Komunikasi Pendidikan

  Kumpulan Makalah Kuliah   May 3, 2011

Analisis Pengertian Komunikasi Dan 5 (Lima) Unsur Komunikasi Menurut Harold Lasswell

Sat, 10/11/2007 – 6:54pm — Rejals

Analisis Definisi Komunikasi Menurut Harold Lasswell

Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?). (Lasswell 1960).

Analisis 5 unsur menurut Lasswell (1960):

1. Who? (siapa/sumber).
Sumber/komunikator adalah pelaku utama/pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai suatu komunikasi,bisa seorang individu,kelompok,organisasi,maupun suatu negara sebagai komunikator.

2. Says What? (pesan).
Apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada penerima(komunikan),dari sumber(komunikator)atau isi informasi.Merupakan seperangkat symbol verbal/non verbal yang mewakili perasaan,nilai,gagasan/maksud sumber tadi. Ada 3 komponen pesan yaitu makna,symbol untuk menyampaikan makna,dan bentuk/organisasi pesan.

3. In Which Channel? (saluran/media).
Wahana/alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator(sumber) kepada komunikan(penerima) baik secara langsung(tatap muka),maupun tidak langsung(melalui media cetak/elektronik dll).

4. To Whom? (untuk siapa/penerima).Orang/ kelompok /organisasi/suatu negara yang menerima pesan dari sumber.

5. With What Effect? (dampak/efek).
Dampak/efek yang terjadi pada komunikan(penerima) setelah menerima pesan dari sumber,seperti perubahan sikap,bertambahnya pengetahuan, dll.

Contoh:
Komunikasi antara guru dengan muridnya.
Guru sebagai komunikator harus memiliki pesan yang jelas yang akan disampaikan kepada murid atau komunikan.Setelah itu guru juga harus menentukan saluran untuk berkomunikasi baik secara langsung(tatap muka) atau tidak langsung(media).Setelah itu guru harus menyesuaikan topic/diri/tema yang sesuai dengan umur si komunikan,juga

Secara sederhana makna kom. Pendidikan adalah komunikasi yang terjadi dalam suasana pendidikan. Di sini komunikasi tidak lagi bebas, tetapi dikendalikan dan dikondisikan untuk tujuan-tujuan pendidikan. Suasana dialogis antara seorang ayah dengan anak nya yang sedang terlibat dalam pembicaraan pembentukan kehidupan di masa depan, misalnya adalah komunikasi pendidikan, atau tepatnya sebuah contoh kecil dari peristiwa komunikasi pendidikan. Disini komunikasi dirancang secara khusus untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan, yaitu dalam rangka upaya mendewasakan anak (manusia) (Sikun Pribadi, 1979) supaya bisa hidup mandiri (Langeveld, 1978) di kemudian hari. Komunikasi dalam pengertian ini mempunyai fungsi alat dan berkedudukan sebagai subsistem dari istilah pendidikan secara keseluruhan.

ASPEK KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL

Di sini komunikasi ditujukan pada aspek-aspek operasionalisasi pendidikan, terutama aspek membelajarkan sasaran. Situasi, kondisi, lingkungan, metode, dan termasuk “bahasa” yang digunakan oleh komunikator sengaja dipersiapkan secara khusus untuk mencapai efek perubahan perilaku pada diri sasaran. Dengan kata lain, melalui komunikasi tersebut diharapkan bisa terjadi proses belajar dan mengajar.

Contoh bentuk sederhana dari komunikasi intruksional ini antara lain ialah kegiatan kuliah, ceramah, mengajar, dan membelajarkan (instruksional). Dalam hal ini tentu saja tercakup segala kegiatan perancangannya serta segala aspek yang terkait di dalamnya.

DASAR ISTILAH

“Instruksional” berasal dari kata instruction, artinya pembelajaran atau pengajaran. Sebenarnya ia merupakan himpunan bagian dari pendidikan. Jadi, pendidikan mempunyai bidang kajian yang lebih luas daripada intruksional. Demikian pula apabila istilah komunikasi “dikawinkan” dengan pendidikan dan “intruksional”, terjadi istilah komunikasi pendidikan dan komunikasi intruksional.

Istilah yang pertama lebih luas daripada yang kedua karena yang satu merupakan himpunan bagian dari yang lain. Kamunikasi intruksional merupakan himpunan bagian dari komunikasi pendidikan

Apa komunikasi instruksional itu?

Kenapa komunikasi instruksional?

Bukankah komunikasi pendidikan lebih sesuai dengan konteks yang lebih luas?

Mengapa pula bukan menggunakan istilah komunikasi pengajaran atau komunikasi pembelajaran?

Bagaimana halnya dengan istilah strategi komunikasi, strategi instruksional?

Apa pula yang dimaksud dengan teknologi instruksional dan media instruksional?

Apakah masalah sasaran atau komunikan merupakan hal penting dalam komunikasi instruksional?

Apakah evaluasi dalam sistem instruksional juga diperlukan

SASARAN KOM. INSTRUKSIONAL

Adapun sasaran atau lebih luasnya komunikan yang menjadi bagian atau komponen dari komunikasi instruksional ini adalah masyarakat tertentu yang mempunyai sifat kurang heterogen, tetapi juga tidak selalu homogen. Sekelompok pemuda Karang Taruna di suatu desa, misalnya, bisa jadi terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, status sosial, dan barangkali agama yang berbeda meskipun tingkat usianya bisa sebaya. Itu bisa dijadikan sasaran dari komunikasi instruksional ini. Contoh-contoh lain dari sasaran komunikasi instruksional ini ialah sekelompok ibu PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga), anggota Kelompencapir (Kelompok pendengar, pembaca, dan pirsawan), kelompok tani, para peserta pelatihan atau

penataran dan penyuluhan, dan kelompok-kelompok masyarakat secara terbatas dan khusus lainnya seperti peserta seminar, simposium, anggota kelompok profesi, dan anggota kelompok suatu organisasi. Tambahan untuk ruang lingkup pembahasan ini ialah bahwa komunikator dalam hal ini bisa bertindak hanya sebagai perencana atau perancang atau pembuat model, namun bisa pula sekaligus bertindak langsung sebagai pelaksana komunikasi (instruksional) di lapangan seperti halnya seorang guru, dosen, penceramah, penyuluh, dan pembimbing lapangan.

FUNGSI KOM. INSTRUKSIONAL

Komunikasi instruksional mempunyai fungsi edukatif, atau tepatnya mengacu pada fungsi edukatif dari fungsi komunikasi secara keseluruhan. Namun, bukan berarti fungsi-fungsi lain terabaikan. Akan tetapi, sebagaimana sudah disinggung di muka, komunikasi instruksional merupakan subset dari komunikasi secara keseluruhan.

Bahkan apabila dikaitkan dengan bidang pendidikan sekalipun, ia merupakan subset dari komunikasi pendidikan. Ia bersifat metodis-teoritis. Artinya, kajian atau garapan-garapannya berpola tertentu sehingga akhirnya bisa diterapkan langsung untuk kepentingan di lapangan. Kalau komunikasi pendidikan lebih berarti sebagai proses komunikasi yang terjadi dalam lingkungan kependidikan, baik secara teoritis maupun secara praktis, komunikasi instruksional lebih ditekankan kepada pola perencanaan dan pelaksanaan secara operasional yang didukung oleh teori untuk kepentingan keberhasilan efek perubahan perilaku pada pihak sasaran (komunikan). Efek perubahan perilaku inilah yang tampaknya merupakan tujuan akhir dari pelaksanaan komunikasi instruksional.

TUJUAN KOM. INSTRUKSIONAL

  Dengan demikian, karena komunikasi instruksional ini mempunyai tujuan yang harus dicapai, dalam pelaksanaan kegiatannya, ia mempunyai fungsi-fungsi “teknis”, antara lain fungsi manajemen instruksional dan fungsi pengembangan instruksional. Yang pertama merupakan fungsi pengelolaan organisasi dan pengelolaan personel, sedangkan yang kedua mempunyai fungsi riset-teori, desain, produksi, evaluasi, seleksi, logistik, pemanfaatan, dan penyebaran. Kesemua fungsi tersebut diarahkan kepada optimalisasi pemanfaatan komponen sumber-sumber belajar (sumber informasi edukatif) dalam rangka berupaya memberhasilkan proses belajar secara tuntas.

MANFAAT

Manfaat adanya komunikasi instruksional antara lain ialah efek perubahan perilaku, yang terjadi sebagai hasil tindakan komunikasi instruksional, bisa dikontrol atau dikendalikan dengan baik. Berhasil tidaknya tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan paling tidak bisa dipantau melalui kegiatan evaluasi yang juga merupakan fungsi pengembangan tadi. Lebih-lebih apabila kegiatan instruksional ini sudah memanfaatkan jasa teknologi, seperti misalnya teknologi instruksional dan media instruksional, manfaatnya akan menjadi semakin nyata. Tentang hal ini, karena menyangkut masalah komunikasi dengan media yang termasuk ke dalam media komunikasi, media instruksional, visualisasi ide, model-model komunikasi yang cocok untuk kegiatan instruksional, serta keefektivan komunikasi visual.

PuKta (Pemikiran umum untuk kita ) in universitas terbaik ke 2

 

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE