SHeiSHiN-Seii

Dengan Segala Ketulusan

Berkaitan dengan perbedaan pendapat tentang ketentuan dalam melakukan sujud syukur dan sujud tilawah, maka kali ini akan saya tampilkan beberapa pendapat tentang ketentuan melakukannya. Semoga bermanfaat dan maaf jika ada kesalahan.

Tata cara bagaimana melakukan sujud syukur dan sujud tilawah terdapat perbedaan pendapat dari para ulama dikarenakan tidak ada tuntunan. Sebagian ulama mengqiyaskan dengan sholat biasa yaitu sebelum sujud syukur berwudhu terlebih dahulu, takbir, menghadap kiblat, sujud dan kemudian salam. Sedangkan pendapat yang lain menyatakan bahwa tidak perlu berwudhu terlebih dahulu, tidak perlu menghadap kiblat, disembarang tempat, dilakukan sekali saja tanpa takbir dan salam serta dilakukan di luar shalat. 

Pendapat tentang tata cara ketentuan sujud syukur

  • Imam Shan’ani,” Tidak ada pada hadits-hadits tentang hal ini yang menunjukkan adanya syarat wudlu dan sucinya pakaian dan tempat’.
  • Abu Thayib ( Nailul Authar, juz 3 hal 106) tidak mensyaratkan menghadap kiblat ketika sujud syukur.
  • Iman Syaukani, bahwa dalam sujud syukur tidak disyaratkan wudhu, suci pakaian dan tempat, juga tidak disyariatkan adanya takbir dan menghadap kiblat.

Oleh karena itu sujud syukur tidak perlu berwudhu terlebih dahulu, tidak perlu menghadap kiblat,serta tidak takbir dan salam. Dilakukan langsung dengan sujud ketika mendengar kabar bahagia dengan mengucapkan tasbih, tahmid, dan do’a. (Fatwa Tarjih Muhammadiyah)

Pendapat tentang cara ketentuan sujud tilawah.

  • Beberapa ulama mendasarkan keadaan sujud itu sebagai keadaan dalam sholat, sehingga syarat sujud tilawah seperti syarat sholat, yaitu suci, menghadap kiblat, dan menutup aurat.
  • Hadits Ibnu Abbas ra, atsar Ibnu Umar ra, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Sa’id bin Jubair, beliau berkata,” Ibnu Umar ra pernah turun dari kendaraannya, kemudian menumpahkan air, lalu mengendarai kendaraannya. Ketika membaca ayat sajdah, beliau bersujud tanpa berwudhu”.
  • Atsar yang diriwatkan oleh Baihaqi dari Laits dari Nafi dari Ibnu Umar beiau berkata,” Janganlah seseorang sujud kecuali dalam keadaan suci.” Maka cara menggabungkannya adalah bahwa yang dimaksud denagn ucapannya ‘suci’ adalah suci kubra ( Muslim, tidak kafir). Ucapan ini dikuatkan dengan hadits,” Seorang musrik itu najis”.
  • Hadits Ibnu Abbas bahwa pernah sujud bersama Rasulullah SAW, kaum Muslimin, musyrikin, dari golongan jin dan manusia. Di sini, Ibnu Abbas menyamakan sujud bagi semuanya, padahal pada waktu itu ada yang tidak sah wudhunya. Demikian dengan hadits

انّ ابن عمر يسجدعلى غيروضوء (رواه البخارى).

Artinya : “Bahwasanya Ibnu Umar melakukan sujud tilawah (di luar shalat) tidak berwudhu terlebih dahulu.”(HR.al- Bukhari)

  • Dari sini diketahui bahwa sujud tilawah tetap sah dilakukan, baik oleh orang yang berwudhu maupun yang tidak berwudhu.
  • Termasuk syarat sujud tilawah adalah ‘TAKBIR’, sebaiknya mengucapkan takbir jika dilakukan dalam sholat. Jika dilakukan diluar sholat, Abu Qilabah dan Ibnu Sirin berkata dalam Al Mushanaf yang diriwayatkan oleh Abdul Razaq,” Apabila seseorang membaca ayat sajdah diluar sholat, hendaklah mengucapkan takbir”. Menurut Syaikh Al Albani bahwa,” sanadnya shahih”.
  • Tentang masalah menghadap kiblat dan menutup aurat, sebagaimana yang dinyatakan oleh para fuqaha. Terdapat riwayat yang dihasankan oleh Ibnu Hajar Al ‘Asqalani yang berbunyi,” Dari Abu Abdirrahman As Sulami berkata bahwa Ibnu Umar pernah membaca ayat sajdah tanpa berwudhu dan tanpa menghadap kiblat dan beliau dalam keadaan mengisyaratkan suatu isyarat”
  • Bacaan sujud tilawah

عن عائشة قالت عان النبيّ صلّى عليه وسلّم يقول في سجدالّقرآن باللّيل سجدوجهي للّذي حلقه وصوّره و شفّ سمعه وبصره و بحوله وقوّته.(رواه ابوداود)

Artinya : “Diriwayatkan dari Aisyah ra., ia berkata : adalah Nabi saw membaca pada sujud tilawah di malam hari (yang artinya) : wajahku sujud kepada Dzat yang menjadikan dan membantuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan dnegan kekuatan dan kekuasaannya.”(HR. Abu Daud)

Terdapat pendapat bahwa tidak ada hadits yang shahih tentang doa sujud tilawah kecuali hadits diatas ( hadits Aisyah) meurut Sayid Sabiq dalam Fihus Sunnah. Sehingga, sujud tilawah yang dilakukan di luar shalat tidak perlu berwudhu dan megganti pakaian bersih terlebih dahulu, dan dilakukan sekali saja. (Fatwa Tarjih Muhammadiyah)

Categories: PAI, pendidikan

PROFIL AKU

ibah


Popular Posts

Sujud Syukur & S

Berkaitan dengan perbedaan pendapat tentang ketentuan dalam melakukan sujud syukur ...

Zakat Profesi

Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa zakat profesi itu ada ...

Sudahkah Anda Berhem

Bagi temen-temen dan anda-anda sekalian yang boros tentang keuangan, ada ...