berbagi ilmu yang bermanfaat

forum bebas untuk berekspresi

Hari pertama pada bulan ini, yaitu sabtu 1 Desember 2012, bertepatan dengan mata kuliah Arabic for Islamic Teacher pada jam 12.30 wib yang diampu oleh beliau bapak Ghofar Isma’il, S. Ag., M. Pd.

Saya dan teman-teman, mereka adalah pethit, faris, erwin dan bani masuk kelas Arabic tersebut terlambat. Saat kami masuk, betapa terkejutnya kami ada 3 bapak-bapak duduk di bangku belakang. Kami mengira pasti itu pengawas yang akan ikut menilai presentasi bahasa arab kami pada mata kuliah ini. Karena pada mata kuliah ini diharapkan nantinya semua mahasiswa calon guru PAI dapat mengajar dengan bahasa Arab yang baik dan benar, pada mata kuliah inilah mangajar memakai bahasa arab diajarkan.

Satun teman saya maju, dia bernama fajar. Selesai fajar mengajar memakai bahasa arab, lalu pak ghofar maju ke depan kelas dan menjelaskan siapa ketiga orang tersebut. Ternyata bapak-bapak itu adalah mahasiswa pindahan dari UIN yang melanjutkan di UMY sekelas sama saya. Walau sebenarnya ketiga bapak tersebut sudah menjadi guru tapi tetap masih kuliah melanjutkan S1 karena belum selesai.

Setelah mendengar penjelasan dari pak ghofar, serentak aku dan teman-teman lega karena bapak-bapak itu bukan pengawas, melainkan mahasiswa juga yang sedang mengikuti mata kuliah Arabic for Islamic Teacher. Secara bersama-sama pun aq dan teman-teman ngomong gini “Keblongan brow“, istilah anak PAI UMY yang sedang populer sekarang.

Seru kan ceritanya,,,??? Sukron sudah mau membaca cerita ini,, semoga membuat anda terhibur…. hehe,,

Categories: Ceritaku, Kehidupan

PROFIL AKU

wahyu budi nugroho


Popular Posts

Tantangan Pendidikan

Teknologi modern telah memungkinkan terciptanya komunikasi bebas lintas benua, lintas ...

terapi untuk para ah

Fuad Baraja, siapa yang tidak kenal dengan orang satu ini. ...

Kehujanan???? ga lay

Musim hujan sudah tiba. . . yang menggantikan musim kemarau ...

Peringatan 1 Muharro

Dalam rangka memperingati 1 Muharrom 1434 H, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ...

"no day without writ

No day without writing, this is the sentence that we ...