syi'ar pengetahuan

Just another Blog UMY site

Anoreksia Nervosa

Posted by Suhendar 0 Comment

Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa adalah gangguan makanan yang ditandai dengan penolakan mempertahankan berat badan tubuh dalam batas-batas minimal yang normal. Individu yang mengalami gangguan ini memiliki citra tubuh yang menyimpang, menganggap dirinya mengalami obesiatas.

Dua jenis anoreksia nervosa:

  1. jenis yang membatasi diri, yaitu individu tersebut membatasi makanan dan membatasi diri untuk mengikuti berbagai macam latihan atau olahraga.
  2. jenis yang suka makan dan “pembersih” ditandai membatasi asupan makanan dan diselingi masa pesta makan, diikuti “pembersihan” melalui muntah yang disengaja atau menggunakan ipekak, laksatif (obat cuci perut), diuretika, atau enema. Kemudian pemakaian obat pengurang nafsu makan atau pil diet dapat dilakukan oleh kedua jenis ini.

Perilaku “pembersihan” atau membatasi asupan makanan dapat menimbulkan ketidak seimbangan elektrolit dan masalah jantung, yang akhirnya berakibat fatal. Apabila pola makan normal muncul kembali dan pemakaian laksatif dapat dihentikan individu tersebut akan mengalami edema perifer.

Faktor-faktor psikologis yang berhubungan dengan perkembangan perilaku khas dari anoreksia nervosa adalah rasa harga diri yang rendah sering berperan pentingan dalam munculnya penyakit ini. Penurunan berat badan merupakan suatu pencapaian yang menjadi kebanggaannya. Sehingga harga diri pun akan muncul tergantung bentuk dan berat badannya.

Ada juga hubungan lain yang mempengaruhi psikologis antara gangguan makan dengan gangguan alam perasan. Pada kasus-kasus yang sering terjadi yaitu individu akan mengalami depresi akibat kehabisan atau kekurangan nutrisi dalam tubuhnya. Individu dengan anoreksia nervosa dapat menurun spontanitasnya dalam kehidupan social dan terkadang secara emosional.

Dinamika peran keluarga juga dapat mempengaruhi terjadinya gangguan tersebut. Kemungkinan besar orang tua terlalu memegang kendali dan terlalu melindungi anaknya. Selain itu perilaku makan mungkin muncul secara tidak sengaja dalm usaha mengendalikan lingkungan. Kemudian yang berperan dalam munculnya gangguan tersebut adalah kelangsingan ideal masyarakat yang berusaha disamai atau bahkan dilampaui oleh para remaja.

Insidens

  1. komplikasi jantung terjadi pada 87% remaja penderita anoreksia nervosa
  2. kira-kira 5% penderita anoreksia nervosa adalah laki-laki
  3. komplikasi ginjal terjadi pada kurang lebih 70% remaja penderita anoreksia nervosa
  4. anoreksia nervosa diderita oleh 1% perempuan kulit putih antara umur 16 dan 24 tahun
  5. puncak awitan adalah antara umur 14 dan 18 tahun
  6. angka mortalitas berkisar antara 2% dan 8%
  7. angka insidens meningkat pada kelompok social yang lebih tinggi
  8. 5% anak-anak yang terkena berumur kurang dari 12 tahun

Manifestasi klinis

  1. penurunan berat badan mendadak, tanpa sebab yang jelas
  2. tampilan kurus kering, hilangnya lemak subkutan
  3. perubahan kebiasaan makan, waktu makan yang tidak lazim
  4. latihan dan kativitas fisik yang berlebihan
  5. amenore
  6. kulit kering, bersisik
  7. lanugo pada ekstremitas, punggung dan wajah
  8. kulit berubah kekuningan
  9. gangguan tidur
  10. konstipasi atau diare menahun, nyeri abdomen, gembung
  11. erosi esophagus
  12. alam perasaan yang depresi
  13. focus yang berlebihan terhadap pencapaian hasil yang tinggi (akan stress jika tampil diatas rata-rata)
  14. perhatian berlebihan terhaap makanan, makan dan penampilan tubuh
  15. erosi email dan dentin gigi pada permukaan sisi lingual

komplikasi

  1. jantung
  • bradikardia
  • takikardia
  • aritmia
  • hipotensi
  • gagal jantung
  1. gastrointestinal
    • esofhagus
    • ulkus peptikum
    • hepatomegami
  2. ginjal
    • abnormalitas urea serum dan elektrolit (hipokalemia, hiponatremia, hipokloremia, alkalosis metabolic hipokloremik)
    • pitting edema
  3. hematologik
    • anemia dan leucopenia ringan (umum)
    • trombositopenia (jarang terjadi)
  4. skelet
    • osteoporosis
    • fraktur patologik
  5. endokrin
    • penurunan fertilitas
    • peningkatan kadar kartisol dan hormone pertumbuhan
    • peningkatan glukoneogenesis
  6. metabolic
    • penurunan metabolisme basal
    • gangguan pengaturan suhu badan
    • gangguan tidur

Referensi

Betz Cecily L, Sowden Linda A. Keperawatan Pediatri.EGC: Jakarta

Categories: kedokteran

PROFIL AKU

Suhendar


Popular Posts

Pengangguran dan Pro

Kehilangan pekerjaan dapat menjadi kejadian ekonomi yang paling mengerikan dalam ...

Cara Mengatasi Anak

Mendidik anak untuk bisa pintar mungkin bisa dilakukan oleh siapa ...

khasiat pegagan

faktor usia dapat berpengaruh terhadap daya ingat manusia. selain faktor ...

aqidah-akhlaq

Tawadhu' Sikap merendah tanpa menghinakan diri- merupakan sifat yang sangat terpuji ...

pengaruh tayangan te

Televisi (TV) merupakan media elektronik yang digemari oleh semua kalangan, ...