PUSAT INFORMASI KONSELING REMAJA

  BKKBN   20 Desember 2011

What PIK – KRR?

Activity of KRR is a container-managed program of, by and for teens gana provide information and counseling on reproductive health as well as other supporting activities.

PIK-KRR Why?

Because the PIK-strategic KRR to:

Intervening two promotive factors at once:

1. Asset: Teenagers on the Triad PSP KRR and life skills;

2. Resources: Networking and support for teens and KRR program;

Clarify the role as the center of the KRR information conveyed through the mass media;
Act as information centers and a two-way consultation KRR and depth;
Have activities that slang: of, by, for peers.

 

Apa PIK – KRR ?

Adalah wadah kegitan program KRR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja gana memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi serta kegiatan- kegiatan penunjang lainnya.

 

Kenapa PIK- KRR ?

Karena PIK- KRR strategis untuk :

  1. Mengintervensi dua promotive faktor sekaligus :

1. Asset           : PSP Remaja tentang Triad KRR dan kecakapan hidup;

2. Resources    : Jaringan dan dukungan terhadap remaja dan program KRR;

  1. Berperan sebagai pusat yang memperjelas informasi KRR yang disampaikan    melalui media masa;
  2. Berperan sebagai Pusat informasi dan konsultasi KRR yang dua arah dan mendalam;
  3. Memiliki kegiatan yang gaul :  dari, oleh, untuk teman sebaya.

 

PENINGKATAN AKSES DAN KUALITAS PIK – KRR

 

Tujuan Peningkatan Akses dan Kualitas PIK- KRR

  1. Meningkatka akses dan jangkauan pelayanan PIK-KRR terhadap remaja ;
  2. Meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayana PIK-KRR terhadap remaja.

 

Sasaran Peningkatan Akses dan Kualitas PIK-KRR

  1. Pengelola Program KRR ;
  2. Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya ;
  3. Kelompok remaja ;
  4. Keluarga ;
  5. Institusi pendidikan ;
  6. LSM ;
  7. Organisasi keagamaan ;
  8. Organisasi profesi
  9. Tenaga ahli bidan KRR (medis-non medis0 dll.

 

Konsep Peningkatan Kualitas Pengelolaan PIK-KRR

Dikembangkan secara bertahap, melalui tiga tahapan peningkatan kualitas PIK- KRR :

  1. PIK – KRR  tahap TUMBUH ;
  2. PIK – KRR  tahap TEGAK ;
  3. PIK – KRR  tahap TEGAR.

 

PIK – KRR : Tumbuh

Materi dan isi pesan (Asset) yang diberikan :

  1. TRIAD KRR
  2. Pendalaman materi TRIAD KRR
  3. Pemahaman tentang hak-hak reproduksi

 

Ciri kegiatan yang dilakukan :

  1. Kegiatan dilakukan di tempat PIK – KRR
  2. Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE)
  3. Menggunakan media cetak

 

 

Dukungan dan jaringan (resources) yang dimiliki :

  1. Ruang khusus
  2. Memiliki papan nama
  3. Pengelola dan penganggung jawab
  4. 2 orang pendidik sebaya yang dapat diakses

 

PIK – KRR : Tegak

Materi dan isi pesan (Asset) yang diberikan :

  1. TRIAD KRR
  2. Pendalaman materi TRIAD KRR
  3. Pemahaman tentang hak – hak repoduksi
  4. Kecakapan hidup (life skills)
  5. Keterampilan advokasi

 

Ciri kegiatan yang dilakukan :

  1. Kegiatan dilakukan di dalam dan di luar PIK – KRR
  2. Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE)
  3. Menggunakan media cetak dan elektronik
  4. Melakukan advokasi untuk mengembangkan jaringan pelayanan

 

Dukungan dan jaringan (resources) yang dimiliki :

  1. Ruang khusus dan ruang pertemuan
  2. Memiliki papan nama
  3. Pengelola dan penganggung jawab
  4. 4 orang pendidik sebaya yang dapat diakses
  5. 2 orang konselor sebaya yang dapat diakses
  6. Jaringan dengan pelayanan medis dan non medis

 

PIK – KRR : Tegar

Materi dan isi pesan (Asset) yang diberikan :

  1. TRIAD KRR
  2. Pendalaman materi TRIAD KRR
  3. Pemahaman tentang hak – hak repoduksi
  4. Kecakapan hidup (life skills)
  5. Keterampilan advokasi
  6. Pendalaman keterampilan advokasi

 

Ciri kegiatan yang dilakukan :

  1. Kegiatan dilakukan di dalam dan di luar PIK – KRR
  2. Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE)
  3. Menggunakan media cetak dan elektronik
  4. Melakukan advokasi untuk meningkatkan kualitas dan keberlangsungan PIK – KRR
  5. Mempunyai akses pada jaringan internet
  6. Melibatkan jaringan

 

 

 

 

 

 

Dukungan dan jaringan (resources) yang dimiliki :

  1. Ruang khusus dan ruang pertemuan
  2. Memiliki papan nama
  3. Pengelola dan penganggung jawab
  4. 4 orang pendidik sebaya yang dapat diakses
  5. 2 orang konselor sebaya yang dapat diakses
  6. Jaringan dengan pelayanan medis dan non medis
  7. Memiliki hotline konseling
  8. Memiliki perpustakaan
  9. Jaringan dengan :

–          Kelompok remaja sebaya

–          Orang tua

–          Guru- guru sekolah

–          PIK – KRR, dll

  1. Organisasi Induk

 

Data sumber Informasi KRR

 

Sumber informasi KRR bagi remaja :

  1. Teman sebaya              : 71%
  2. Orang tua                    : 31%
  3. Guru                            : 31 %
  4. Petugas kesehatan       : 16 %
  5. Pemuka agama            : 12 %

(SKRRI, 03).

 

Ada masalah dalam komunikasi kita dengan para remaja

 

Kita : Orang tua, Guru, Petugas, Toma

PENDIDIK SEBAYA & KONSELOR SEBAYA

 

Siapakah Pendidik Sebaya Itu ?

 

Adalah orang yang menjadi nara sumber bagi kelompok sebayanya.

 

Mengapa Pendidik Sebaya diperlukan ?

–          Bahasa sama sehingga mudah dipahami

–          Mudah mengemukakan pikiran dan perasaan

–          Pesan sensiif dapat disampaikan lebih terbuka dan santai.

 

 

 

 

 

 

 

 

Syarat menjadi pendidik sebaya ?

  1. Aktif dalam kegitan sosial dan populer
  2. Berminat menyebarluaskan informasi KRR
  3. Lancar membaca dan menulis
  4. Ciri kepribadian :

–          Ramah

–          Lancar dalam mengemukakan pendapat

–          Luwes dalam pergaulan

–          Berinisiatif dan kreatif

–          Tidak mudah tersinggung, dll

 

Pengetahuan yang perlu dimiliki pendidik sebaya ?

  1. Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

–          Organ reproduksi dan fungsinya

–          Proses terjadinya kehamilam

–          Penyakit menular seksual, HIV dan AIDS

–          Metode Kontrasepsi dll.

  1. Pengetahuan mengenai hukum, agama dan peraturan perundang-undangan mengenai Kesehatan Reproduksi.

 

Keterampilan yang perlu dimiliki pendidik sebaya ?

Pendidik sebaya harus memilki keterampilan komunikasi interpersonal, yaitu hubungan timbal balik yang bercirikan :

 

–          Komunikasi dua arah

–          Perhatian pada aspek verbal dan non verbal

–          Penggunaan pertanyaan untuk mengenali informasi, perasaan dan pikiran

–          Sikap mendengar yang efektif

 

Dimanakah pendidikan sebaya dapat dilakukan ?

 

–          Dimana saja asal nyaman

–          Teras masjid

–          Bawah pohon yang rindang

–          Ruang kelas yang sedang tidak dipakai

–          Aula gereja dsb.

 

Penyelenggaraan pendidikan sebaya

 

Jumlah ideal peserta kegiatan pendidikan sebaya

 

Peserta < 12 Orang

 

Sehingga diharapkan :

–          Kesempatan bertanya efektif

–          Pemahaman dan pengetahuan cukup memadai

 

 

 

 

Bagaimana menyelenggarakan pendidikan sebaya ?

 

–          PS mencari teman seusia yang berminat terhadap KR (tanpa paksaan)

–          Paket pertemuan sekurangnya 8 kali, setiap kali pertemuan kurang lebih 2 jam

–          Tempat dan waktu pertemuan ditentukan bersama oleh peserta

–          Pendidikan diberikan oleh 2 PS

–          Materi yang disampaikan oleh ps setengah jam, selanjutnya diskusi tanya jawab

–          Pertnyaan yang tidak terjawab, jawaban ditunda (ditanyakan pada yang lebih ahli)

 

Topik – topik yang perlu dibahas ?

 

–          Penganalan organ reproduksi dan fungsinya (laki-laki dan permpuan)

–          Proses kehamilan termasuk KTD dan bahaya Aborsi

–          Metode kontrasepsi

–          PMS termasuk HIV dan AIDS

–          Gender dan seksualitas

–          Narkoba

 

Kiat – kiat menjadi pendidik sebaya (ps) yang berhasil

 

Bagaimana iat_kiat menjadi pendidik sebaya yang berhasil ?

–          Mau terus belajar dan memperluas wawasan

–          Rajin mencari informasi tambahan

–          Menyisipkan humor dalam pemberian materi

–          Kreatif mencari alat bantu untuk menghidupkan suasana pembelajaran

 

Menyampaikan Informasi KR pada Remaja dalam kelompok Besar (peserta lebih dari 50 orang)

Disebut kelompok besar bila peserta berjumlah lebih dari 50 orang. Kegiatan ini disebut dengan penyuluhan. Contoh :

–          Ceramah di sekolah

–          Ceramah pada moment strategis

–          Penyuluhan kader di desa

–          Penyuluhan pada prganisasi kemasyarakatan

 

Dalam menghadapi kelompok besar, apa saja yang harus diperhatikan oleh pendidik sebaya ?

 

  1. Kesiapan pribadi (menguasai materi, alokasi waktu)
  2. Pengaturan tempat (jumlah peserta, mis : bentuk  “u” )
  3. Alat bantu
  4. Tiba ditempat lebih awal (15-30 menit) untuk memeriksa fasilitas alat bantu

 

 

 

 

 

 

 

Apakah konseling kesehatan reproduksi (KR) ?

Konseling KR adalah suatu proses tatap muka dimana seseorang konselor membantu kliennya untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksinya.

 

Yang harus terjadi dalam proses konseling :

–          Hubungan saling percaya

–          Komunikasi yang terbuka

–          Pemberdayaan klien

 

Persyaratan menjadi konselor KR ?

  1. Berpengalaman menjadi pendidik sebaya
  2. Mempunyai minat membantu klien
  3. Terbuka untuk pendapat orang lain
  4. Meghargai dan menghormati klien
  5. Peka terhadap perasaan orang, mampu berempati
  6. Dapat dipercaya, mampu memegang rahasia
  7. Pendidikan minimal setingkat SLTA

 

Pengetahuan yang harus dimiliki koselor KR ?

 

–          Organ reproduksi dan fungsinya

–          Proses kehamilan

–          Bahaya Aborsi

–          Jenios kontrasepsi

–          PMS, HIV & AIDS

–          Hak-hak klien

–          Program & kebijakan Pemerintah terkait KR

 

Keterampilan yang harus dimiliki Konselor KR ?

 

–          Membina suasana aman, nyaman, rasa percaya klien

–          Komunikasi interpersonal :

  1.                                                               i.      Komunikasi dua arah
  2.                                                             ii.      Perhatian pada aspek verbal dan non verbal
  3.                                                           iii.      Pertanyaan untuk menggali informasi, perasaan dan pikiran
  4.                                                           iv.      Sikap mendengar

 

Tempat konseling dan klien KRR ?

Dimana konseling KR bisa dilakukan ?

 

Dimana saja, asal memenuhi syarat sebagai berikut :

–          Terjamin “privacy”

–          Nyaman, tidak bising

–          Tenang

 

 

 

 

 

 

Siapa saja yang membutuhkan konseling KR ?

–          Kelompok remaja

–          Klien dengan kehamilan yang tidak diinginkan

–          Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA)

–          Kelompok lansia

 

Apa kiat-kiat untuk melksanakan konseling pada kelompok khusus ?

 

  1. Remaja

Menghadapi remaja seorang konselor KR harus :

–          Terbuka

–          Fleksibel

–          Dapat dipercaya

–          Menjaga kerahasiaan

–          Mudah didekati

–          Menghargai

–          Memahami

–          Bersabar

 

  1. Klien dengan KTD / MBA
    1. Perhatikan perasaan tetekan, konflik, bingung.
    2. Membantu klien mengambil keputusan tanpa rasa sesal
    3. Memiliki informasi rujukan yang luas
    4. Menjadi perantara anatara klien dengan pasangan atau klien dengan orang tua

 

  1. Klien dengan HIV dan AIDS
    1. Menjaga kerahasiaan lebih ketat
    2. Menunjukkan empati tanpa rasa kasihan
    3. Memperhatikan perasaan para ODHA, mis : kesedihan mendalam, kemaraha, malu, dll
    4. Mengupayakan klien yang aktif seksual agar menggunakan kondom

 

  1. Klien lansia
    1. Penghargaan bahwa pengalaman merupakan suatu kelebihan
    2. Sabar (terhadap kebosanan dan penurunan fungsi penginderaan )
    3. Hormat (budaya, yang tua ingin dihormati)

 

 

 

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE