Healthy Care

Kesehatan Adalah Aset Paling Berharga Dalam Hidup Kita

WHO menyatakan, setiap detik, didunia lahir bayi dengan berat badan rendah. Bahkan setiap 31 detiknya, seorang bayi prematur meninggal dunia. Di Indonesia sendiri angka kelahirah dengan berat badan rendah mencapai 400.000 jiwa pertahun, dan 30 sampai 40 persennya meninggal dunia akibat prematur.

Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kandungan kurang dari 36 minggu. Kondisi tersebut terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu kurang dari 28 minggu atau disebut extremely premature, 28 sampai 32 minggu dikatakan very premature, dan 32 hingga 37 minggu istilahnya premature. Makin rendah bayi premature, maka semakin besar risiko kesakitan serta kematian.

Normalnya bayi lahir pada usia 38 sampai 42 minggu. Tentu dengan masa kandungan itu, semua fungsi tubuh sudah sempurna. Begitupun dengan berat badannya sekitar tiga kilogram. Sedangkan berat badan bayi prematur antara 1,4 sampai 2 kilogram. Oleh karena itulah bayi prematur membutuhkan perawatan khusus.

Perawatan khusus yang dimaksud ialah dimasukan kedalam inkubator dan diberikan suhu hangat seperti berada di janin. Untuk masalah waktu, tidak dapat ditentukan, tetapi sampai menunggu berat badan si bayi lebih dari dua kilogram, sudah dapat mengontrol suhu tubuh, bisa minum aktif, serta tidak membutuhkan terapi oksigen.

Bukan hanya perawatan inkubator, pemberian asupan nutrisi dan ASI pada bayi prematur juga harus diperhatikan, mengingat refleks menghisap dan menelannya belum sempurna. Nutrisi harus memenuhi unsur gizi untuk mengejar ketertinggaln pertumhuhan serta berat badan agar mencapai seharusnya.

Ada beberapa faktor penyebab bayi lahir prematur, diantaranya, ibu hamil menderita penyakit darah tinggi, trauma karena jatuh, bayi terlahir kembar dan rahim tidak dapat menampung, kegagalan pertumbuhan bayi atau terdapat gangguan pertumbuhan dalam kandungan, adanya infeksi pada ibu hamil, serta memiliki bentuk rahim tidak normal juga bisa memicu kelahiran secara prematur.

Karena belum cukup waktu, maka bayi lahir prematur cenderung bermasalah dibandingkan bayi lahir normal. Biasanya, ada risiko kesehatan yang harus dihadapi, seperti alat pernafasan yang belum terbentuk sempurna. Contoh, kurang matangnya paru-paru, sehingga kekurangan cairan pelapis paru-paru (surfaktan) yang berfungsi mempertahankan menggelembungnya gelembung paru. Risiko ini tentu akan mwmbuat bayi menjadi sesak nafas.

Masalah lain yang sering dihadapi juga ialah bayi sangat rentan terhadap udara dingin, mudah infeksi, pengosongan lambung terhambat sehingga menyebabkan muntah, kuning, kebutaan, dan pendengaran terganggu. Ketidak matangan organ inilah yang membuat bayi prematur memiliki kelainan dibandingkan dengan bayi normal. Oleh karena itu dua tahun pertama menjadi masa terpenting bagi si bayi untuk menjaga fisik dan emosinya.

Categories: kedokteran

PROFIL AKU

Suhendar


Popular Posts

Deteksi Kista Melalu

Kista merupakan suatu tumor jinak yang dapat menyerang sistem reproduksi ...

Sarapan Pagi = Sarap

Dengan adanya pola makan gizi seimbang, diharapkan dapat mencegah timbulnya ...

Bayi Prematur (Lemah

WHO menyatakan, setiap detik, didunia lahir bayi dengan berat badan ...

Kutu Busuk

Kutu busuk, spesies yang paling dikenal adalah Cimex lectularius, pada ...

Kebutuhan Dasar Bayi

Tidak semua kelahiran prematur dapat dicegah, namun dapat dihindari dengan ...