersebut diantaranya adalah Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Yogyakarta) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sedangkan dari PTU adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) yag juga sebagai kontrol dari sampel penelitian tersebut.

Dalam acara bedah buku ini, Sus Budiharto, M.Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi UII dan pembahas atau pembedah buku “Gerakan Keilmuan Islam Modern Di Indonesia”, mengganti tema dari buku tersebut menjadi “Evaluasi Gerakan Keilmuan Psikologi Islam Di Indonesia.” Karena menurutnya, pembahasan dalam buku karya Dr. Arif Budi Raharja, M.Si ini lebih mengacu pada masalah mengenai psikologi.

Sus Budiharto, M.Psi juga memberikan catatan pada buku karya Kepala Prodi MSI UMY ini. Sus Budiharto, M.Psi mengatakan, “Hasil dan rekomendasi penelitian dari buku atau disertasi ini sangat berguna bagi responden. Selain itu, buku ini juga dapat dijadikan dasar bagi PTI penyelenggara program studi Psikologi untuk melakukanContinous Improvement, sebagai perbaikan dari segi penyelenggaraan pendidikannya,” ungkapnya. (sakinah)