syi'ar pengetahuan

Just another Blog UMY site

Sindroma Metabolik

Posted by Suhendar 0 Comment

Sindroma Metabolik dan Resiko Penyakit Kardiovaskuler

pola kehidupan manusia pada zaman modern cenderung “serba enak dan hedonis” dan aktifitas gerak yang “serba minimalis” ternyata memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh yang seyogyanya perlu dicermati secara bijaksana.

Perubahan pola makan yang tidak sehat karena keinginan mendapatkan “rasa nikmat” ternyata mengandung komponen lemak dan karbohidrat yang meningkatkan kadarnya dalam tubuh secara berlebihan.

Keadaan tersebut disertai pola gerak yang “terbatas/minim’ karena kemudahan yang ada (mobil, sepeda motor, remote control, peralatan robotic), maka proses selanjutnya akan meningkatkan berat badan yang cenderung berlebihan (obesitas).

Tubuh yang “obes” berpotensi menimbulkan penyakit diabetes mellitus, tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kadar lemak yang abnormal (dislipidemia). Kumpulan kejadian pada tubuh manusia tersebut lazim dikenal sebagai Sindroma Metabolik.

Kronologi kejadian Sindroma Metabolik

Berdasarkan uraian tersebut, maka disimpulkan “pola hidup atau lifestyle” sebagai penyebab obesitas abdominal (kegemukan pada perut) ternyata berperan dalam rangkaian proses terjadinnya diabetes mellitus, dan berpengaruh terhadap kadar lemak yang abnormal serta terjadinya kenaikan tekanan darah.

Menggapa obesitas abdominal dianggap sebagai “time bomb disease” atau pemicu beberapa kejadian sakit?

Sebenarnya terjadinya obesitas merupakan suatu perwujudan dari pola hidup yang tidak sehat atau ”unhealthy lifestyle”. Keadaan bertimbulnya sel lemak tersebut salah satu diantaranya berperan memicu terjadinya hambatan terhadap fungsi / kerja insulin sehingga metabolisme glukosa (gula) dalam tubuh mengalami gangguan.

Akibatnya kadar glukosa dalam tubuh tersebut meningkat, dan menyebabkan kejadian sakit yang disebut diabetes mellitus beserta komplikasinya pada mata, ginjal, jaringan saraf dan lain sebagainya.

Disamping itu, sel lemak ternyata memproduksi 60 jenis senyawa hormonal yang akan berpengaruh pada berbagai macam kejadian sakit, misalnya stroke, penyakit jantung koroner problem pada pernafasan, penyakit liver, ginjal, prostat dan lain sebagainya.

Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1998 menyatakan bahwa kejadian obesitas telah menjadi wabah pada seluruh populasi penduduk dunia dengan akibat menurunnya kualitas hidup karena ledakan penyakit yang menyertainya.

Bagaimana klasifikasi seseorang termasuk obes (kegemukan) ?

Diagnosis obesitas dan overweight lazim dikaitkan dengan cara menghitung “Indeks Masa Tubuh” (IMT) yaitu berat badan dibagi luasnya permukaan tubuh:

Klasifikasi IMT (Kg/)
Berat badan kurang/Underweight <18.5
Berat badan normal 18.5 – 22.9
Berat badan lebih/overweight 23.0 – 24.9
Obesitas I 25.0 – 29.9
Obesitas II >30

 

Adakah metode diagnostik yang lebih mudah dan praktis ?

Metode yang termudah dengan melakukan pengukuran lingkar pinggang.

Ukuran lingkar pinggang pada : pria (indonesia)       : < 90 cm

Wanita (indonesia) : < 80 cm

Kriteria diagnostik Sindroma Metabolik

  1. Lingkar Pinggang (LP) pada pria > 90 cm dan wanita > 80 cm
  2. Kadar Glukosa darah Puasa : > 100 mg/dl
  3. Tekanan darah : 130/85 mmHg
  4. Kadar lemak : kadar trigliserida : > 150 mg/dl

Kadar Kolesterol HDL : Pria : < 40 mg/dl

Wanita : < 50 mg/dl

 

Internasional Diabetes Federation (IDF) 2005;

Diagnosis Sindroma Metabolik berdasarkan kriteria adanya LP ditambah dua faktor yang ada dalam kriteria tersebut.

 

Adakah hubungan kejadian sindroma metabolik dengan penyakit kardiovaskuler ?

Seperti telah diketahui bahwa komplikasi diabetes mellitus adalah pada pembuluh darah (mikro dan makroangiopati). Salah satu diantaranya menyebabkan kerusakan pembuluh darah pada jantung (penyakit Kardiovaskuler) yangf lazin dikenal penyakit jantung koroner, disertai pembentukan thrombus serta adanya stimulasi aggregasi sel trombosit yang akan menutup aliran darah arteri tersebut.

pada sindroma metabolik sering terjadi kerusakan pada jaringan karena adanya proses oksidatif pada dinding pembuluh darah, dan terbentuknya plaque karena interaksi kadar lemak yang “abnormal” dengan radikal bebas.

Bagaimana cara pencegahan kejadian sindroma metabolik ?

 “Benahi gaya / pola hidup anda”! menurut pendapat beberapa ahli penyakit dalam, konsultan endokrin metabolik diabetik karena berawal dari pola hidup atau “life style” maka pencegahan terbaik dimulai dari pola makan-minum dengan membatasi konsumsi makanan kaya lemak, tidak merokok dan minuman beralkohol disamping manjalani aktifitas gerak tubuh yang proporsional.

Faktor penting lainnya adalah perbaikan pola fikir serta mencegah stress dengan “keteraturan dan ketertiban” dalam menjalani kehidupan.

Hal tersebut merupakan modal dasar pencegahan yang handal dalam menanggulangi terjadinnya sindroma metabolik dan manifestasi penyakit yang menyertainya dengan selalu memantau kondisi kesehatan tubuh dengan menjalani “medical check up”.

Pengawasan kesehatan dari sebenarnya harus dijalani sejak usia muda, karena menurut laporan beberapa penelitian bahwa bayi / anak kecil yang mengalami obesitas cenderung akan sering mendapatkan gangguan sakit dalam masa pertumbuhannya.

Adakah kunci utama keberhasilan yang perlu diperhatikan ?

Unsur utama keberhasilan dalam upaya mengatur pola hidup yang sehat tersebut adanya “vitamin KK” yang tiada lain adalah kehadiran aanya “kemauan kuat” untuk merealisasikannya.

Sumber: Laboratorium Klinik Pramita Utama (Diagnostic Center)

Categories: kedokteran

PROFIL AKU

Suhendar


Popular Posts

Pengangguran dan Pro

Kehilangan pekerjaan dapat menjadi kejadian ekonomi yang paling mengerikan dalam ...

Cara Mengatasi Anak

Mendidik anak untuk bisa pintar mungkin bisa dilakukan oleh siapa ...

khasiat pegagan

faktor usia dapat berpengaruh terhadap daya ingat manusia. selain faktor ...

aqidah-akhlaq

Tawadhu' Sikap merendah tanpa menghinakan diri- merupakan sifat yang sangat terpuji ...

pengaruh tayangan te

Televisi (TV) merupakan media elektronik yang digemari oleh semua kalangan, ...