Orang Miskin tidak boleh Sekolah

Menurut  studi Bank dunia : beberapa orang  kelas menengah Pengeluaran tiap Harinya sekitar US$ 2-20  atau 56,5% dari 237 juta penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 134 orang. Namun masih ada yang berbelanja lebih dari itu dalam  Kategori belanja US$ 6-20 perhari hanya 14 juta, Yang lainnya dari jumlah keseluruhan tidak mandiri dan rentan menjadi miskin. Artinya kelas menengah yang benar-benar kaya hanya 14 juta orang atau 5,6 % dari penduduk Indonesia. Yang selain dari itu lebih dari 100 juta orang(atau sekitar 45% dari penduduk Indonesia ) tergolong rentan miskin  menurut standar bank dunia

Pendidikan tinggi di Negara kitapun diukur dengan Uang siapa yang punya uang, mampu dalam berfikir dia dapat sekolah sampai lulus dari sd sampai Profesor tidak ada uang tidak boleh sekolah. Apakah orang yang miskin tidak boleh sekolah  Jawabannya Kalau orangnya pintar dapat sekolah tetapi kalau orangnya pas-pasan mungkin tidak akan sekolah. Kita mengerti bahwa pendidikan itu harus mencakup dari kalangan bawah sampai menengah ke atas. Sungguh ironis apabila  pendidikan diukur dengan uang banyak anak-anak pintar Indonesia mencari berbagai beasiswa di luar Negri  dan banyak dari Profesor atau lulusan perguruan tinggi kita juga ikut andil diluar negri karena beberapa faktor yang merujuk ke Uang dengan banyaknya lapangan pekerjaan dan gaji yang besar seseorang akan pergi keluar daerah kita Indonesia tercinta Kita lihat anak-anak jalanan semakin merajalela di negri kita tercinta mencari uang dengan menjadi peminta-minta di jalan raya dengan menggendong anaknya ataupun dengan mengajak anaknya itupun anaknya tidak sekolah karena tidak mampu dalam biaya. Hal semacam itu adalah tanggung jawab kita semua sebagai warga Negara  terlebih-lebih seorang pendidik yang melihat fakta tersebut di daerah Indonesia tercinta dia akan sangat berdosa apabila dia tidak mengajarkan pendidikan kepada rakyat miskin gelandangan tidak punya tempat tinggal tersebut. Memang sungguh ironis di Negara kita Masih banyak orang-orang yang berpenghasilan sedikit untuk makan sehari-haripun tidak cukup dan anak-anakpun tidak memikirkan sekolah karena kalau sekolah mereka beranggapan untuk makan nanti siang makan apa ? berbeda sedikit dengan orang yang kaya atau menengah keatas  kalau nanti siang apa makanannya? Dari karakter pertama seorang yang miskin dengan mempertanyakan apakah nanti siang dapat makan ataupun tidak  dan hari ini pun kita dapat makan nggak  berbeda dengan karakter kedua yaitu orang yang kaya atau menengah keatas dengan mempertanyakan apa  menu kita hari ini  atau dia mau makan milih-milih dulu makanan yang akan disantap.

Dan Hal ini merupakan suatu keniscayaan apabila seorang yang miskin tidak boleh sekolah. Sistem di Negara kita tercinta ini harus ada perubahan. Dan semacam itulah prestasi dari system kapitalisme yang antara lain kesenjangan yang lebar, distribusi kekayaan yang tak adil, memiskinkan mayoritas rakyat dan sebaliknya menumpuk kekayaan pada sebagian  yang sanagt kecil dari rakyat.

Untuk itu kita harus menerapkan system ekonomi Islam Niscaya kesenjangan akan menyempit dan sedikit demi sedikit akan hilang  kekayaan terdistribusi secara adil dan merata, Kesejahtraan dan kemakmuran akan dirasakan oleh semua rakyat.

Semua itu merupakan tanggung jawab kita seseorang akan kembali ke syari’ah dan menuntun kedalam masa-masa Rasulallah SAW. Sehingga akan terjadi keharmonisan dan kesejahtraan merata. Para penerus bangsa pun bukan dari para bangsawan saja tetapi juga dari anak yang terlahir dalam kalangan bawah.

Pukta( Pemikiran Untuk Kita) in Universitas terbaik 2

About topik 212 Articles
Bingung cari tempat berkunjung pas di jogja cari yuk tempat wisata di jogja
Contact: Website

1 Comment on Orang Miskin tidak boleh Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar