Healthy Care

Kesehatan Adalah Aset Paling Berharga Dalam Hidup Kita

Serangan Jantung

Posted by Suhendar 0 Comment

Sebagai pembunuh nomor satu di Indonesia, jantung koroner menjadi penyebab utama hadirnya serangan jantung seseorang. Ini dikarenakan adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Penyempitan disebabkan tumpukhan kolesterol yang berasal dari makanan, sehingga membuat pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut aterosklerosis.

Hubungan antara aterosklerosis dan serangan jantung ini sangat berkaitan erat, layaknya pasangan sejoli. Dimana semua berawal dari terbentuknya kerek aterosklerosis. Kemudaian kerak berkembang menyebabkan diameter rongga dalam arteri menyempit. Ketika terjadi luka, kerak mengalami erosi diikuti proses pembentukan bekuan-bekuan darah hingga membentuk gumpalan darah (trombus).

Terbentuknya trombus membuat darah sulit mengalir ke otot jantung. Akibatnya, daerah yang seharusnya mendapat pasokan darah terancam mati. Pada akhirnya, proses tersebut menuntun kepada sebagian besar penderita terkena serangan jantung. Jadi, serangan jantung bukan terjadi secara mendadak, melainkan butuh waktu lama.

Memang serangan jantung bukan datang tiba-tiba, karena sebelum serangan akan muncul tanda-tanda yang disampaikan tubuh. Tapi sering kali gejalanya sering diabaikan orang. Misal, jantung berdebar sangar kencang, apalagi jika dibarengi dengan rasa sakit atau nyeri dada, yang kemudian ada perasaan tertekan di tengah dada dengan rasa terbakar.

Meski gejala itu tidak selalu dirasakan penderita, tapi begitulah tanda awal penyakit jantung koroner. Bahkan bukan hanya perasaan nyeri terkadang beberapa orang mengalami nafas tersengal-sengal atau kelelahan juga mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen, karena penyumbantan koroner. Ada juga penderita merasa sesak nafas berat jika melakukan aktivitas dan mereda setelah ia beristirahat. Hal ini juga patut di waspadai.

Namun umumnya, pada sebagian penderita jantung koroner, beberapa hari sebelum menjelang serangan jantung hebat, ia mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau ringan. Serangan jantung ringan biasanya terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.

Selain aterosklerosis, ada beberapa faktor risiko terjadinya pemicu serangan jantung, antara lain olahraga berlebihan dapat memicu seseorang terkena serangan jantung. Selain itu, merokok, kolesterol tinggi, memiliki diabetes, dan juga kurang dikelolanya stres dengan baik akan menjadi pemicu.

Categories: kedokteran

PROFIL AKU

Suhendar


Popular Posts

Deteksi Kista Melalu

Kista merupakan suatu tumor jinak yang dapat menyerang sistem reproduksi ...

Sarapan Pagi = Sarap

Dengan adanya pola makan gizi seimbang, diharapkan dapat mencegah timbulnya ...

Bayi Prematur (Lemah

WHO menyatakan, setiap detik, didunia lahir bayi dengan berat badan ...

Kutu Busuk

Kutu busuk, spesies yang paling dikenal adalah Cimex lectularius, pada ...

Kebutuhan Dasar Bayi

Tidak semua kelahiran prematur dapat dicegah, namun dapat dihindari dengan ...