Agricultural Expert

Just another Blog UMY site

reboisasi

Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan sumberdaya tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources) untuk proses produksi pertanian dengan menekan dampak negatif terhadap lingkungan seminimal mungkin. Pertanian kini bukan hal yang dipandang remeh, karena pertanian merupakan satu-satunya penjamin ketersediaan pangan di Indonesia. Sehingga para pemuda dapat berkecimpung dalam dunia pertanian, karena pertanian memiliki prospek kerja yang bagus dan tidak akan pernah mati. Karena jika pertanian mati, tidak akan ada manusia yang hidup di bumi.

Ciri-ciri pertanian berkelanjutan:

  1. Secara ekonomi menguntungkan dan dapat dipertanggung jawabkan (economically viable). Petani mampu menghasilkan keuntungan dalam tingkat produksi yang cukup dan stabil, pada tingkat resiko yang bisa ditolerir/diterima.
  2. Berwawasan ekologis (ecologically sound). Kualitas agroekosistem dipelihara atau ditingkatkan, dengan menjaga keseimbangan ekologi serta konservasi keanekaragaman hayati. Sistem pertanian yang berwawasan ekologi adalah sistem yang sehat dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap tekanan dan gangguan (stress dan shock).
  3. Berkeadilan sosial. Sistem pertanian yang menjamin terjadinya keadilan dalam akses dan kontrol terhadap lahan, modal, informasi, dan pasar, bagi yang terlibat tanpa membedakan status sosial-ekonomi, gender, agama atau kelompok etnis.
  4. Manusiawi dan menghargai budaya lokal. Menghormati eksistensi dan memperlakukan dengan bijak semua jenis mahluk yang ada. Dalam pengembangan pertanian tidak melepaskan diri dari konteks budaya lokal dan menghargai tatanan nilai, spirit dan pengetahuan lokal
  5. Mampu berdaptasi (adaptable). Mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi yang selalu berubah, seperti pertumbuhan populasi, tantangan kebijaksanaan yang baru dan perubahan konstalasi pasar

 

Contoh dari pertanian berkelanjutan diantaranya :

  1. Penggunaan pupuk kandang
  2. Tidak menggunakan bahan beracun dalam pemberantasan hama
  3. peralatan berat dikurangi agar tidak terjadi keruntuhan tanah
  4. Menggunakan musuh alami dalam pemberantasan hama dengan menggunakan cara fisik
  5. Penggunaan saluran irigasi dengan bijak
  6. Penanaman tanaman pinggiran untuk menjaga tanah agar tetap kuat
  7. Menghindari penanam tanaman produksi yang berakar serabut di dataran tinggi

 

Categories: Agriculture

PROFIL AKU

Tatik Malyati


Popular Posts

Hello world!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Kesan atau komentar

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta adalah salah satu perguruan tinggi swasta di ...

Peran Generasi Muda

  Generasi muda juga dapat berperan dalam pertanian berkelanjutan dengan cara: ...

Pemanfaatan Blog unt

Sekarang ini internet sangat merajalela, dalam kehidupan sehari-hari pasti kita ...

Penyelamatan Lingkun

Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah pemanfaatan sumber daya yang dapat ...