Kebodohan

  Catatanku   November 30, 2011

Engkau yang sedang tersesat dalam cinta, cobalah kau jawab tanyaku ini …

Jika yang kau genggam itu berduri dan menyengat, mengapakah engkau masih bertahan menggenggamnya?

Jika kau yakini jodohmu itu ada di tangan Tuhan, mengapakah engkau tak membebaskan tanganmu untuk mengambil belahan jiwamu itu dari tangan Tuhan?

Kecerdasan apakah yang sedang kau gunakan, untuk membiarkan tanganmu terluka oleh duri yang sesungguhnya bisa kau buang itu?

Tegaslah.

“Hati yang sedang sibuk mengemis cinta palsu, tak dapat menerima cinta yang sejati dan setia.”

Itu yang tiba-tiba terlintas di pikiran gua. Dan gua pikir itu benar ada nya.
Suatu kebodohan untuk mengemis cinta yang ga bisa kita raih, apa lagi bertahan
dengan cinta yang hanya akan menyakiti.

2 Balasan ke “Kebodohan”

  1. Excellent read, I just passed this onto a colleague who was doing a little research on that. And he actually bought me lunch since I found it for him smile Thus let me rephrase that: Thanks for lunch!

  2. Kamery mengatakan:

    I am so glad that specialists like you share this type of knowledge it’s a must have.

Tinggalkan Balasan

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE