sulis.irjayanto

Just another Blog UMY site

Tugas Elektronika BAB I

Posted by sulis irjayanto 0 Comment

 

 

BAB I

ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK

Arus listrik adalah aliran elektron pada suatu benda(konduktor) yang memiliki jumlah yang besar. Besarnya arus listrik diukur dengan satuan banyaknya elektron per detik, namun satuan yang dipakai adalah ampere (1 ampere = 1coulomb/det).

Yang menentukan seberapa besar arus yang mengalir adalah besarnya beda potensial

(dinyatakan dengan satuan volt). Jadi untuk sebuah konduktor semakin besar beda potensial akan semakin besar pula arus yang mengalir.

  • Hukum Ohm

Pada sebagian besar konduktor logam, hubungan arus yang mengalir dengan potensial diatur oleh Hukum Ohm. Dia menggunakan rangkaian sumber potensial secara seri, mengukur besarnya arus yang mengalir dan menemukan hubungan linier sederhana, dituliskan sebagai :

 

V = IR

 

dimana  R = V/I  disebut hambatan dari beban. Dalam hal ini R menjadi ukuran seberapa besar konduktor tersebut menahan laju aliran elektron.

Hukum ohm sangat terbatas pada kondisi-kondisi tertentu, bahkan hukum ini tidak berlaku jika suhu konduktor tersebut berubah. Untuk material-material atau piranti elektronika tertentu seperti diode dan transistor, hubungan I dan V tidak linier.

 

Gambar 1.2 Rangkaian percobaan hukum Ohm

  • Daya (Power)

Daya didevinisikan sebagai energi yang diberikan pada elektron tiap satuan waktu,  dituliskan sebagai :

p= v dq/dt = vi

dengan satuan watt

dimana 1 watt = 1 volt ´ 1 amper

 

  • Daya pada hambatan (resistor)

Jika sebuah tegangan V dikenakan pada sebuah hambatan R maka besarnya arus yangmengalir adalah

 

I = V / R (hukum Ohm)

 

dan daya yang diberikan sebesar

 

P = V ´ I

   = V2/ R

   = I2 R

Untuk kasus tertentu persoalannya menjadi lain jika potensial yang diberikan tidak konstan, misalnya berbentuk fungsi sinus terhadap waktu (seperti pada arus bolakbalik). Persamaannya akan menjadi :

v = V sin w t

dengan demikian

i = v/R

 = (V/R) sin w t

dan

p = v ´ i

   = (V2/R) sin2 w t

p selalu berharga positif sehingga daya akan selalu hilang pada setiap saat, berubah menjadi panas pada hambatan. Daya tersebut selalu berubah setiap saat, berharga nol saat sin wt = 0, dan maksimum sebesar V2/ R saat sin w t = 1.

 

Untuk menentukan efek pemanasan dari isyarat di atas, persamaan daya di atas dapat dituliskan sebagai

p =½(V2/ R)(1 cos2wt)

cos 2wt akan berharga positif atau negatif sama, sehingga rata-ratanya adalah

nol. Dengan demikian daya rata-rata yang hilang sebesar

P=½(V / R) (V / ) / R

 

Ini merupakan daya yang hilang pada R jika tegangan konstan Vp/ dikenakan

padanya. Harga  Vp/ 2 = 0,707v sering digunakan sebagai ukuran jika tegangan sinus digunakan pada suatu rangkaian dan harga tegangan tersebut sering disebut sebagai harga root-mean-square (RMS). Dalam hal ini kita harus berhati-hati untuk menentukan 3 pengukuran yang dipakai, yaitu :

 

Harga RMS = / 2 p V

Amplitudo puncak = Vp

Harga puncak-ke-puncak = 2Vp.

 

 

Categories: Uncategorized

PROFIL AKU

sulis irjayanto


Popular Posts

Hello world!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Tugas Elektronika BA

    BAB I ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK Arus listrik adalah aliran elektron pada ...

Tugas Elektronika BA

BAB II RANGKAIAN ARUS SEARAH   Arus Searah (DC) Pada rangkaian DC hanya melibatkan ...

Tugas Elektronika BA

BAB III ALAT-ALAT UKUR LISTRIK   PenggunaanMeterDasar Pemakaian terpenting adalah sebagai alat ukur arus ...

Tugas Elektronika BA

BAB IV KAPASITOR, INDUKTOR DAN RANGKAIAN AC Bentukgelombangisyarat (signal) Isyarat adalah merupakan informasi ...