Pengembangan Jasa Baru

ada beberapa kategori dalam pengembangan jasa baru:

1. major innovation, jasa yang benar-benar baru yang sebelumnya belum pernah dipasarkan. contoh jasa internet beberapa tahun yang lalu merupakan jasa inovasi.

2. start up business, jasa baru yang ditawarkan oleh perusahaan baru, yang melayani pasar yang sama dengan pesaingnya, namun memiliki karakteristik yang berbeda (lebih inovatif)

3. service line extensions, tambahan produk baru masih dalam satu lini, memiliki manfaat yang sama dengan layanan yang berbeda. misalnya: telkomsel telah menawarkan produk simpati (prabayar) kemudian menawarkan kartu halo (pascabayar)

4. service improvement, penyempurnaan dari jasa utama dan penambahan pada jasa pelengkap, untuk meningkatkan layanan pada pelanggan. contoh: layanan on line atau layanan 24 jam pada produk tabungan perbangkan

5. style changes, perubahan tampilan dalam jasa, meskipun paling ringan namun perubahannya tersebut paling terlihat. dapat berupa tampilan logo, seragam, peralatan jasa, gedung, tempat layanan, desain kartu anggota, dll.

 

Proses pengembangan jasa baru

pemunculan ide -> penyaringan ide -> pengembangan dan pengujian konsep -> analisis bisnis -> pengembangan -> komersialisasi

Proses Keputusan Pembelian Jasa Baru (Perspektif Pelanggan)

1. Awareness, pelanggan mengetahui keberadaan jasa baru.

2. Interest, pelanggan tertarik untuk mencari informasi tentang jasa baru.

3. Evaluation, pelanggan mempertimbangkan apakah perlu mencoba jasa baru.

4. Trial, pelanggan mencoba jasa baru terbatas untuk menilai apakah jasa baru tersebut sesuai dengan yang diperkirakan.

5. Adoption, pelanggan memutuskan untuk memakai jasa baru tersebut untuk memenuhi kebutuhannya secara rutin.

 

Karakteristik inovasi yang mempengaruhi tingkat adopsi:

1. keunggulan inovasi, lebih unggul dibandinkan jasa yang telah ada.

2. inovasi sesuai dengan kebutuhan, nilai-nilai dan pengalaman pelanggan potensial.

3. inovasi yang dilakukan mudah dipahami dan digunakan.

4. inovasi tersebut dengan mudah dapat dicoba.

5. hasil penggunaan inovasi dapat dengan mudah diamati, dinilai dan disampaikan kepada orang lain.

6. inovasi tidak mengakibatkan biaya jasa menjadi mahal.

7. tidak menambah resioko dan ketidakpastian.

8. tidak menyalahi etika, norma-norma dan mendapat pengakuan sosial.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar