gendysIEPI

Hanya Blog UMY situs lain

inflasi

Posted by Sendy Diana Az Zahra 0 Comment

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

 

Inflasi merupakan masalah ekonomi yang sangat menyedot perhatian para pengamat ekonomi. Seperti sebuah penyakit, inflasi timbul karena berbagai alasan. Sebagian inflasi timbul dari sisi permintaan dan sebagian lagi timbul dari sisi penawaran. Secara teoritis pengertian inflasi merujuk kepada  perubahan tingkat harga(barang dan jasa) umum yang terjadi secara terus menerus akibat adanya kenaikan permintaan agregat atau penurunan penawaran agregat.

Sepanjang sejarah bangsa Indonesia yang sudah berumur 69 tahun, negeri JamrudKhatulistiwa ini telah mengalami banyak inflasi. Bahkan mungkin bukan banyak lagi,mengingat keadaan yang selalu dinamis sehingga inflasi dapat terjadi setiap tahunnya.Dua kejadian yang sangat berbekas pada sejarah bangsa ini adalah inflasi pada tahun1965 dan 1998. Pada tahun 1965 silam terjadi pemberontakan sehingga inflasi tercatatmencapai angka 650%. Lalu pada tahun 1998 Indonesia juga merasakan dahsyatnyagoncangan krisis finansial yang merembet pada kepercayaan. Setelah itu ekonomi Indonesiamulai bergerak dan bangkit kembali.

Untuk itu inflasi harus dapat segera diatasi, karena inflasi yang buruk akan mengurangi investasi diikuti dengan berkurangnya kegiatan ekonomi dan bertambahnya pengangguran sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi suatu Negara.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah Inflasi ini adalah:

  1. Apa Pengertian Inflasi?
  2. Apa Macam-macam Inflasi?
  3. Apa pengaruh Inflasi?
  4. Kebijakan Untuk Mengatasi Inflasi?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari makalah Inflasi ini adalah:

  1. Mengetahui Pengertian Inflasi.
  2. Mengetahui Macam-macam Inflasi.
  3. Mengetahui Teori-teori Inflasi.
  4. Mengetahui Pengaruh Inflasi.
  5. Mengetahui Kebijakan Untuk Mengatasi Inflasi.

 

 

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Inflasi

Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus. Umum berarti kenaikan harga tidak hanya terjadi pada satu jenis barang saja, tapi kenaikan harga itu meliputi kelompok barang yang dikonsumsi oleh masyarakat, terlebih lagi kenaikan itu akan mempengaruhi harga barang lain di pasar. Terus menerus berarti bahwa kenaikan harga terjadi tidak sesaat saja, misalnya kenaikan harga barang menjelang hari raya. Kenaikan harga pada kondisi tertentu tidak menjadi permasalahan kerena harga akan kembali normal.

Secara umum, inflasi merugikan bagi sebagian besar masyarakat.  Untuk mengatasi kerugian ini, maka setiap masyarakat dan semua pelaku ekonomi lainnya harus mampu membaca gejala dan trend inflasi yang sudah pernah terjadi sebelumnya, sebagai salah satu cara mengantisipasi supaya tidak terjadi kerugian yang membengkak akibat terjadinya inflasi. Sebagai contoh, apabila reta-rata inflasi yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya adalah 10% per tahun, maka setiap pengusaha  dapat memasukkan perubahan harga itu dalam struktur harga barang yang dihasilkannya. Begitu pula  dengan kelompok masyarakat yang berpendapatan tetap dapat menuntut kenaikan gaji atau upah sebesar rata-rata inflasi yang terjadi sehingga pendapatannya secara riil tidak mengalami penurunan.

Ciri Ciri Negara Yang Mengalami Inflasi :

  1. Harga-harga barang pada umumnya dalam keadaan naik terus-menerus.
  2. Jalan uang yang beredar melebihi kebutuhan.
  3. Jalan barang relatif sedikit.
  4. Nilai uang (daya beli uang) turun pencegahan inflasi telah lama menjadi salah satu tujuan utama dari kebijaksanaan ekonomi makro pemerintahan dan bank sentral di negara mana pun.

2.2 Macam-Macam Inflasi

Inflasi yang terjadi di suatu negara tentu jenisnya berbeda-beda. Hal ini tergantung dari penyebabnya. Adapun pembagian inflasi adalah sebagai berikut:

  1. Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan
  • Inflasi ringan, yaitu inflasi yang besarnya kurang dari 10% per tahun.
  • Inflasi sedang, yaitu inflasi yang besarnya antara 10% – 30% per tahun.
  • Inflasi berat, yaitu inflasi yang besarnya antara 30% – 100% per tahun.
  • Inflasi sangat berat atau hiperinflasi, yaitu inflasi yang besarnya di atas 100% per tahun.
  1. Inflasi Berdasarkan Benyebab
  • Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation),

Yaitu inflasi yang terjadi karena kelebihan permintaan atas barang dan jasa. Kelebihan permintaan yang tidak dapat dipenuhi produsen tersebut tentu akan mendorong kenaikan harga-harga, karena permintaan lebih besar daripada penawaran.

