Welcome to Sevi's Blog

Hanya Blog UMY situs lain

Dibalik Bukit Andromeda

Posted by 20130220126 Sevi O.F. 6 Comments
url

3 jam sudah  aku  menunggu  disini. Diatas  kaki bukit yang tidak terlalu tinggi, bukit Andromeda. Hamparan hijau yang beratapkan awan luas mulai gelap dan semakin gelap. Mentari yang selalu menyengatkan kulit kini mulai bersembunyi dibalik lautan yang sepi. Rerumputan pun meliak-liuk seakan mengisyaratkanku untuk cepat-cepat pulang. Namun hatiku tak tergoyahkan. Aku akan tetap menunggu sampai kak Rhee datang. Kami memang hanya sebatas sahabat. Bukan sepasang kekasih yang selalu manyisihkan porsi waktu yang banyak  untuk berdua, tapi setidaknya dia selalu hadir disini manakala aku memintanya datang. Sayangnya kali ini tidak seperti biasanya. Dia sudah membuatku menunggu terlalu lama.

Tit..tit..tit… Handphone yang dari tadi berada pada genggamanku bergetar.

Naura, mafkan kak Rhee… Kakak akan cepat-cepat kesitu. Tunggu sebentar, dan jaga dirimu baik-baik.

Emm, ternyata benar SMS dari kak Rhee. Dadaku turun menghembuskan nafas lega.  Kekhawatiran dan kekesalanku kini sudah sedikit berkurang. Semoga saja dia benar cepat kesini. Aku tidak sabar mengeluarkan segelumit masalah yang berputar-putar di otak. Rasanya tenagaku sudah terkuras terlalu banyak karena masalah itu. Apalagi hasil tes yang diwarnai dengan nilai-nilai merah itu menari indah diatas kertas. Belum lagi soal-soal remidi yang harus aku kerjakan dengan susah payah. Dan satu lagi yang membuat lidahku makin pahit, sebelah mata mungilku yang semakin menyempit ini harus segera dioperasi jika keadaanya semakin parah. Dokter memang tidak pernah mengatakan seberapa parah penyakitku ini, namun rasanya itu sudah cukup  menghilangkan senyum serta masa depanku. Dan Kak Rhee… dia bagaikan malaikat yang selalu ada disisihku.

Huft… ternyata belum datang juga. Pasti di jalan macet makanya lama sekali. Atau mungkin ada sesuatu yang mendesak. Aghh, Naura… dia pasti sebentar lagi datang.

Tit..tit..tit.. Sms baru. Hhhh… Ternyata bukan Kak Rhee, tapi Mama.

Ra,sdh mlm,km d mana??

Naura lg d rmh tmen ngrjain tugas, sbentar lg plng k’ ma..

Jgn sampe kemaleman lho..                                                    

Iya,lagian nnti pulangnya jg dianter… jd mama gak usah khawatir.

Maafkan aku Ma… Sebenarnya Naura tidak ingin berbohong, tapi mau gimana lagi?? Kalau Mama tau aku lagi di atas kaki bukit, pasti bakal marah sekali.

Pukul  20.00 WIB. Kak Rhee lama sekali. Udaranya juga semakin dingin. Untung tubuhku terbalut oleh baju seragam, yang  rok dan atasannya bermodel panjang, jadi tidak membuatku menggigil. Hatiku sudah semakin kesal menunggu kak Rhee. Tapi jika aku pulang sekarang, untuk apa dari tadi menunggu Kak Rhee sampai semalam ini??? Kak Rhee… kenapa kau tak datang-datang… aku yakin kak Rhee tidak mungkin mempermainkanku. Aku harus mengerti kesibukannya yang sedang mempersiapkan untuk masuk kuliah. Ya… dia lebih tua dua tahun dari padaku. Aku kelas X dan Kak Rhee kelas XII. Dan itu berarti sebentar lagi kami akan berpisah. Aku khawatir Kak Rhee akan melupakanku saat kuliah nanti.

Emm, pukul 21.00 WIB. Kak Rhee… Aku benci semua ini…

Pukul 22.00 WIB. Hampir tengah malam. Suasana semakin sepi. Jalan raya yang terlihat dari kaki bukitpun mulai jarang kendaraan. Dinginnya udara malam sudah menusuk sampai  tulang. Kepalaku juga mulai berat. Berkali-kali mulutku menguap lebar, namun tidak bisa tidur. Aku memengok disekelilingku. Terlihat batu kecil bersembunyi diantara semak-semak. Aku mengambilnya dan kubaringkan tubuh mungilku diatas rumput-rumput runcing yang menusuk-nusuk tubuhku. Sungguh terasa sangat geli. Batu kecil yang kotor itu dengan senang hati menyangga kepalaku. Gelap, takut, dingin, sendiri,  dan suara nyanyian nyamuk yang mengganggu tak membuatku kapok untuk terus menunggu.

Tidak ada SMS. Kenapa Kak Rhee nggak ngasih kabar apapun? Apa dia benar-benar akan kesini? Atau jangan-jangan dia memang tidak akan kesini? Aku yakin Kak Rhee tidak akan mengingkari janji. Dia pasti datang. Kalaupun tidak datang, semestinya kan ada SMS atau apapun. Tapi bisa saja pacar Kak Rhee tiba-tiba melarangnya untuk datang menemuiku. Apalagi ini tempat khusus yang hanya diketahui oleh kami berdua. Dia pasti akan cemburu. Lalu mengancam Kak Rhee, dan akhirnya Kak Rhee membatalkan untuk datang kesini. Apa benar begitu??? Agh… Naura, mikir apa si kamu! Bukannya Kak Rhee pernah berjanji tidak akan pacaran sebelum kuliah? Jadi sekarang dia pasti belum punya pacar. Lagian sebenarnya aku tidak rela kalau Kak Rhee milik orang lain.

Pukul 22.22 WIB. Tiba-tiba SMS masuk. Pasti dari Kak Rhee. Mungkin dia sudah sampai.

Ra… kenapa blm plng? Mama tidak suka kamu nginep lg d rmh tmen kya kmaren! Cpt plng…

Uhhh ternyata Mama lagi.

 

ѳ        ѳ       ѳ

 

Sedikit demi sedikit mataku mulai terbuka. Silau! Sinar apa ini?? Aku bergegas bangun. Dengan cepat telapak tanganku berusaha menutup sumber cahaya itu. Sebentar kepalaku menengok kekanan lalu kekiri. Rumput? Batu? Cahaya Matahari?? Oh.. ya ampun.. ternyata tadi malam aku tertidur disini. Lalu… Mana Kak Rhee??

“Naura…”

Suara lembut itu??? Iya… pasti Kak Rhee. Tak salah lagi pasti Kak Rhee! Sebentar aku mengambil nafas. Pelan kepalaku menengok kebelakang. Hati-hati aku melihat wajahnya. Satu.. dua.. tiga … Syukurlah, ternyata benar Kak Rhee.

“Aku yakin Kak Rhee gak akan ingkar janji… dan sekarang terbukti kan?” puasku.

“ Tapi kenapa kau pake’ acara tidur disini? Besok kan masih ada waktu? Kalau sakit gimana?” tanyanya cemas.

“Iya… Naura minta maaf deh.. Habisnya Kak Rhee juga yang nggak dateng-dateng! Hanya Kak Rhee satu-satunya sahabatku, dan Naura nggak ingin seorang sahabat mengingkari  janjinya. Hehe…” Pipiku langsung mengembang. Sungguh senyum termanis yang baru pernah aku keluarkan.

“Pokoknya Kakak janji ini akan menjadi awal sekaligus akhir Kakak datang terlambat.” Dia membalas senyumanku. Emm, tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang deba dari dirinya ya? Entah apa itu. Sepeti bukan Kak Rhee yang aku kenal. Aghh ini pasti perasaanku saja. Jelas-jelas dihadpanku adalah Kak Rhee, masih saja berpikiran aneh-aneh.

Kita sempat terdiam beberapa saat dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Sebentar aku meliriknya dan memalingkan lagi ketika dia mulai memandangku. Sesaat mataku bertemu tepat pada bola matanya yang hitam. Pandangannya sangat tajam sampai membuatku salah tingkah. Kakinya yang jenjang pelan melangkah mendekatiku. Dia mendekat, mendekat dan… lebih dekat lagi. Sekarang kami hanya berjarak beberapa cm  saja. Aku tidak tau apa yang akan dia lakukan, dan aku juga tidak tahu apa yang seharusnya aku lakuakan. My God…  Apa dia akan mengatakan jika ternyata dia juga menyukaiku?? Ayolah,katakan sekarang!

“Naura….” Desahnya halus. Aku hanya bisa diam membeku tanpa berbicara sepatah katapun. Matanya menatapku lurus-lurus. Aku melihat tangannya ingin menjangkau tangaku. Pelan jariku terasa dingin.

“ Kak Rhee…??? Kenapa tanganmu dingin sekali?? Sungguh, ini benar-benar seperti es. Sebanarnya ada apa dengan kakak?? Kak??” dia hanya diam. Dan, Seketika aku terkejut. Nafasnya….  Dari tadi aku tak merasakan hembusan nafasnya. Detak jantungnyapun juga tak bisa kudengar.

“Ka-k  R-h-e-e….?” tanyaku terbata bata.

Blamm!! Dia langsung melepas tanganku dan lari menjauhiku. Namun aku masih terdiam memikirkan kejadian tadi. Tubuhku terasa kaku. Melihat punggungnya yang semakin menjauh membuat suaraku semakin tersendat di tenggorokan. Hey Ra! Kenapa kamu hanya terdiam?? Ayo cepat kejar Kak Rhee! cepat!!! Sebelum dia menghilang!

“Kak Rhee tunggu!!” jeritku dan langsung melesat mengejarnya. Kakiku hanya bisa menepak kecil-kecil dan kurasa tak akan pernah bisa mengejarnya. Dia berlari bagaikan kuda, namun aku tak perduli. Mau seberapa aku akan tertinggal, aku harus tetap mengejar Kak Rhee. Dia tidak boleh pergi.

Hutf hutf hutf..  Nafasku terengah-engah. Lebih baik aku memutuskan untuk berhenti sebentar. Walau penglihatanku sudah mulai kabur. Nampaknya dia juga berhenti, entah ingin menungguku atau alasan lainnya. Tak berapa lama dia menengok kearahku. Namun sayang, dia langsung berlari lagi. Kurasa dia akan menuju atas bukit. Aku harus tetap mengejarnya! Kini dipikiranku hanya berlari. Berlari dan berlari. Bahkan kini rasa lelah pun sampai tak kurasakan. Tangkai, dahan, maupun ranting aku sambar saja, tak perduli apapun itu. Yang aku pikirkan hanyalah mengejarnya. Aku ingin menyentuhnya sekali lagi. Mencari tau jika yang tadi aku rasakan itu salah. Mana mungkin Kak Rhee tak bernafas? Dan sangat mustahil detak jantungnya tidak ada. Pasti aku keliru.

“Kak Rhee, berhentilah! Aku sudah tidak sanggup lagi mengejar Kakak!” jeritku seraya terus berlari. Sayang  dia tidak memperdulikanku. Jalannya yang terus menanjak membuat kakiku kram. Kini tenagaku benar-benar terkuras habis. Sampai-sampai pohon cemara dan bebatuan disekelilingku berputar-putar tak teratur. Itu membuatku mual. Pusing sekali rasanya.

“Kak.. aku mohon…” suaraku mulai lemas. Aku merasa semuanya semakin gelap.

“Kak….” Pasti tak akan bisa berjalan lagi. Lebih baik berhenti sebelum tubuhku tergeletak tak berdaya. Akhirnya aku memutuskan untuk berjongkok. Kini pandanganku semakin terasa aneh. Atap-atap rumah itu mengapa terlihat sangat kecil? Lalu apa itu? Banyak sekali semut semut yang berjalan. Aghhh!! Bukannya itu orang!! Jalan Raya? Mobil? Truk? Bus?? Uhmm, ternyata aku baru sadar aku sudah berada di atas puncak tertinggi. Ya… aku melihat  keindahan yang luar biasa. Subhanallah…. Ternyata dunia ini begitu indah! Hijau… sejuk…dan menenangkan.

“Aku sengaja membuatmu datang kemari. Kau selalu mengatakan tidak akan bisa menaiki puncak ini. Tapi sekarang, buktinya kau bisa melakukannya kan? Kau tahu kenapa? Karena kau berusaha dengan satu tujuan tanpa memperdulikan apapun. Dengar! Kau telah melewati jalan yang sangat terjal dan menanjak. Kau menyambar semua yang ada dihadapanmu. Sampai-sampai kau tidak merasakan kakimu berdarah karena tadi tersangkut ranting. Apa kau tak menyadari dirimu sangat hebat?” dia malah tersenyum padaku.

“ Aku tidak mengerti apa yang Kak Rhee katakan!”

“Naura, kau harus melupakan Kakak. Hadapi masalahmu sendiri seperti kau mengejar Kakak. Jangan pedulikan apappun. Kakak tahu kau hebat! Kau pasti bisa meraih mimpimu  seperti yang kau lakukan sekarang! Lihatlah, dunia ini begitu indah, seperti mimpimu!

“Kakak akan pergi meninggalkanku?” tanyaku was was. Dia hanya membalas dengan senyuman. Biibirnya lalu mendekat ketelingaku.

“Aku akan selalu ada dihatimu.” Bisiknya pelan. Dan seketika itu sosoknya menghilang layaknya sebuah bayangan.

Ra.. pulanglah, apa kau tak ingin menyaksikan pemakaman terakhir Kak Rhee?? Ibu sangat khawatir padamu. Mama?? Aku tersentak kaget melihat SMS itu. Seketika tubuhku lemas tak berdaya.

“Jika Kak Rhee telah tiada, lalu…. Ta-ta-di itu si-a-pa???”

Categories: Cerpen Remaja

PROFIL AKU

20130220126 Sevi O.F.


Popular Posts

Dieng Potensi Besar

Tema : Pemberdayaan Petani Berbasis Kearifan Lokal Apakah kalian sering mendengar ...

UMY yang Muda Mendun

Tema : Kesan tentang Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Kata Muda ...

Show Your Self Posit

Tema : Pemanfaatan Blog untuk Personal Branding Pernahkah kalian mendengar istilah ...

Dibalik Bukit Androm

3 jam sudah  aku  menunggu  disini. Diatas  kaki bukit yang ...

Tunjukkan Dirimu Seb

Tema : Peran Generasi Muda Dalam Pembangunan Pertanian Letak geografis yang ...