SHeiSHiN-Seii

Dengan Segala Ketulusan

Zakat Profesi

Posted by ibah 1 Comment

Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa zakat profesi itu ada dan dianjurkan. dikarenakan beberapa orang masih beranggapan bahwa zakat profesi tersebut tidak ada, yang ada adalah infak atau sodaqoh bukan zakat. Sedangkan terdapat aturan bahwa profesi juga perlu dizakati jika sudah mencapai nisabnya. Beberapa orang yang memiliki kekayaan dari hasil profesinya tidak membayar zakat dengan alasan tidak ada dalilnya. Dikarenakan zakat profesi tersebut jarang untuk dibahas.

Zakat profesi merupakan zakat yang dikenakan kepada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu. Dilakukan secara perorangan, kelompok atau lembaga yang menhasilkan penghasilan (uang) yang sudah mencapai nishab. Zakat profesi diadakan seiring dengan berkembangnya zaman dimana terdapat profesi-profesi yang dnegna mudah dapat menghasilkan penghasilan (uang). Misalnya dokter, advokat, konsultan, dosen, guru, dll. Zakat profesi muncul untuk menghilangkan kesenjangan denagn adanya zakat hasil pertanian dimana para petani yang dengan bersusah payah menggunakan banyak tenaga untuk bertani tetapi berpenghasilan sedikit, dibandingkan dengan pekerjaan profesional yang bekerja dengan singkat tetapi berpenghasilan banyak.

Dasar hukum zakat profesi adalah QS. Al-Baqarah: 267

Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kam. Dan janganlah kamu memilih buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah 02 : 267)

Nishab. Menurut al-Qaradhawi nishab zakat profesi senilai 85 gram emas dan jumlah zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5%.  zakat profesi seperti nishab zakat hasil pertanian yaitu lima (lima) wasaq atau setara dengan 652,8 kg beras.

Cara pengeluaran zakat profesi menurut DR Yusuf Qaradlawi dalam bukunya Fiqh Zakat, adalah sebagai berikut :

  1. Pengeluaran bruto, yaitu mengeluarkan zakat penghasilan kotor. Artinya, zakat penghasilan yang mencapai nisab 85 gr emas dalam jumlah setahun, dikeluarkan 2,5 % langsung ketika menerima sebelum dikurangi apapun. Jadi kalau dapat gaji atau honor dan penghasilan lainnya dalam sebulan mencapai 2 juta rupiah x 12 bulan = 24 juta, berarti dikeluarkan langsung 2,5 dari 2 juta tiap bulan = 50 ribu atau dibayar di akhir tahun = 600 ribu.
  2. Dipotong oprasional kerja, yaitu setelah menerima penghasilan gaji atau honor yang mencapai nisab, maka dipotong dahulu dengan biaya oprasional kerja. Contohnya, seorang yang mendapat gaji 2 juta  rupiah sebulan, dikurangi biaya transport dan konsumsi harian di tempat kerja sebanyak 500 ribu, sisanya 1.500.000. maka zakatnya dikeluarkan 2,5 dari 1.500.000= 37.500,-
  3. Pengeluaran neto atau zakat bersih, yaitu mengeluarkan zakat dari harta yang masih mencapai nisab setelah dikurangi untuk kebutuhan pokok sehari-hari, baik pangan, papan, hutang dan kebutuhan pokok lainnya untuk keperluan dirinya, keluarga dan yang menjadi tanggungannya. Jika penghasilan setelah dikurangi kebutuhan pokok masih mencapai nisab, maka wajib zakat, akan tetapi kalau tidak mencapai nisab tidak wajib zakat, karena dia bukan termasuk muzakki (orang yang wajib zakat) bahkan menjadi mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) karena sudah menjadi miskin dengan tidak cukupnya penghasilan terhadap kebutuhan pokok sehari-hari.

Oleh karena itu, seorang yang mendapatkan penghasilan halal dan mencapai nishab (85 gr emas) wajib mengeluarkan zakat 2,5 %, boleh dikeluarkan setiap bulan atau di akhir tahun. Sebaiknya zakat dikeluarkan dari penghasilan kotor sebelum dikurangi kebutuhan yang lain.

Categories: PAI, pendidikan

PROFIL AKU

ibah


Popular Posts

Sujud Syukur & S

Berkaitan dengan perbedaan pendapat tentang ketentuan dalam melakukan sujud syukur ...

Zakat Profesi

Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa zakat profesi itu ada ...

Sudahkah Anda Berhem

Bagi temen-temen dan anda-anda sekalian yang boros tentang keuangan, ada ...