RSS
 

TEKNIK PELAKSANAAN TES HASIL BELAJAR

06 Nov

Dalam penyusunan tes ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan agar tes yang disusun memenuhi standar yang baik. Teknik penyusunan tes hasil belajar dapat diselenggarakan secara tertulis (tes tertulis), dengan secara lisan (tes lisan) dan dengan tes perbuatan.

  1. Teknik Pelaksanaan Tes Tertulis

Dalam melaksanakan tes terutulis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Agar dalam mengerjakan soal tes para peserta tes mendapat ketenangan, seyogyanya ruang tempat berlangsungnya tes dipilihkan yang jauh dari keramaian, kebisingan, suara hiruk pikukdan lalu lalangnya orang.
  2. Ruangan tes harus cukup longgar, tidak  berdesak-desakan,tempat duduk diatur dengan jarak tertentu yang memungkinkan tercegahnya kerja sama yang tidak sehat.
  3. Ruangan tes sebaiknya memiliki sistem pencahayaan dan pertukaran udara yang baik.
  4. Ruangan tes harus tersedia alat tulis yang terbuat dari triplex, hardboard, atau bahan lainnya, sehingga testee tidak harus menuliskan jawaban soal tes yang diletakkan di atas paha sebagai alas tulisannya.
  5. Agar testee dapat mengerjakan soal secara bersamaan, hendaknya lembar soal-soal diletakkan secara terbalik, sehingga tidak memungkinkan bagi testee untuk membaca dan mengerjakan soal lebih awal daripada teman-temannya.
  6. Pengawas hendaknya mengawasi jalannya tes secara wajar.
  7. Sebelum  berlangsungnya tes, hendaknya sudah ditentukan lebih dahulu sanksi yang dapat dikenakan kepada testee yang berbuat curang.
  8. Harus disiapkan daftar hadir, sebagai bukti testee telah mengikuti tes.
  9. Jika waktu yang ditentukan telah habis, hendaknya testee diminta untuk menghentikan pekerjaannya dan meninggalkan ruangan.
  10. Untuk mencegah timbulnya berbagai kesulitan dikemudian hari, pada berita acara pelaksanaan tes harus dituliskan secara lengkap, berapa orang testee yang tidak hadir dan yang hadir.
  11. Teknik Pelaksanaan Tes Lisan

Beberapa hal yang dipergunakan sebagai pelaksanaan tes lisan yaitu :

  1. Sebelum tes lisan dilaksanakan, sebaiknya tester sudah melakukan inventarisasi berbagai jenis soal yang akan diajukan kepada testee dalam tes lisan tersebut, sehingga tes lisan dapat diharapkan memiliki validitas yang tinggi.
  2. Setiap butir soal yang telah ditetapkan untuk diajukan dalam tes lisan, juga harus disiapkan sekaligus pedoman atau ancar-ancar jawaban betulnya.
  3. Jangan sekali-kali menentukan skor atau nilai hasil tes lisan setelah seluruh testee menjalani tes lisan.
  4. Tes hasil belajar yang dilaksanakan secara lisan hendaknya jangan sampai menyimpang atau berubah arah dari evaluasi menjadi diskusi.
  5. Tester hendaknya jangan sekali-kali “memancing-mancing” atau “memberikan angin segar” dengan kata-kata, kalimat-kalimat atau kode-kode tertentu yang sifatnya merasa kasihan atau menolong testee.
  6. Tes lisan harus berlangsung secara wajar.
  7. Sebaiknya tester mempunyai pedoman atau ancar-ancar yang pasti, berapa lama atau berapa waktu yang disediakan bagi tiap peserta tes dalam menjawab soal-soal tesebut.
  8. Pertanyaan hendaknya dibuat bervariasi, dalam arti bahwa sekalipun inti persoalan yang ditanyakan itu sama, namun cara pengajuan pertanyaannya dibuat berlainan atau beragam.
  9. Sejauh mungkin dapat diusahakan agar tes lisan itu berlangsung secara individual (satu demi satu).
  10. Teknik Pelaksanaan Tes Perbuatan

Tes perbuatan pada umumnya digunakan untuk mengukur taraf kompetensi yang bersifat keterampilan (psikomotorik), dimana penilaiannya dilakukan terhadap proses penyelesaian tugas dan hasil akhir yang dicapai oleh testee setelah melaksanakan tugas tersebut. Karena tes ini bertujuan ingin mengukur ketrampilan, maka sebaiknya tes perbuatan ini dilakukan secara individu. Dalam melaksanakan tes perbuatan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh tester yaitu :

  1. Tester harus mengamati secara teliti, cara yang ditempuh oleh testee dalam menyelesaikan tugas yang telah ditentukan.
  2. Hendaknya tester jangan berbicara atau berbuat sesuatu yang dapat mempengaruhi testee yang sedang mengerjakan tugas tersebut, agar mendapat hasil yang kadar obyektivitas setinggi mungkin.
  3. Dalam mengamati testee yang sedang melaksanakan tugas itu, hendaknya tester telah menyiapkan instrumen berupa lembar penilaian yang didalamnya telah ditentukan hal-hal apa sajakah yang harus diamati dan diberikan penilaian.
 
 

Leave a Reply