Sapto Himawan

Bersama kita maju

KESENIAN

Posted by sapto 7 Comments

1.      Mendengarkan nyanyian

Tanya: saya ingin menanyakan masalah nyanyian, karena acara televisi sekarang ini semarak dengan bermacam nyanyian. Pertnyaanya diantaranya:

  1. Apa hukumnya menyanyi, baik oleh laki-laki maupun perempuan?
  2. Apa hukumnya mendengarkan nyanyian perempuan dan menikmati suaranya?
  3. Lagu apa yang boleh dinyanyikan ata didengarkan?

Jawab: Islam adalah agama yang bersikap positif terhadap dunia. Islam bukanlah agama eskepisme yang menolak segala yang berbau duniawi demi mementingkan kehidupan akhirat semata. Menurut teologi Islam, dunia ini adalah anugerah Tuhan kepada manusia sebagaimana firman-Nya:

“Dialah Allah yyang telah menciptakan segala yang ada dibumi untuk kamu sekalian”. (QS. Al-Baqarah: 29)

Sebagai anugerah Ilahi, dunia ini dalam pandangan Islam adalah baik; ia bukan suat yang buruk yang terbuang dari rahmat Ilahi dan karenanya harus dijauhi. Oleh karena itu, dalam menghadapi dunia para fiqh merumuskan pedoman bersikap dalam bentuk kaidah fiqhiyyah yang berbunyi:

“pada asasnya segala sesuatu itu adalah mubah (diperbolehkan) sampai terdapat dalil  yang melarang”.

Nyanyian dalam agama Islam termasuk dalam kategori urusan dunia dan terhadapnya berlaku kaidah fiqhiyyah diatas. Dengan kata lain, nyanyian itu diiperbolehkan. Bahkan diperlukan sebagai ekspresi dari rasa keindahan yang dimiliiki oleh manusia.pemenuhan terhadap rasa keindahan itu merupakan kebutuhan yang tidak boleh diingkari jikka kita hendak mengakui eksistensi manusia sebagai makhluk estetis.para filosof hukum Islam merumuskan tiga skala prioritas kenbutuhan manusia menurut hukum Islam diantaranya:

  1. Maslahah dharuriyah (kebutuhan yang harus terpenuhi)
  2. Maslahah hajiyyah (kebutuhan yang juga harus dipenuhi)
  3. Maslahah tahsiniyah (kebutuhan yang tidak harus terpenuh)

Kebutuhan terhadap seni secara umum, khusunya lagu, dapat dikategorikan sebagai maslahah tahsiniyah. Didalam hadiist Nabi SAW diriwayatkan:

“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukaii keindahan” (HR. Musim: Shahih Muslim, I:59-60, hadist no 147)

2.      Hukum Gambar Dan Menggambar

Tanya: apakah hadist-hadist yang menerangkan tentang haramnya gambar menggambar ini hadist shahih?

Jawab: hadist-hadist tentang larangan pembuatan patung dan lukisan makhluk bernyawa ini sangat masyhur diikalangan umat Islam dan diriwayatkan didalam berbagai kitab hadist sehingga kedudukannya memang kuat. Bahkan as-Sabuni me

negaskan bahwa hadits-hadits tersebut mencapai batas mutawwatir dan bangsa-bangsa

muslim amat sadar terhadap adanya hadits-haditstersebut sehingga seni patung dan lukisan makhluk bernyawa tidak berkembang di kalangan mereka. Para seniman muslim dalam seni rupa mengutamakan penggunaan ukiran-ukiran geometris, arabeska dan figur-figur tumbuhan-tumbuhan.

Salah satu diantaranya ialah hadits mengenai patung dan gambar makhluk bernyawa hadits riwayat Muslim:

“ Dari Aisyah RA, ia berkata: Rasulallah SAW masuk menemui saya ketika saya sedang berselimut dengan sehelai kain tirai tipis yang padanya ada gambar. Maka wajah beliau berubah, kemudian ia  mengambil tirai itu lalu menyobeknya. Kemudian beliau bersabda: sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya di hari kiamat adalah orang yang meniru ciptaan Allah (shahih muslim)”.

 

Tanya: apakah ada hadits yang menerangkan bahwa gambar dan menggambar itu tergantung kepada illat?

Jawab: majelis tarjih telah membahas masalah hukum gambar, yang menyatakan: gambar itu hukumnya berkisar kepada illatnya, ialah ada 3 macam:

  1. Untuk di sembah, hukumnya haram berdasarkan nash
  2. Untuk sarana pengajaran, hukumnya mubah
  3. Untuk perhiasan,  ada dua macam: pertama, tidak dikhawtirkan mendatangkan fitnah, hukumnya mubah. Kedua,mendatangkan fitnah ada 2 macam: pertama, jika fitnah itu kepada maksiat, hukumnya makruh, dan jika fitnah itu kepada musyrik, hukumnya haram.

Dengan kaidah fiqhiyyah:

العَادَةُمُحَكَّمُةٌ

   ”Adat dapat dijadikan pertimbangan dalam menetapkan hukum”.

الْمَعْرُوْفُ بَيْنَ التِجَارِكَمَالِمَشْرُوْطِ بَيْنَهُمْ

   ”Sesuatu yang dikenal secara kebiasaan seperti sesuatu yang telah ditentukan         sebagai syarat”.

Categories: Agama

PROFIL AKU

sapto


Popular Posts

KESENIAN

1.      Mendengarkan nyanyian Tanya: saya ingin menanyakan masalah nyanyian, karena acara ...

Spur By TOPAPEPE

www.youtube.com/watch?v=FwaUvsXZOvk

Koimizu By TOPAPEPE

http://www.youtube.com/watch?v=ClKtwXt3EuI&feature=youtu.be

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Fiqh Luqathah

بسم الله الرحمن الرحيم Pendahuluan Segala puji bagi Allah, shalawat dan ...