Healthy Care

Kesehatan Adalah Aset Paling Berharga Dalam Hidup Kita

Kista merupakan suatu tumor jinak yang dapat menyerang sistem reproduksi perempuan. Biasanya, dokter akan menggunakan alat ultrasonografi (USG) untuk mendeteksi keberadaan kista pada tubuh seseorang.

Namun, saat ini dokter sudah dapat mendeteksi endometriosis atau kista coklat melalui darah haid, terutama bagi perempuan yang belum menikah. Dalam pelaksanaannya, metode ini hanya cukup dengan cara mengumpulkan pembalut yang sudah dipakai, dan dari pembalut tersebut para dokter akan mendapatkan sampel yang cukup untuk mendeteksi adanya endometriosis.

Pada perempuan yang belum menikah, sulit untuk melakukan pemeriksaan dengan USG melalui vagina, sehingga cukup dengan melihatnya melalui darah haid. Deteksi Kista coklat lewat darah haid telah teruji pada penelitian yang dilakukan terhadap pasien. Perempuan yang menderita endometriosis memiliki serabut-serabut saraf pada darah haid yang menyebabkan rasa nyeri saat menstruasi.

Kista coklat adalah suatu jenis tumor jinak. Kista ini disebut kista coklat karena ada arah yang menumpuk dengan warna merah kecoklatan hingga gelap. Faktor risiko utama penyakit ini adalah faktor genetika, dan selanjutnya disusul oleh faktor gaya hidup dan polusi.

Jika seseorang telah memiliki faktor genetik misalnya memiliki ibu yang pernah menderita endometriosis kemudian dia menjalani gaya hidup tidak sehat, gen tersebut akan ‘menyala’ sehingga dapat menimbulkan penyakit yang sama yaitu endometriosis. Disisi lain, jika seseorang yang memiliki faktor genetik tersebut mampu menjaga gaya hidupnya tetap sehat, maka gen tersebut mungkin saja tidak akan ‘menyala’ sehingga terhindar dari endometriosis.

Endometriosis pernah dijumpai pada perempuan berusia 12 tahun sampai 13 tahun. Sebagian besar pasien mengalaminya di usia produktif.

STEM CELL
Saat ini juga telah dilakukan penelitian tentang keberadaan stem cell pada darah haid. Stem cell adalah sel punca atau sel induk. Penggunaan stem cell sebagai pengobatan di Indonesia sudah berjalan misalnya untuk mengatasi kerusakan tulang rawan pada bagian lutut. Namun, penggunaan stem cell yang berasal dari darah haid masih sebatas penelitian sehingga belum bisa diterapkan. Saat ini sedang diteliti berapa banyak stem cell yang ada pada darah haid.

Stem cell tersebut nantinya dapat bermanfaat untuk mengobati pasien yang mengalami gangguan pada dinding rahim karena terinfeksi atau kuret. Dengan menggunakan stem cell, dinding rahim berpotensi menebal kembali. Pengobatan melalui stem cell masih tergolong baru di bidang kedokteran karena mulai muncul di dunia sekitar 1998. Di Indonesia, pengobatan menggunakan metode ini mulai berkembang  pada tahun 2006. Meskipun begitu, masih banyak masyarakat Indonesia mengira, pengobatan dengan stem cell belum dapat dilakukan di negara ini, sehingga banyak pasien yang berobat di luar negeri. Saat ini, di Indonesia banyak universitas yang sedang melakukan penelitian terkait stem cell. Stem cell diyakini memiliki banyak manfaat yang harus diteliti agar terbukti kebenarannya. Selain dari tubuh pasien sendiri, stem cell sebenarnya dapat diambil dari sumber lainnya seperti donor hingga embrio.

Suhendar Ramadhan Affandy

Categories: kedokteran, kesehatan

PROFIL AKU

Suhendar


Popular Posts

Deteksi Kista Melalu

Kista merupakan suatu tumor jinak yang dapat menyerang sistem reproduksi ...

Sarapan Pagi = Sarap

Dengan adanya pola makan gizi seimbang, diharapkan dapat mencegah timbulnya ...

Bayi Prematur (Lemah

WHO menyatakan, setiap detik, didunia lahir bayi dengan berat badan ...

Kutu Busuk

Kutu busuk, spesies yang paling dikenal adalah Cimex lectularius, pada ...

Kebutuhan Dasar Bayi

Tidak semua kelahiran prematur dapat dicegah, namun dapat dihindari dengan ...