GIZI BURUK

Apa Itu Gizi Buruk 

Masyarakat awam harus mengetahui apa itu gizi buruk???

Gizi   buruk   adalah kondisi tubuh terparah yang mengalami kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama (menahun). Hal ini umumnya terjadi pada anak-anak, gizi buruk pada anak seringkali disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi seimbang, di samping itu bisa juga disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu yang menyebabkan terganggunya proses pencernaan makanan ataupun terganggunya penyerapan zat gizi penting yang diperlukan oleh tubuh. Dalam istilah medis Gizi Buruk disebut sebagai Malnutrisi Energi Protein (MEP) Berat, MEP itu sendiri ada dua macam yaitu MEP ringan dan berat. Pada MEP ringan disebut juga sebagai gizi kurang, belum menunjukkan gejala klinis yang khas, anak yang mengalami gizi kurang hanya terlihat kurus dan gangguan pertumbuhan. Sedangkan MEP berat atau gizi buruk, anak sudah memiliki gejala-gejala klinis yang khas beserta gangguan biokimiawi dalam tubuh. Gizi buruk dikenal juga dengan sebutan Busung Lapar yang memiliki tiga bentuk klinis, yaitu Marasmus, Kwashiorkor, dan Marasmus-Kwashiorkor.

Kenali Ciri-Ciri Gizi Buruk Pada Anak Ketika seorang mengalami masalah kekurangan gizi, maka tanda dan gejala utama yang dapat kita amati antara lain:

  1. Anak terlihat kurus,
  2. Pertumbuhan kurang, dan berat badannya kurang.
  3. Biasanya anak susah/tidak mau makan,kadang rewel, sering menderita sakit yang berulang, dan terkadang timbul pembengkakan pada tungkai atau bahkan seluruh tubuh.

Penyebab Gizi Buruk Seperti telah disinggung sebelumnya malnutrisi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, baik karena asupannya yang kurang atau karena gangguan penyerapan zat nutrisi oleh tubuh. Penyebab paling umum dari kekurangan gizi pada anak-anak adalah kondisi kesehatan jangka panjang yang: menyebabkan kurangnya nafsu makan mengganggu proses normal pencernaan menyebabkan tubuh memerlukan energi yang besar Contoh jenis penyakit seperti ini termasuk kanker pada anak, penyakit jantung bawaan, fibrosis kistik dan cerebral palsy.

Di samping itu, faktor-faktor di bawah ini juga mempengaruhi: # Sanitasi Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan pada tahun 2008 bahwa secara global, separuh dari semua kasus gizi pada anak balita disebabkan oleh air yang tidak aman, sanitasi yang tidak memadai atau kebersihan yang kurang. Kondisi seperti ini sering menyebabkan diare berulang dan infeksi cacing usus. # Kesenjangan sosial Di hampir semua negara, anak-anak dari kelurga kurang mampu memiliki tingkat  gizi buruk tertinggi. Karena hal ini tentu saja akan mempengaruhi ketersediaan makanan bergizi untuk anak-anak. # Penyakit Diare dan infeksi lainnya dapat menyebabkan kekurangan gizi karena menurunnya penyerapan nutrisi, penurunan asupan makanan, peningkatan kebutuhan metabolik, dan hilangnya nutrisi langsung. Infeksi parasit, khususnya infeksi cacing usus (helminthiasis), juga dapat menyebabkan kekurangan gizi. Penyebab utama diare dan infeksi cacing usus pada anak-anak di negara berkembang adalah kurangnya sanitasi dan kebersihan . Anak-anak dengan penyakit kronis seperti HIV memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kekurangan gizi, karena tubuh mereka tidak dapat menyerap nutrisi juga. Penyakit seperti campak adalah penyebab utama dari kekurangan gizi pada anak-anak; sehingga imunisasi bisa menjadi solusi untuk masalah ini. # Faktor ibu Gizi anak-anak usia di bawah 5 tahun sangat bergantung pada tingkat gizi dari ibu mereka selama kehamilan dan menyusui. Tingkat gizi ibu selama kehamilan dapat mempengaruhi ukuran tubuh bayi yang baru lahir. Kekurangan iodium pada ibu biasanya menyebabkan kerusakan otak pada anak, dan beberapa kasus menyebabkan keterbelakangan fisik dan mental yang ekstrim. Hal ini mempengaruhi kemampuan anak untuk mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangannya. Pada tahun 2011 UNICEF melaporkan bahwa tiga puluh persen rumah tangga di negara berkembang tidak mengkonsumsi garam beryodium, yang menyumbang 41 juta bayi dan bayi baru lahir di antaranya mengalami defisiensi yodium. # Jenis kelamin Sebuah studi di Bangladesh pada tahun 2009 melaporkan bahwa tingkat kekurangan gizi lebih tinggi pada anak perempuan daripada anak-anak laki-laki. Studi lain menunjukkan bahwa, di tingkat nasional, perbedaan antara tingkat prevalensi gizi antara anak laki-laki dan perempuan umumnya kecil. Anak perempuan sering memiliki status gizi yang lebih rendah di Asia Selatan dan Asia Tenggara dibandingkan dengan anak laki-laki. Sedangkan, di daerah berkembang lainnya, status gizi anak perempuan sedikit lebih tinggi.   Penanganan Gizi Buruk Jika Anda mencurigai seorang anak mengalami gizi buruk, maka segeralah di bawa ke puskesmas atau dokter untuk dilakukan pemeriksaan status gizi anak dan menentukan faktor-faktor penyebabnya agar dapat dilakukan penanganan yang sesuai.

Semoga bermanfaat..

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar