Kebudayaan Itu Bernama Pasar Tradisional

10300283_828047203873333_2979470591082691694_n

Pasar merupakan salah satu tempat dimana para pedagang dan penjual saling bertransaksi. Pasar memberikan banyak manfaat dalam perputaran roda ekonomi bagi masyarakat. Di sana para penjual menjajakan barang dagangannya dan konsumen mencari barang yang akan dibeli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beraneka ragam jenis barang yang ada disana, mulai dari makanan, kosmetik, pakaian, alat-alat rumah tangga dan masih banyak lainnya dapat kita dijumpai. Secara umum, pasar dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pasar tradisional dan pasar modern seperti mall atau hypermarket.

Pasar tradisional itu sendiri merupakan jenis pasar yang telah ada sejak lama dan sudah merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat. Pasar tradisional merupakan panggung kehidupan masyarakat, segala aktivitas ekonomi masyarakat ada di sana. Secara garis besar pasar tradisional adalah bagian dari sejarah perkembangan pola interaksi sosial ekonomi masyarakat. Di pasar dapat kita jumpai banyak kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang tentunya merupakan bagian dari budaya negara Indonesia. Di sana kita bisa menyaksikan betapa interaksi antar individu satu dengan yang lain berjalan secara alami.

Seiring perkembangan zaman atau istilahnya zaman globalisasi, pasar itu sendiri mengalami banyak perkembangan. Keberadaan pasar tradisional kini telah banyak tergantikan oleh adanya pasar modern seperti mall ataupun hypermarket. Banyak pasar-pasar tradisonal yang digusur dan diubah menjadi pertokoan ataupun mall yang pada dasarnya tanpa disadari telah merubah sistem ekonomi dari milik bersama menjadi monopoli satu investor atau pengusaha. Disamping itu, pola hidup masyarakat yang mengarah pada pola hidup “hedonis konsmtif juga telah membuat banyak masyarakat kini enggan atau gengsi untuk pergi ke pasar tradisional sehingga eksistensi pasar tradisional menjadi berkurang. Jika hal tersebut dibiarkan tanpa ada langkah yang baik dalam pengelolaan pasar tradisional,maka ditakutkan keberadaan pasar tradisional bisa punah.

Pasar tradisional pada dasarnya mempunyai banyak kelebihan jika dibandingkan dengan mall atau hypermarket. Pasar tradisional yang pada dasarnya merupakan salah satu contoh dari ekonomi kemasyarakatan memberikan keuntungan-keuntungan yang luas bagi masyarakat. Di pasar tradisional kita bisa mendapat barang yang murah dengan kualitas sama atau bahkan lebih baik daripada mall atau hypermarket. Peredaran uang di sistem perekonomian tersebar secara baik dan tidak dimonopoli oleh satu pihak belaka. Selain itu di pasar tradisional juga kita bisa menikmati “medan keakraban” sosial masyarakat dengan segala kearifan sosialnya. Dari pasar tradisional kita bisa banyak belajar mengenai kearifan sosial seperti bagaimana di pasar tersebut kita bisa melihat antara para pembeli saling menyapa dan tersenyum jika berpapasan, disamping itu juga kita bisa melihat keakraban yang terjalin antara para penjual dan pembeli dalam aksi tawar menawar dan aktivitas sosial ini tidak akan dijumpai di pasar modern seperti mall atu hypermarket. Pola hidup atau interaksi sosial yang ada di pasar tradisional inilah yang merupakan salah satu kebudayaan masyarakat dan menjadi ciri khas dari kepribadian bangsa ini yang wajib dijaga.

Namun dewasa kini masyarakat mempunyai kecenderungan lebih memilih mall atau hypermarket daripada pasar tradisional untuk membeli kebutuhan hidupnya. Kecenderungan yang membuat masyarakat lebih memilih mall atau hypermarket dibanding pasar tradisional disebabkan oleh banyak hal yaitu mengenai kondisi lingkungan kebersihan pasar tradisional yang kotor, keinginan masyarakat untuk memperoleh barang yang bersih dan higenis kurang bisa dipenuhi oleh pasar tradisional, pemikiran sebagian masyarakat mengenai kemudahan dalam pelayanan penjual tidak ditemukan di pasar tradisional, dan kenyamanan serta keamanan pasar tradisional yang tidak terjaga. Hal-hal tersebutlah yang merupakan kekurangan dari pasar tradisional secara tak langsung telah membuat keberadaan pasar tradisional di dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Dan kekurangan-kekurangan tersebut pulalah yang berhasil ditutupi oleh pasar moder seperti mall atau hypermarket sehingga menjadi kelebihan yang bisa diberikan pada konsumen.

Perkembangan pasar modern berupa mall atau hypermarket secara tak terkendali akan membuat sistem perekonomian menjadi kurang menguntungkan bagi masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah. Dan hal tersebut jika tidak ditanggulangi maka keberadaan mall atau hypermarket tersebut akan menggeser nilai-nilai kebudayaan atau kearifan sosial yang ada di pasar tradisional yang nantinya akan berdampak pada sistem pola pikir masyarakat ke arah individual. Dan hal ini yang akan menjadikan masyarakat Indonesia tidak mengenal budaya sosial Indonesia.

Maka dari itu diperlukan langkah-langkah secara baik sehingga semua kemungkinan-kemungkinan terburuk dapat diatasi. Langkah-langkah dalam mengatasi permasalahan tersebut dapat berupa pengelolaan pasar dengan mengambil sistem keamanan dan kenyamanan mall atau hypermarket. Maksud dari hal tersebut yaitu keadaan pasar tradisional yang pada umumnya kotor harus dirombak sedemikian rupa menjadi lingkungan yang bersih serta nyaman. Perlu diatur tempat-tempat dari setiap penjual sehingga tertata dengan rapi. Selain itu perlu adanya peningkatan keamanan pasar dengan memberikan satpam pasar yang senantiasa menjaga dan melindungi keamanan dari konsumen maupun penjual. Di pasar tradisional juga perlu di beri petugas kebersihan yang senantiasa menjaga dan membersihkan pasar dari limbah-limbah para penjual. Sedangkan untuk kualitas produk diperlukan adanya penyeleksian produk dagang yang pantas dijual sehingga peredaran produk-produk dagang yang kiranya menyalahi aturan tidak beredar bebas di pasar tradisional. Selain hal-hal tersebut, pemerintah harus membuat aturan yang mengatur pembatasan berdirinya mall atau hypermarket karena tanpa pembatasan tersebut keberadaan mall atau hypermarket yang tak terkendaliu akan menjadi momok tersendiri bagi masyarakat yang berada pada ranah pasar tradisional.

Langkah-langkah tersebut jika bisa diatur dan diterapkan dengan baik maka dengan tidak mungkin keberadaan pasar tradisional akan tetap terjaga. Dan perlu di ingat juga, untuk merealisasikan hal tersebut perlu dukungan pemerintah setempat secara totalitas dan para elemen-elemen yang tergabung dalam pasar tradisional sehingga dalam pelaksanaannya tidak akan mengalami banyak kendala. Pasar tradisional adalah warisan budaya, pasar tradisional yang aman dan nyama adalah pilihan kita. Dan pasar tradisional wajib kita jaga keberadaannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Lewat ke baris perkakas