Perekonomian Indonesia

Hanya Blog UMY situs lain

Annotated Bibliography

Posted by 20160430087 0 Comment

UTANG LUAR NEGERI DAN PENANAMAN MODAL ASING DI INDONESIA

ULN atau Utang Luar Negeri saat ini menjadi perdebatan publik, khususnya dari Negara berkembang tak terkecuali Indonesia, yang selama ini sering muncul adalah besarnya beban hutang yang harus ditanggung, bahkan merugikan pembangunan atau membuat rakyat di negara-negara peminjam menderita.Padahal tujuan utama peminjaman adalah untuk menjalankan pembangunan ekonomi dan sosial sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan di negara-negara peminjam.

Pemanfaatan Utang Luar Negeri (ULN) atau bantuan luar negeri sebagai sumber  pembiayaan pembangunan atau pertumbuhan ekonomi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi dan sosial. Bukan hanya di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, melainkan juga di negara-negara yang sekarang dikenal sebagain negara-negara maju . Satu contoh yang sangat terkenal adalah pembangunan kembali negara-negara  Eropa Barat pasca perang dunia PD II padadekade 1950an melalui bantuan dana yang sangat besar dari Amerika Serikat (AS), yang dikenal dengan Marshall Plan

Indonesia memiliki kondisi perekonomian menjanjikan pada awal dekade 1980-an sampai pertengahan dekade 1990-an. Hal ini ditunjukkan dengan angka inflasi yang stabil, jumlah pengangguran yang cukup rendah seiring dengan kondusifnya iklimi nvestasi yang ditandai dengan kesempatan kerja yang terus meningkat, angka kemiskinan yang cukup berhasil ditekan, dan sebagainya. Namun perekonomian Indonesia akhirnya runtuh oleh terjangan krisis ekonomi yang melanda secara global diseluruh dunia pada tahun 1997. Hal ini menyebabkan tingginya angka inflasi, nilai kurs rupiah yang terus melemah, tingginya angka pengangguran seiring dengan kecilnya kesempatan kerja, dan ditambah lagi dengan semakin membesarnya jumlah utang luar negeri Indonesia akibat kurs rupiah yang semakin melemah karena utang luar negeri Indonesia semuanya dalam bentuk U$ Dollar

Upaya untuk kembali menstabilkan kondisi perekonomian Indonesia pemerintah Indonesia melakukan berbagai cara, salah satunya dengan mengambil kebijakan ekonomi dengan melakukan pinjaman terhadap negara lain atau lembaga-lembaga keuangan internasional, yang tentunya disertai dengan beberapa persyaratan-persyaratan tertentu, dan menggalakkan Penanaman Modal Asing yang telah ditetapkan melalui undang-undang No.1/ tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA), yang diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi di Indonesia dari waktu ke waktu yang kemudian menciptakan iklim investasi yang kondusif selama proses pembangunan di Indonesia

Arus masuk modal asing (capital inflows) berperan dalam menutup gap devisa yang ditimbulkan oleh defisit pada transaksi berjalan. Selain itu, masuknya modal asing juga mampu menggerakkan kegiatan ekonomi yang lesu akibat kurangnya modal (saving investment gap) bagi pelaksanaan pembangunan ekonomi Modal Asing ini selain sebagai perpindahan modal juga dapat memberikan kontribusi positif melalui aliran industrialisasi dan modernisasi. Dalam jangka pendek, utang luar negeri sangat membantu pemerintah Indonesia dalam upaya menutup defisit anggaran pendapatan dan belanja negara, akibat pembiayaan pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan yang cukup besar. Dengan demikian, laju pertumbuhan ekonomi dapat dipacu sesuai  dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Tetapi dalam jangka panjang, ternyata utang luar negeri pemerintah tersebut dapat menimbulkan berbagai persoalan ekonomi di Indonesia. Beberapa negara bahkan tercatat aktif dalam hal memberikan bantuan berupa pinjaman kepada Indonesia, baik di Asia, Eropa bahkan Amerika Serikat serta beberapa lembaga keuangan internasional lainnya

Utang Luar Negeri merupakan konsekuensi biaya yang harus dibayar sebagai akibat pengelolaan perekonomian yang tidak seimbang, ditambah lagi proses pemulihan ekonomi yang tidak komprehensif dan konsisten. Pada masa krisis ekonomi, utang luar negeri Indonesia, termasuk utang luar negeri pemerintah telah meningkat drastis.Sehingga, pemerintah Indonesia harus menambah utang luar negeri yang baru untuk membayar utang luar negeri yang lama yang telah jatuh tempo. Akumulasi utang luar negeri dan bunganya tersebut akan dibayar melalui APBN RI dengan cara mencicilnya pada tiap tahun anggaran. Hal ini menyebabkan berkurangnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat pada masa mendatang, sehingga jelas akan membebani masyarakat,khususnya para wajib pajak di Indonesia

Salah satu impak dari kehadiran PMA di Indonesia selama era orde baru adalah pertumbuhan PDB yang pesat, yakni rata-rata per tahun antara 7% hingga 8% yang membuat Indonesia termasuk negara di ASEAN dengan pertumbuhan yang tinggi. Tidak  bisa dipungkiri bahwa pertumbuhan investasi dan PMA pada khususnya di Indonesia, didorong oleh stabilitas politik dan sosial, kepastian hukum, dan kebijakan ekonomi yang kondusif terhadap kegiatan bisnis di dalam negeri, yang semua ini sejak krisis ekonomi 1997 hingga saat ini sulit sekali tercapai sepenuhnya.

Negara-negara berkembang termasuk Indonesia memanfaatkan ULN dan PMAsebagai dana untuk pembangunan baik infrastruktur maupun pembangunan ekonomi, tetapi pada kenyataannya dana ULN dan PMA selama ini tidak semata-mata memberikan hasil yang diharapakan, melainkan dampak buruk yang berakibat jauh sampai saat ini.

 

Adwin Surya, A. (2008,Mei 1). Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia Perkembangan dan Dampaknya. Retrieved  November 16, 2018, from Jurnal Akutansi dan Keuangan : http://jurnalakuntansi.petra.ac.id/index.php/aku/article/pdf.

Artikel dengan judul Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia Perkembangan dan Dampaknya menjelaskan tentang Perkembangan jumlah utang luar negeri Indonesia dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Hal ini tentu saja menimbulkan berbagai konsekuensi bagi

bangsa Indonesia, baik dalam periode jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam periode jangka pendek, utang luar negeri harus diakui telah memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi pembiayaan pembangunan ekonomi nasional Sehingga dengan terlaksananya pembangunan ekonomi tersebut, tingkat pendapatan per kapita masyarakat bertumbuh selama tiga dasawarsa sebelum terjadinya krisis ekonomi.

Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, yang didahului oleh krisis moneter di Asia Tenggara, telah banyak merusakkan sendi-sendi perekonomian negara yang telah dibangun selama PJP I dan awal PJP II. Penyebab utama terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, juga sebagian negara-negara di ASEAN, adalah ketimpangan neraca pembayaran internasional. Defisit current account ditutup dengan surplus capital account, terutama dengan modal yang bersifat jangka pendek (portfolio invesment), yang relatif fluktuatif. Sehingga, apabila terjadi rush akan mengancam posisi cadangan devisa negara, akhirnya akan mengakibatkan terjadinya krisis nilai tukar mata uang nasional terhadap valuta asing. Hal inilah yang menyebabkan beban utang luar negeri Indonesia, termasuk utang luar negeri pemerintah, bertambah berat bila dihitung

berdasarkan nilai mata uang rupiah.

Semakin bertambahnya utang luar negeri pemerintah, berarti juga semakin memberatkan posisi APBN RI, karena utang luar negeri tersebut harus dibayarkan beserta dengan bunganya. Ironisnya, semasa krisis ekonomi, utang luar negeri itu harus dibayar dengan menggunakan bantuan dana dari luar negeri, yang artinya sama saja dengan utang baru, karena pada saat krisis ekonomi penerimaan rutin pemerintah, terutama dari sektor pajak, tidak dapat ditingkatkan sebanding dengan kebutuhan anggaran belanjanya

Abdul Malik (2017, Januari 2).Pengaruh Utang Luar Negeri dan Penanaman Modal Asing Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Retrieved November 16, 2018, from neliti.com : file:///C:/Users/Acer/AppData/Local/Temp/216-615-1-PB.pdf

Dalam jurnal ini, Dari hasil uji t, varibel penanaman modal asing secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini sesuai dengan penelitian yang di lakukan olehThomas Budiman Syah (2005) yang menyatakan bahwa Bahwa modal asing berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.Dari hasil uji F, variabel utang luar negeri dan penanaman modal asing secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Hal ini sesuai dengan penelitian yang di lakukan oleh Somo Ghofur (2008) variableinflasi, penanaman modal asing dan utang luar negeri pemerintah berdasarkan hasil uji secara bersama sama, semua variable secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia

Jadi, Penanaman modal asing dapat dimanfaatkan oleh Negara berkembang dalam memacu kenaikan pertumbuhan ekonomi, untuk menjaga dan mempertahankan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dengan perubahan dan perombakan yang substansial dalam struktur produksi dan dalam mobilisasi sumber dana transformal struktural. Penanaman modal asing dapat mengisi kesenjangan antara persediaan tabungan, cadangan devisa, penerimaan pemerintah, dan keahlian manajerial yang terdapat di negara penerimanya dengan tingkat persediaan yang dibutuhkan untuk dapat mencapai target-target pertumbuhan dan pembangunan ekonominya. Maka, penanaman modal asing yang masuk akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Semakin besar modal asing yang masuk, semakin tinggi pertumbuhan ekonominya.

Arwini Fajriah, A. (2011, April 1).  Analisis Utang Luar Negeri dan Penanaman Modal Asing Terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia. Retrieved November 16, 2018, from google.scholar : http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/969/ARWINY%20FAJRIAH%20ANWAR%20(A11106057).pdf

Dalam jurnal ini  investasi didorong oleh pertimbangan ekspektasi keuntungan jangka panjang yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, pertumbuhan penduduk serta faktor-faktor lain. Investasi bervariasi secara langsung dengan pendapatan, hal ini karena investasi berhubungan dengan keuntungan, dan sebagian besar investasi dibiayai secara internal dari keuntungan perusahaan. Bila pendapatan naik, keuntungan juga naik dan demikian pula tingkat investasi. Bila tingkat pendapatan atau output rendah,ini berarti dunia usaha mempunyai cukup banyak kelebihan kapasitas produksi hingga tak ada dorongan membeli barang-barang kapital baru. Pengaruh investasi asing langsung terhadap pertumbuhan ekonomi merupakan arti penting bagi negara sedang berkembang termasuk Indonesia

Investasi memungkinkan suatu masyarakat terus-menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional danmeningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. Pengaruh dari peran ini bersumber dari tiga fungsi penting dari kegiatan investasi dalam perekonomian. Pertama, investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat. Maka kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat dan pendapatan nasional. Peningkatan seperti ini akan selalu diikuti oleh pertambahan dalam kesempatan kerja. Kedua, pertambahan barang modal sebagai akibat investasi akan menambahkan kepastian memproduksi di masa depan dan perkembangan ini akan menstimulir pertambahan produksi nasional dan kesempatan kerja. Ketiga, investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi. Perkembangan akan memberikan sumbangan penting ke atas kenaikan produktivitas dan pendapatan per kapita masyarakat

Jadi, penelitian dalam jurnal ini mengandung hasil bahwa Perkembangan utang luar negeri (foreign debt) Indonesia selama kurun waktu penelitian menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Berdasarkan hasil estimasi data diperoleh utang luar negeri berpengaruh negatif terhadap PDB, ceteris paribus. Hal ini disebabkan oleh masih tingginya jumlah cicilan pokok utang dan bunga yang harus dibayarkan oleh pemerintah. Perkembangan nilai penanaman modal asing (PMA) di Indonesia selama kurun waktu penelitian menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Walaupun realisasi PMA masih tergolong kecil dan masih fluktuatif namun angka tersebut ternyata masih memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap kenaikan PDB Indonesia sebesar, ceteris paribus.

Khairin Majid, (2013, April 18). Analisis Pengaruh Utang Luar Negeri Dan Penanaan Modal Asing Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 1986 – 2011. Retrieved November 16 , 2018, from google.scholar : https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/43715050/jurnal.pdf

Pada jurnal ini menunjukan perkembangan jumlah utang luar negeri Indonesia dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Hal ini tentu saja menimbulkan berbagai konsekuensi bagi bangsa Indonesia, baik dalam periode jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam periode jangka pendek, utang luar negeri harus diakui telah memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi pembiayaan pembangunan ekonomi nasional. Sehingga dengan terlaksananya pembangunan ekonomi tersebut, tingkat pendapatan per kapita masyarakat bertumbuh hingga sebelum terjadinya krisis ekonomi. Sedangkan dalam jangka panjang akumulasi dari utang luar negeri pemerintah ini tetap saja harus dibayar melalui APBN, artinya menjadi tanggung jawab para wajib pajak. Dengan demikian, maka dalam jangka panjang pembayaran utang luar negeri oleh pemerintah Indonesia sama artinya dengan mengurangi tingkat kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia masa mendatang.

Defisit current account ditutup dengan surplus capital account, terutama dengan modal yang bersifat jangka pendek (portfolio invesment), yang relatif fluktuatif. Sehingga, apabila terjadi rush akan mengancam posisi cadangan devisa negara, akhirnya akan mengakibatkan terjadinya krisis nilai tukar mata uang nasional terhadap valuta asing. Hal inilah yang menyebabkan beban utang luar negeri Indonesia, termasuk utang luar negeri pemerintah, bertambah berat bila dihitung berdasarkan nilai mata uang rupiah.

Semakin bertambahnya utang luar negeri pemerintah, berarti juga semakin memberatkan posisi APBN RI, karena utang luar negeri tersebut harus dibayarkan beserta dengan bunganya. Ironisnya, semasa krisis ekonomi, utang luar negeri itu harus dibayar dengan menggunakan bantuan dana dari luar negeri, yang artinya sama saja dengan utang baru, karena pada saat krisis ekonomi penerimaan rutin pemerintah, terutama dari sektor pajak, tidak dapat ditingkatkan sebanding dengan kebutuhan anggaran belanjanya. Penanaman Modal Asing (PMA) lebih banyak mempunyai kelebihan diantaranya sifatnya jangka panjang, banyak memberikan andil dalam alih teknologi, alih keterampilan manajemen, membuka lapangan kerja baru. Lapangan kerja ini, sangat penting bagi negara sedang berkembang mengingat terbatasnya kemampuan pemerintah untuk penyediaan lapangan kerja

Syaparuddin Syaparudin. Etik Umiyati. Jaya Kesuma Edy (2015 april 1). Pengaruh Hutang Luar Negeri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Thailand, Malaysia, Fhilipina, Vietnam Dan Burma Periode 1990-2013. Retrieved  November 12, 2018.  From neliti.com : https://www.neliti.com/publications/209635/pengaruh-hutang-luar-negeri-terhadap-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-thailand-mala

Jurnal dengan judul PENGARUH HUTANG LUAR NEGERI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA, THAILAND, MALAYSIA, PHILIPINA, VIETNAM DAN BURMA PERIODE 1990-2013 menjelaskan tentang hutang luar negeri di banyak negera termasuk negara-negara di Asia Tenggara khususnya Indonesia, Thailand, Malaysia, Fhilipina, Vietnam dan Burma yang menjadi Negara berpenghutang besar. Metode yang penelitian ini adalah metode eksplanatori.Guna meneliti keterkaitan atau hubungan dan pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen yang diteliti, maka sifat dari penelitian ini adalah verifikatif. Rata-rata hutang luar negeri tujuh Negara selama periode 1990-2013 rata-rata Indonesia (US$ 145.858,5); MaIaysia (US$51.941,92); Vietnam (US$ 27.027,79); Thailand (US$ 78.467,79), Fhiplipina (US$52.228,88) dan Myanmar (US$ 5.918,48). Peningkatan hutang luar negeri berakibat pada perlambatan atau penurunan pertumbuhan ekonomi selama periode 1990-2013 terjadi Indonesia, Malaysia dan Vietnam serta Thailand. Sedangkan yang dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi terjadi di Fhilipina dan Myanmar.Pengaruh hutang luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi Negara-negara ASEAN adalah negatif dan signifikan.

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

20160430087


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Harapan setelah menyelesaikan semester ini Mampu menerapkan ilmu yang ...

UK 1 Perekonomian In

Bagaimana kondisi perekonomian Indonesia dalam 5 tahun terakhir? Jelaskan ...

UK 1 Perekonomian In

Bagaimana kondisi perekonomian Indonesia dalam 5 tahun terakhir? Jelaskan ...

Annotated Bibliograp

UTANG LUAR NEGERI DAN PENANAMAN MODAL ASING DI INDONESIA ULN atau ...