  • Inflasi Dorongan Biaya Produksi (Cost Push Inflation),

Yaitu inflasi yang terjadi karena kenaikan biaya produksi. Biaya produksi yang naik akan mendorong naiknya harga-harga barang dan jasa. Selain itu, kenaikan biaya produksi akan mengakibatkan turunnya jumlah produksi sehingga penawaran menjadi berkurang, jika penawaran berkurang sedangkan permintaan diasumsikan tetap, maka akibatnya harga-harga akan naik.

  • Inflasi lain-lain

Yaitu inflasi yang terjadi karena berbagai penyebab selain yang sudah disebutkan di atas. Seperti, Inflasi yang disebabkan karena pencetakan uang baru dan inflasi karena lambatnya produksi barang tertentu.

  1. Inflasi Berdasarkan Asal Terjadinya
  • Inflasi dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)

Yaitu inflasi yang hanya disebabkan oleh faktor-faktor penyebab dari dalam negeri. Faktor-faktor penyebab tersebut antara lain, adanya pencetakan uang baru untuk menutup anggaran negara yang defisit karena naiknya permintaan masyarakat dan karena kenaikan biaya produksi di dalam negeri (seperti naiknya upah buruh).

  • Inflasi dari Luar Negeri (Imported Inflation)

Yaitu inflasi yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab dari luar negeri. Inflasi ini timbul karena adanya perdagangan antarnegara. Jika suatu negara mengalami inflasi maka inflasi tersebut dapat menular ke negara-negara lain yang memiliki hubungan dagang dengannya. Contohnya, jika negara kita mengimpor faktor-faktor produksi (berupa bahan baku dan mesin) serta mengimpor barang-barang jadi (seperti motor, mesin cuci, dan kipas angin) dari Jepang, maka jika di Jepang harga faktor-faktor produksi dan barang jadi tersebut naik (inflasi), otomatis negara kita juga akan mengalami inflasi. Sebab barang-barang yang kita buat dengan faktorfaktor produksi dari Jepang tentu akan dijual lebih mahal, dan barangbarang jadi dari Jepang pun dijual lebih mahal.

2.4 Pengaruh Inflasi

 

  1. Pengaruh Terhadap Perekonomian
  • Inflasi Menggalakkan Penanaman Modal Spekulatif

Pada masa inflasi terdapat kecenderungan diantara pemilik modal untuk menggunakan uangnya dalam investasi yang bersifat spekulatif. Membeli rumah dan tanah dan menyimpan barang yang berharga akan lebih menguntungkan daripada melakukan investasi yang produktif

  • Tingkat Bunga Meningkat dan Akan Mengurangi Investasi.

Untuk menghindari kemlorosotan nilai modal yang mereka pinjamkan, institusi keuangan akan menaikkan tingkat bunga keatas pinjaman-pinjaman mereka. Makin tinggi tingkat inflasi, makin tinggi pula tingkat bunga yang akan meraka tentukan. Tingkat bunga yang tinggi akan mengurangi kegairahan penanam modal untuk mengembangkan sektor-sektor produktif.

  • Inflasi Menimbulkan Ketidakpastian Keadaan Ekonomi dan Masa Depan.

Inflasi akan bertambah cepat jalannya apabila tidak dikendalikan. Pada akhirnya inflasi akan menimbulkan ketidakpastian dan arah perkembangan ekonomi tidak lagi dapat diramalkan  dengan baik. Keadaan ini akan mengurangi kegairahan pengusaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.

  • Menimbulkan Masalah Neraca Pembayaran.

Inflasi menyebabkan harga barang impor lebih murah dari pada barang yang dihasilkan di dalam negeri. Maka pada umumnya inflasi akan menyebabkan impor berkembang lebih cepat, tetapi sebaliknya perkembangan ekspor akan bartambah lambat. Hal ini seterusnya akan menimbulkan kemerosotan nilai mata uang. Dan kecenderungan ini akan memperburuk keadaan neraca pembayaran.

  1. Pengaruh Terhadap Individu dan Masyarakat
  • Memperburuk Distribusi Pendapatan

Dalam masalah inflasi nilai harta tetap seperti tanah, rumah, bangunan pabrik dan pertokoan akan mengalami kenaikan harga yang ada kalanya lebih cepat dari kenaikan inflasi itu sendiri. Keadaan tersebut lebih menguntungkan masyarakat yang berpendapatan tinggi karena bisa menginvestasikan uangnya untuk harta tetap tersebut. Sebaliknya, masyarakat yang berpendapatan rendah pendapatan riilnya akan merosot sebagai akibat inflasi. Dengan demikian inflasi melebarkan ketidaksamaan distribusi pendapatan.

  • Pendapatan Riil Merosot.

Sebagian tenaga kerja disetiap Negara terdiri dari pekerja-pekerja bergaji tetap dalam masa inflasi biasanya kenaikan harga-harga selalu mendahului kenaikan pendapatan. Dengan demikian inflasi  cenderung menimbulkan kemerosotan pendapatan riil sebagian besar tenaga kerja. Ini berarti kemakmuran masyarakat merosot

  • Nilai riil tabungan merosot.

Dalam perekonomian biasanya masyarakat menyimpan sebagian kekayaannya dalam bentuk deposit dan tabungan di institusi keuangan. Nilai riil tabungan tersebut akan merosot sebagai akibat inflasi. Juga pemegang uang tunai akan dirugikan karena  kemerosotan nilai riilnya.

2.5 Kebijakan Untuk Mengatasi Inflasi

  1. Kebijakan Moneter

Kebijakan ini adalah kebijakan yang berasal dari bank sentral dalam mengatur jumlah uang yang beredar melalui instrument-instrumen moneter yang dimiliki oleh bank sentral. Melalui instrument ini diharapkan peredaran uang dapat diatur dan inflasi dapat di kendalikan sesuai dengan yang telah ditargetkan sebelumnya. Kebijakan Moneter dapat dilakukan melalui instrument berikut ini:

  1. Politik Diskonto (discount policy) adalah politik bank sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan tingkat bunga. Dengan menaikkan tingkat bunga diharapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang karena orang akan lebih banyak menyimpan uangnya di bank daripada menjalankan investasi.
  2. Politik Pasar Terbuka  (open market policy) dijalankan dengan membeli dan menjual surat-surat berharga. Dengan menjual surat-surat berharga diharapkan uang akan tersedot dari masyarakat.
  3. Politik Persediaan Kas (cash ratio policy) adalah politik Bank Sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan persentase persediaan kas dari bank. Dengan dinaikkannya persentase persediaan kas, diharapkan jumlah kredit akan berkurang.
  4. Pengawasan kredit secara selektif adalah kebijakan Bank sentral untuk memberikan kredit  secara selektif untuk membatasi uang yang beredar dimasyarakat.

 

  1. Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang berhubungan dengan financial pemerintah. Kebijakan fiskal dapat dilakukan melalui instrument berikut ini:

  1. Pengaturan Pengeluaran Pemerintah (APBN), sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan. Pemerintah tidak akan menambah pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.
  2. Menaikkan Pajak. Dengan menaikkan pajak, konsumen akan mengurangi jumlah konsumsinya karena sebagian pendapatannya untuk membayar pajak, dan juga akan mengakibatkan penerimaan uang masyarakat berkurang dan ini berpengaruh pada daya beli masyarakat yang menurun, dan tentunya permintaan akan barang dan jasa yang bersifat konsumtif tentunya berkurang.

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus. Inflasi pada dasarnya mengukur perubahan kenaikan harga dari waktu ke waktu, baik bulanan, triwulanan, maupun tahunan.

Inflasi yang terjadi digolongkan bermacam-macam berdasarkan penyebabnya: Berdasarkan Tingkat Keparahan atau Laju Inflasi (Inflasi ringan, Inflasi sedang, Inflasi berat, Hiperinflasi), Berdasarkan penyebab awal inflasi (Demand Pull Inflation, Cost Push Inflation), Berdasarkan asal inflasi (Domestic Inflation, Imported Inflation).

Dampaknya Inflasi cukup luas dan umumnya selalu buruk yaitu : Inflasi akanmenurunkan pendapatan riil orang-orang yang berpendapatan tetap; Inflasi akan menguranginilai kekayaan yang berbentuk uang dan memperburuk pembagian kekayaan. Selain ituinflasi juga menyebabkan naiknya harga barang dan menurunnya kegiatan ekonomi produktif.Cara mengatasi inflasi tersebut, pemerintah dapat menggunakan 2 cara yaitumemberlakukan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Dengan kerjasama dari BankSentral dan Kementrian Keuangan

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Boediono. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi no.2 EKONOMI MAKRO. BPFE-YOGYAKARTA. Yogyakarta. 2001. hlm. 161

 

http://adenovittpunya.blogspot.com/2013/05/makalah-inflasi.html

http://www.pengertianpakar.com/2015/09/pengertian-inflasi-ciri-jenis-penyebab.html#

 

Sadono Sukirno. Pengantar Teori Ekonomi MakroEdisi Kedua. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta. 2002. hlm. 308

 

Suparmono. Pengantar Ekonomika Makro. Unit Penerbit dan Percetakan(UPP) AMP YKPN. Yogyakarta. 2004. hlm. 128

 

https://www.academia.edu/12318359/isi_makalah_Teori_Inflasi_semester_1_

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Sendy Diana Az Zahra


Popular Posts

impian dan perekonom

Traveling to any beautifull part in indonesia Make a ...

Nama : Sendy Diana Az Zahra Nim    : 20160430061 Pertumbuhan ...

annotated bibliograp

Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah(Studi ...

inflasi

BAB I PENDAHULUAN   A. Latar Belakang   Inflasi merupakan masalah ekonomi yang sangat menyedot ...