PENGERTIAN FILSAFAT DAN BIOGRAFI SERTA PANDANGAN PLATO TENTANG FILSAFAT PENDIDKAN

  keilmuan   3 November 2012

بسم الله الرحمن الرحيم
PENGERTIAN FILSAFAT DAN BIOGRAFI SERTA PANDANGAN PLATO TENTANG FILSAFAT PENDIDKAN DALAM TINJAUAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, AKSIOLOGIS

 PENGERTIAN FILSAFAT
Dalam beberapa kajian buku filsafat, “filsafat sering sekali diartikan sebagai aktivitas pikir manusia, bahkan filsafat itu adalah aktivitas pikir itu sendiri. Dalam bahasa Inggris filsafat di sebut philoshopy dan dalam bahasa Yunani di sebut Philosopia yang berarti cinta terhadap kebijaksanaan. Ini berasal dari kata-kata philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik pada) dan shopos (kebijaksanaan pengalaman praktis, intelegensi)” .
Seiring dengan penjelasan di atas maka filsafat di artikan sebagai penyelidikan kritis atau pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang di ajukan oleh berbagai bidang ilmu pengetahuan. Dan dapat pula di katakana sebagai suatu ilmu yang berupaya untuk membantu manusia melihat apa-apa yang di katakan dan mengatakan apa yang dilihat. Obyek dan tujuan filsafat akan menjadi jelas jika di komparasikan dengan ilmu yang lain. Kalau ilmu-ilmu mempelajari sesuatu secara khusus (spesifik) maka filafat mempelajari secara universal (menyeluruh). Titk tolak manusia adalah kegiatan berfikir manusia secara mendalam sampai ke akar-akarnya (radix).
Karena itu filsafat sering diartikan sebagai berfikir radikal. Maka dari itu filsafat merupakan sumber dari seluruh pengetahuan. Filsafat juga di sebut mater scientarium (induk segala ilmu).
 BIOGRAFI PLATO
Jika kita ingin mengetahui pemikiran Plato dalam ilsafat pendidikan ada baikanya kita mengenal dulu sapa itu Plato?. “Plato lahir pada tahun 427 SM meninggal sekirar tanggal 347SM merupakan ahli filsafat Yunani dan seorang matimatekiawan, dan pendiri dari akademi platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di Barat. Ia adalah murid dari Socrates pemikiran Plato pun banyak di pengaruhi oleh pemikiran Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles” .
Karya Plato yang paling terkenal adalah Republik (dalam bahasa Yunani Politelia) yang di dalamnya terdapat uraian garis besar tentang pandangannya pada keadaan “ideal”. Dia juga banyak menulis tentang hukum dan banyak dialog dimana Socrates menjadi peran utamanya. Salah satu perumpamaaan Plato yang termasyhur adalah perumpamaan tentang “gua”.
Perumpamaan Gua Plato terdapat di bukunya yang terpenting dan berjudul Politeia (“negeri”) yaitu pada buku VII ayat 514a-520a. Perumpamaan ini merupakan pemikiran dasar dan fondasi daripada filsafat Plato. Cerita ini diakukan oleh Plato kepada Sokrates. Ringkasannya adalah sebagai berikut:
“Maka adalah sebuah gua, di mana ada beberapa tawanan yang diikat menghadap ke dinding belakang gua. Mereka sudah berada di sana seumur hidup dan tidak bisa melihat ke mana-mana, hanya bisa melihat ke depan saja.
Akan tetapi mereka bisa melihat bayang-bayangan orang di dinding belakang gua. Bayang-bayangan ini disebabkan oleh sebuah api yang berkobar di depan, di lubang masuk ke gua ini dan orang-orang di luar gua yang berjalan berlalu lalang. Para tawanan bisa melihat bayang-bayangan orang ini dan suara-suara mereka yang menggema di dalam gua.
Maka pada suatu hari, salah seorang tawanan dilepas dan dipaksa keluar. Ia disuruh melihat sumber dari bayangan ini semua. Akan tetapi api membuat matanya silau, ia lebih suka melihat bayangannya. Lama kelamaan ia bisa melihat api dan lalu ia mulai terbiasa dan melihat orang-orang yang lalu lalang.
Kemudian ia keluar dan melihat matahari (simbol daripada kebenaran), yang sebelumnya hanya sedikit bayangannya yang terlihat, sungai, padang dan sebagainya.Lalu ia dipaksa kembali ke gua lagi dan hal pertama yang akan dilakukannya adalah membebaskan kawan-kawannya. Akan tetapi kawan-kawannya akan marah karena hal ini akan mengganggu ilusi mereka. Akhirnya mereka bukannya terima kasih tetapi akan sangat marah dan membunuhnya.

 PENDAPAT PLATO TENTANG FILSAFAT PENDIDIKAN
bahwa ajaran Plato tentang ada dan pengetahuan merupakan sistem yang komplit. Plato berpangkal dari yang umum (idea) untuk sampai kepada yang khusus (bermacam-macam). Itulah sebabnya maka aliran Plato disebut idealisme. Dan oleh sebab itu idea merupakan realitas, maka idealisme Plato itu disebut orang pula idealisme realistis.
Menurut Plato, pendidikan secara ontologi ialah mencari hakekat kebenaran pengetahuan yang kita miliki yaitu dengan mengunakan dunia Idea, yang mana idea kita mengerakan kita pada dunia pengalaman sehingga muncullah pengetahuan baru,
Secara Epistemologi, Plato berpendapat pendidikan ialah pengetahuan merupakan hasil dari pengetahuan akal, sehingga hakekat kebenaran serta asal pengetahuan merupakan proses dari pengetahuan akal.
Secara aksiologi, dalam pandangan Plato tentang pendidikan adalah nilai dan implikasi aksiologi di dalam pendidikan ialah pendidikan menguji dan mengintegrasikan semua nilai tersebut di dalam kehidupan manusia dan membinanya di dalam kepribadian anak. Karena untuk mengatakan sesuatu bernilai baik itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi menilai secara mendalam dalam arti untuk membina kepribadian ideal.

Satu Balasan ke “PENGERTIAN FILSAFAT DAN BIOGRAFI SERTA PANDANGAN PLATO TENTANG FILSAFAT PENDIDKAN”

  1. I do acсeρt aѕ truе with all of thе ideas уou have prеsentеd in your
    pоst. Тhey aгe reаlly convinсіng and cаn сertаinly work.
    Still, the ρosts are ѵeгy quiсk for novices.

    Mаy you please prolοng them a bit from next time?
    Thankѕ for the pοst.

Tinggalkan Balasan

Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE