Selembar kain kusam dan sebuah cagak bambu berlumut

 

merah-putih1

Kemarin, telah aku ceritakan padamu

Tentang kain yang setengah robek itu,

Tentang cagak bambu yang sedikit agak berlumut itu

Tapi kok rasa-rasanya, aku tak pernah melihatmu berniat untuk menjahitnya apalagi sekedar memegang cagak bambu yang berlumut itu

 

Kemarin, telah aku ceritakan padamu,,

Tentang warna merah yang agak luntur, dan warna putih yang sudah kecoklatan, “mangkak” kalau orang jawa bilangnya.

Dan juga cagak bambu yang apabila “dipentelengi” kelihatan sudah lapuk, dimakan rayap kayaknya

Tapi kok rasa-rasanya, aku tak pernah melihatmu berniat untuk mencucinya apalagi sekedar memberi “kapur ajaib” agar serangga itu tak menggerogoti cagak bambu itu

 

Kemarin, telah aku ceritakan padamu,

Tentang mereka yang dulunya membasuhkan darahnya pada kain yang putih itu, makanya kini warnanya ada dua

Tentang mereka yang dulunya “iseng” memilih untuk tidak makan sayur bambu

Tapi kok rasa-rasanya, aku tak pernah melihatmu berniat untuk mengobati luka mereka apalagi sekedar membuat sayur “rebung” untuk mereka makan

 

Kemarin, telah aku ceritakan padamu,,

Tentang rentetan kata bualanku sendiri,,

Tentang pandangan-pandangan kemunafikannku sendiri

Dan juga tentang kamuflase-kamuflase keiblis-iblisan diriku sendiri

Tapi kok rasa-rasanya, kamu cuma diam gak mau peduli,,apa aku bukan temanmu lagi

 

Ah,,,entahlah,,,

Sekarang ini kamu telah punya teman baru mungkin,,

Teman-teman yang bisa bercerita tentang cerita yang lebih asyik dari ceritaku,,

Cerita tentang angka-angka,,cerita tentang metode-metode,,ditambah lagi cerita tentang tata laksana penelitian kalau gak salah,,,

Tak apalah yang penting kamu bahagia,,itu sudah cukup bagiku

 

Kini aku tak tahu,,penyakit apa yang sedang menghinggapi hatiku

Biarlah,,,biarlah penyakit ini tetap ada,,

Toh jika,,”dokter-dokter”,,”dukun-dukun”,,tak sanggup lagi mengobatinya

Masih ada Tuhanku yang setia mengelus kepalaku,,,

Dan toh juga jika aku,kamu, atau mereka sudah tak sanggup menjahit, mencuci kain , mengkeroin lumut dan menumis bambu

Masih ada Tuhanku pula yang mengambil alih kerjaan itu untukku,untukmu dan untuk mereka

 

 

Yogyakarta,6 Mei 2014

Lewat ke baris perkakas