Pendidikan Kesehatan di Rumah Sakit

Pendidikan   Kesehatan di Rumah Sakit

 

Saya bekerja di Rumah Sakit di bagian Komite Pencegah dan Pengendali Infeksi. Salah satu tugas saya adalah memberikan edukasi kepada pasien , pengunjung , peserta didik dan karyawan. Setiap bulan kami laksanakan 1- 2 kali untuk pengunjung. Tempat Pelaksanaanya kalau sasaranya adalah peengunjung biasa saya lakukan di depan klinik dalam, Bedah dan Ruang ruang tunggu Pasien. Sedangkan kalua sasaranya mahasiswa dan petugas tempatnya di Ruang Aula Rumah Sakit. Tapi pelaksanaan untuk karyawan paling 6 bulan sekali, dan untuk mahasiswa setiap ada mahasiswa baru praktik di Rumah Sakit.

Materi dari pendidikan kesehatan yang saya sampaikan di antaranya adalah kebersihan tangan, bagaimana etika batuk, dan kwaspadaan isolasi. Dan materi yang saya sampaikan sesuai dengan sasaranya. Yang pertama pendidikan pada smua karyawan Rumah Sakit. Pendidikan ini di bagi dalam beberapa kelompok dan beberapa hari. Materi untuk karyawan lebih luas , kwaspadaan isolasi, HH, manajemen Limbah< penggunaan APD, dll.Adapun metode yang saya pakai adalah metode ceramah dan diskusi. Sebelum materi di mulai saya berikan pre test , adapun maksud dari pre test tersebut buat mengukur seberapa jauh mereka sudah ketahui materi yang akan saya sampaikan.  Pendikan biasa berlangsung sampai dua hari.setiap sesi saya berikan kesempatam untuk bertanya dan berdiskusi. Di akhir sesi saya lakukan post test untuk mengukur seberapa jauh petugas sudah menyerap materi yg saya sampaikan. Yang selama ini sudah saya lakukan hasil dari post test nilanya tidak ada yang di bawah 60, ini menunjukan mereka bia mengerti apa yg saya sampaikan. Sasaran yang kedua adalah pengunjung pasien, untung pengunjung ini kamai sampaikan tentang kebersihan tangan dan etika batuk dengan metode ceramah dengan menggunkan Bahasa yang mudah di mengerti oleh mereka. Untuk kebersihan tangan yg saya sampaikan adalah langkah kebersihan tangan, dampak yg di timbulkan bila tidak melaksanakan kebersihan tangan, kapan harus melakukan kebersihan tangan. Kadang kami juga putar video buat menarik para pengunjung dan mudah mereka ingat.  Sebelum materi yang kedua kadang kita panggil mereka dan suruh saya demokan melakukan kebersihan tangan, dan yang bias melakukan keberihan tangan dengan benar kami berikan hadiah coklat. Di lanjut memberikan pendidikan etika batuk. Etika batuk yang berikan adalah bagaiman cara etika batuk yang benar di depan umum dan tidak ada fasilitas. Maka saya sampaikan lakukan penutupan saat bersin atau batuk menggunakan lengan atas sebelah dalam, kenapa menggunakan lengan atas dalam, karena kemungkinan untuk bersinggungan dengan orang saat bertemu minimal sekali, sehingga mengurangi penularan melalui kontak. Yang kedua adalah cara etika batuk bila mana ada fasilitas. Fasilitas yang saya maksud adalah terdapat tisu, masker, handrubs dan tempat sampah. Bagaimana cara etika batuk ketika ada fasilitas ? saya akan sampaikan bahwa caranya adalah saat batuk kita tutup menggunakan tisu, kmd tisu di buang ke tempat sampah infeksius dan terakhir adalah melakukan kebrsihan tangan. Pendidikan kepada pengunjung ini biasa saya lakukan 1 sampai 2 kali dlam satu bulan. Ini merupakan peran saya di dalam komite Pencegah dan Pengendali Infeksi.

 

Penulis

Soni Budiyono

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar