berbagi ilmu yang bermanfaat

forum bebas untuk berekspresi

MEMBANGUN KARAKTER GURU PAI YANG UNGGUL, INOVATIF, DAN ISNPIRATIF DI ABAD XXI 

‘Ethos, Creativity Dan Achievement’

 Permasalahan :

  1. Indonesia sudah ketinggalan jauh dari Amerika dalam berbagai bidang.
  2. Banyak guru-guru PAI yang tidak kreatif dalam mengajar di kelas, padahal guru yang kreatiflah yang dibutuhkan para siswa.
  3. Guru di abad XXI ini harus mengusai IT dengan baik dan benar, namun kenyataan di lapangan Indonesia ini masih sangat kurang dalam penguasaan IT bagi para guru, khususnya guru PAI.

 

Pembahasan :

Indonesia yang sampai sekarang ini tahun 2012 masih sebagai Negara berkembang tidak heran kalau ketinggalan dari Amerika, baik dalam kemajuan negaranya, penelitian-penelitinya, IT, pendidikan dan masih banyak aspek lain yang tentunya jauh ketinggalan dari Negara-negara lain, seperti Amerika.

Pendidikan adalah salah satu hal terpenting dalam sebuah Negara. Tanpa pendidikan yang memadai sulit bagi sebuah Negara untuk mencapai kemajuan dalam segala bidang. Apabila dalam sebuah Negara terdapat pendidikan yang bagus dan memadai maka akan tercipta para cendekiawan-cendekiawan pedidikan yang berkualitas serta mampu dalam memajukan negaranya. Namun kenyataanya di Indonesia yang pendidikanya belum begitu baik masih sulit mencetak banyak cendekiawan-cendekiawan yang berkualitas, faktor ini juga dipengaruhi oleh kinerja guru, dosen dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Guru ataupun dosen di Indonesia ini memang banyak, namun  kualitas guru terseut pastilah berbeda. Ada guru yang bertipikal penyabar, ramah dan ada pula guru yang bertipikal suka marah-marah kalau sedang di kelas. Segala ciri khas masing-masing guru dalam mengajarkan sebuah materi pembelajaran di kelas tentunya semua mempunyai tujuan yang baik, yaitu ingin membentuk peserta didik yang cerdas, berkualitas. Namun kadang banyak guru tidak memikirkan apakah cara ataupun metode yang mereka terapkan dalam mengajar itu sudah dapat diterima dengan baik oleh para siswanya atau belum. Tentunya hal tersebut harus diperhatikan, dari cara ataupun metode yang diterapkan saat mengajar itu harus mudah diterima oleh siswa dan dapat dipahami dengan mudah. Dengan begitu maka dalam membentuk peserta didik yang cerdas dan berkualitas akan menjadi lebih mudah bagi para guru.

Di abad XXI ini tidak hanya guru ataupun dosen yang mampu mengetahui kondisi murid, dapat mengajarkan pembelajaran dengan baik, mampu diterima dengan baik segala pelajaran yang diterapkan tetapi juga guru tersebut harus menguasai IT. IT disini tentunya sangat membantu dalam proses pembelajaran. Karena kalau guru tidak menguasai IT di abad XXI ini maka dapat dikatakan guru tersebut sudah ketinggalan jaman ataupun jadul. Kualitas guru dalam menguasai IT berpengaruh terhadap kinerja guru tersebut saat memberikan pelajaran di kelas, karena kalau guru yang menguasai IT itu dapat dengan baik menyampaikan pelajaran di kelas dan para siswa tidak merasa bosan dalam menerima materi pelajaran dari guru tersebut.

Dalam konteks kuliah perdana ini memang guru PAI (Pendidikan Agama Islam) yang ditekankan, namun tidak menutup kemungkinan bagi guru bidang studi yang lain juga begitu, karena tuntutan jaman yang mengharuskan bagi para guru untuk menguasai IT dengan baik dan benar. Guru PAI yang kretaif dan menguasai IT dengan baik tentunya akan lebih disennagi para siswa dibandingkan guru PAI yang tidak kreatif dan tidak menguasai IT dengan  baik.

Guru PAI yang tidak kretaif akan tidak disenangi oleh para siswanya karena cenderung pembejalaran yang diberikan monoton, tidak kreatif n membuat para siswa tidak nyaman atau bosan. Para siswa akan lebih memilih untuk ramai di kelas daripada mendengarkan guru tersebut mengajar. Namun akan beda cerita apabila guru PAI yang kreatif dalam mengajarkan pembelajaran di kelas juga disertai IT yang mumpuni dengan segala fasilitas yang mendukung, akan lebih membuat para siswa untuk memperhatika, mengikuti dengan baik, juga dapat menerima dengan mudah segala pelajaran Agama yang diberikan oleh sang guru tersebut. Karena apabila siswa sudah senang dulu dalam mengikuti pelajaran tersebut maka akan lebih mudah bagi para siswa untuk memahamu pelajaran agama yang diberikan oleh para guru PAI.

Guru PAI yang kreatif akan lebih memiliki banyak metode dalam menyampaikan pelajaran kepada para siswanya, metode pembelajaran tersebut tentunya bermacam-macam dan bertujuan baik bagi perkembangan para peserta didik. Para siswa akan menjadi lebih antusias dalam mengikuti pelajaran dengan metode-metode yang diterapkan oleh guru PAI yang kreatif tersebut.

Guru PAI yang kreatif dan juga menguasai IT dengan baik dan benar di Indonesia ini masihlah sangat kurang, maka pendidikan bagi para calon guru PAI tentunya harus lebih ditekankan lagi masalah kreatifitas dalam mengajar dan dalam penguasaan IT juga. Ini tentunya tidak lepas dari tugas bagi Perguruan Tinggi (PT) yang ada jurusan PAI untuk lebih mengajarkan bagi para mahasiswa-mahasiswi jurusan PAI agar lebih berkualitas, kreatif dan tentunya juga menguasai IT dengan baik dan benar. Karena IT tersebut adalah tuntutan bagi para guru PAI di abad XXI ini.

Selain kreatif dan menguasai IT, guru PAI juga harus mampu menjadi inspirasi atau contoh teladan baik bagi para siswanya, juga mampu memberikan inovasi-inovasi baru dalam pengajaran Agama yang diberikan.

Dengan begitu maka tidak hanya guru PAI yang menguasai pelajaran Agama dengan baik, bahasa Arab maupun bahasa Inggris dengan baik, namun juga kreatifitas dalam mengajar juga metode yang diterapkan dan penguasaan IT yang harus dimiliki serta dikuasai oleh para guru PAI.

Kesimpulan :

Guru di Indonesia ini memang cukup banyak, namun dari kebanyakan guru tersebut belum mampu memberikan pembelajaran yang baik bagi para siswa-siwinya. Tentunya kenapa hal tersebut terjadi? Banyak factor yang membuat kualitas guru PAI itu belum maksimal. Salah satunya adalah dalam hal kreatifitas dalam memberikan pembelajaran di kelas, metode-metode pembelajaran yang diterapkan, dan tentunya juga penguasaan IT yang masih kurang. Padahal di abad XXI ini guru PAI dituntut untuk kreatif dan menguasai IT. Kreatif disini tentunya dapat diartikan dalam berbagai pengertian, bisa kreatif dalam mengajar di kelas, metode-metode yang digunakan, alat peraga yang digunakan, dan juga IT dalam mendukung proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam tersebut.

Segala hal yang diperlukan dalam mendukung proses pembelajaran agar lebih disenangi oleh para siswa dan dapat diterima dengan baik ini yang harus dimiliki guru PAI. Pembelajaran Agama Islam yang tidak menggunakan banyak metode ini tentunya akan membuat siswa bosan dan tidak antusias dalam mengikuti pelajaran, namun apabila guru PAI yang kreatif akan lebih banyak mempunyai banyak metode dan tentunya lebih disennagi oleh para siswa sehingga mereka antusias untuk mengikuti pelajaran Agama yang diberikan denganpenuh kenyamanan dan kesenangan.

Guru PAI yang kreatif tentunya juga harus menguasai IT dengan baik dan benar, juga menerapkan IT tersebut saat menyampaikan pelajaran Agama di kelas. Para guru PAI disamping harus menguasai IT juga mengikuti dalam setiap perkembangan IT tersebut, agar lebih menambah pengetahuan, wawasan dan lebih mendukung dalam proses pembelajaran yang diberikan kepada para peserta didik.

 

Isi dari Kuliah Umum oleh : Prof. Dr. Ir. Imam Robandi, M.Eng

Categories: Guru Islam

PROFIL AKU

wahyu budi nugroho


Popular Posts

Tantangan Pendidikan

Teknologi modern telah memungkinkan terciptanya komunikasi bebas lintas benua, lintas ...

terapi untuk para ah

Fuad Baraja, siapa yang tidak kenal dengan orang satu ini. ...

Kehujanan???? ga lay

Musim hujan sudah tiba. . . yang menggantikan musim kemarau ...

Peringatan 1 Muharro

Dalam rangka memperingati 1 Muharrom 1434 H, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ...

"no day without writ

No day without writing, this is the sentence that we ...