Papan Tulis

Hitam dan Putih itulah Cerita

MY DAD IS SUPER HERO

Posted by Teguh Utomo 10 Comments

Sekitar satu hari yang lalu saya habis meng-khatam-kan sebuah buku. Buku ini ditulis oleh seseorang yang tidak asing lagi bagi kita yaitu Andrea Hirata, seorang  penulis novel kelahiran belitong. Namanya melejit kekancah nasional maupun internasional sejak diterbitkannya novel pertamanya yang perjudul Laskar Pelangi yang sudah diterjemahkan ke dalam 24 bahasa dan belakangan novel ini diangkat menjadi film layar lebar. Novel yang saya baca kemaren merupakan novel ketujuhnya yang berjudul “Sebelas Patriot”.

Di novel tersebut diceritakan tentang seorang anak yang mempunyai banyak impian diantaranya ingin menjadi pemain junior PSSI. Impian tersebut terinspirasi oleh sebuah foto yang didalamnya terdapat gambar seorang pria yang sedang memegang piala. Selidik punya selidik setelah ditanyakan pada pamannya ternyata orang yang berada dalam foto tersebut adalah ayah dari anak itu yang dulunya pernah menjadi juara ketika melawan tim penjajah (Belanda) pada sebuah kompetisi peringatan ulang tahun Ratu Belanda. Dan malangnya setelah menang dari tim Belanda ayah dari anak itu kemudian dihajar dan tempurung lututnya luka parah. Dan hal ini berakibat matinya karir seorang ayah yang padahal waktu itu usianya masih muda yaitu sekitar 17 tahun. Meski belakangan si anak tidak bisa menjadi pemain junior PSSI tapi dia akhirnya bisa membeli sebuah kaos bola Real Madrid yang bertanda tangan Luis Figo di sebuah toko olahraga resmi ketika dia berada di Madrid. Hal itu karena diam-diam si anak tahu bahwa ayahnya ngefans ama Luis Figo. Secara garis besar novel tersebut bercerita tentang cinta seorang anak pada ayahnya, bagaimana menjadi orang Indonesia dan kegigihan mengejar mimpi-mimpi (Untuk lebih jelasnya mungkin teman-teman bisa baca sendiri novelnya kwkwkwkkw).

Dari novel itu yang menarik bagi saya adalah mengenai posisi seorang ayah dan cintanya pada anak-anaknya. Jika didalam novel tersebut dia (ayah) mempunyai karakter yang unik, dia pendiam , tidak pernah menuntut apa-apa dari siapapun, merasa tak perlu membuktikan apapun pada siapapun, tak banyak tingkah selain kasih sayang untuk keluarganya dan ini bagi saya merupakan inti dari sebuah kesederhanaan. Bicara soal ayah tentunya setiap anak pasti punya kesan tersendiri terhadap ayahnya, punya cerita sendiri terhadap ayahnya, dan apapun itu pastinya setiap anak punya kebanggan terhadap ayahnya.

Saya sendiri punya kesan dan kenangan kesendiri terhadap ayah kandung saya. Saya merasakan hidup bersama ayah kandung saya kurang lebih selama 3 tahun. Dia seorang pendiam tak banyak bicara, lebih banyak bertindak daripada ngomong termasuk pada anaknya. Selama saya tinggal serumah dengan dia, mungkin jika saya tulis percakapan antara saya dan dia mungkin tidak kurang dari 5 lembar kertas polio. Meski terkadang saya sering bertengkar tapi saya tahu bahwa beliau mempunyai rasa sayang yang besar terhadap saya. Buktinya ketika saya sakit (1 minggu gak masuk sekolah) beliau dengan telaten mengurusi saya, menjaga saya dan saat saya menulis ini saya sungguh merindukan beliau ( semoga suatu saat nanti saya bisa kembali bertemu dengan beliau aamiin).

By the way, Sekarang temen kita ada yang menjadi ayah lho,,,(selamat ya bang benny). Ketika saya dan temen-temen menjenguk si kecil yang baru lahir dan anak dari Ayah Beny saya sedikit bertukar cerita dengan beberapa teman. Yang pertama inisialnya ” S”, ketika aku bertanya “Bagaimana sih sikap ayahmu,apa yang kamu banggakan dari beliau?”. Dia sangat antusias sekali ketika menjawab. Dia bercerita bahwa ayahnya tergolong keras tapi baik hati, beliau tidak pernah menceritakan masalah-masalahnya pada orang lain baik itu saudara-saudaranya sendiri kecuali keluarga kecilnya yaitu istri dan anak-anaknya. Beliau adalah seorang pejuang sejati yang dulunya sudah bisa membiayai sekolahnya sendiri semenjak SMA dan membiayai sekolah adik-adiknya, hebat bukan?(kepengen kayak beliau,,,kwkkwkw). Dalam mendidik anaknya, beliau membebaskan pada si anak untuk bergaul dengan siapa saja yang penting tahu batasan-batasan. Secara tak langsung beliau telah memberikan kebebasan dengan syarat si anak bisa mempertanggung jawabkan kebebasan yang telah ia terima. Beliau sekarang bekerja sebagai wirausaha(kalau gak salah ingat,,hehe). Dari cerita si “ S” ini ada sebuah Quote yang bisa ku tangkap dan sangat bagus. “ KEBEBASAN YANG DIBERIKAN ORANG TUA HENDAKNYA DIJAGA DAN DIPERTANGGUNG JAWABKAN”.

Sedangkan untuk cerita teman yang satunya lagi dan kebetulan inisialnya juga “ S”, dia menjawab dengan lebih antusias lagi ketika kuberi bertanyaan yang sama dengan pertama tadi. Dia bercerita bahwa ayahnya juga berwatak keras, kata temen saya beliau agak fanatik soal agama dan temenku ini dulu ketika masih tinggal dirumah selalu disuruh sholat jamaah di masjid yang kebetulan dekat rumahnya. Beliau sangat peduli sekali dengan anak-anaknya, rasa sayang yang besar dari seorang ayah pada anaknya terbukti bahwa si “S” ini sering diantar jemput dari Yogja-“K”( kalau gak salah,,,kalau salah mohon dimaafkan). Sedikit cerita unik yaitu ketika foto manasik haji diperlihatkan oleh ibunya pada anak-anaknya, si ibu berujar “Lihat wajah ayahmu, kasian bukan?. Dia sangat memikirkan kalian ini. Makanya jangan bandel”. Beliau dalam mendidik anak-anaknya agak keras juga dan sering membatasi pergaulan si anak. Kata temanku “ Aku jadi anak rumahan”. Tapi menurutku itu adalah hal yang wajar, karena rasa kuwatir terhadap anak merupakan wujud kasih sayah dari seorang ayah pada anaknya. Temenku ini sepertinya sangat sayang dan membanggakan ayahnya, baginya ayahnya adalah the best.

Saya yakin setiap ayah menginkan sesuatu yang baik untuk anak-anaknya meski terkadang cara pendidikan yang keras dilakukan, namun bukankah dibalik semua itu ada kelembutan yang tidak bisa terlihat namun sanggup dirasakan oleh hati. Mereka menginginkan anaknya menjadi seorang yang tangguh, tangguh menjalani hidup. Mereka berharap anak-anaknya menjadi seseorang yang lebih baik dari diri mereka sendiri. Tanpa berharap balasan apa-apa mereka rela bekerja siang malam,jungkir balik memeras keringat demi membuat senang anak-anaknya dan demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Dan adapula sebagian dari mereka yang terkadang rela tidak makan demi anak-anaknya. Bukankah hal itu merupakan sebuah pengorbanan yang sejati. Pengorbanan penuh keikhlasan. Dan saya saat ini mungkin saja bisa disini berkat doa ayah-ayah saya. Masih saya ingat perkataan ayah tiri saya” JADILAH DIRIMU SENDIRI, AMBIL SIFAT-SIFAT TERBAIK DARI ORANG TUAMU DAN ORANG LAIN”. Kata-kata beliau InsyaALLAH akan saya pegang untuk selamanya. Terima kasihku padamu yang telah merawat dan memenuhi kebutuhan hidupku sejak kecil, meskipun engkau tidak ada hubungan biologis dengan diriku, tapi aku tahu bagaimana kasih sayangmu pada diriku. Ayahku adalah pahlawanku. Saya sangat merindukanmu. Semoga engkau yang sekarang berada di pulau ujung timur Indonesia senatiasa diberi kesehatan dan rejeki yang barokah, dan untuk ayahku di pulau seberang, akan aku buktikan bahwa aku bisa menjadi orang BESAR. Terima kasihku padamu, meskipun engkau selalu diam tapi aku sangat menyayangimu. Untuk teman-temanku berikanlah sesuatu yang terbaik buat kedua orang tua kita.  karena kita ada disini berkat orang tua, apapun ayang engkau miliki saat ini adalah berkat orang tua. Sedikit syair sebagai penyemangat kala kita terpuruk

MY DAD IS SUPER HERO

Keringat bercucur di bawah sinar mentari

Menetes peluh itu ciutkan nyali

Mungkin bagimu waktu itu selalu pagi

Tak kenal malam engkau selalu berdiri

 

Senyum ramah itu selalu saja mengusik hati

Kerinduan semakin terpatri

Saat anakmu disini merasa tak sanggup berlari

Sulit melepas bayangmu,imajiku terberai

 

Ayahku,,,,

Maaf  bila ananda selalu menyusahkanmu

Membuat bingung hatimu

Membuat kesal hatimu

 

Aku tahu dalam diam itu ada cinta

Aku tahu dalam suara itu ada rasa

Bagiku engkau adalah pahlawanku

Penyelamat diri dari kemunafikan dunia ini

 

Janjiku padamu,,

Ananda akan rajin belajar meski pikiran ini sering buyar

Ananda akan menjadi seorang sarjana yang bersahaja

Ananda akan memegang semua amanah yang engkau berikan pada ananda

 

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Teguh Utomo


Popular Posts

BENDERA LUSUH DIANTA

Desing peluru  menghujam raga Tersipu perih menahan luka Demi bangsa dan atas ...

Sajak Tentangku, Kau

Aku melihatnya,,,,,, Berjam-jam dia menunggu kereta datang dari stasiun seberang Beribu-ribu kilo ...

Kepemimpinan dalam P

[caption id="attachment_435" align="aligncenter" width="240"] " Bung Karno"[/caption] Gundul-gundul pacul cul gembelengan Nyunggi-nyunggi ...

INDONESIA

Indonesia,,, Indonesia adalah tempat dimana aku tinggal Tempat yang selalu setia menemaniku ...

MY DAD IS SUPER HERO

Sekitar satu hari yang lalu saya habis meng-khatam-kan sebuah buku. ...