Cah KUdus

Hanya Blog UMY situs lain

Syed Ahmad KhanRiwayat Hidup Sayyid Ahmad Khan

Sayyid Ahmad Khan dikenal sebagai penggagas dan pembaharu dalam dunia Islam modern, terutama pendidikan bagi warga muslim di India. Namun, di kalangan sebagian besar masyarakat muslim ia dikenal sebagai tokoh liberal yang progresif. Ia dianggap terlalu “akrab” dengan pihak Inggris sehingga turut mempengaruhi pandangannya dalam melakukan penafsiran terhadap agama.

Sayyid Ahmad Khan dilahirkan di Delhi, 17 Oktober 1817[1] dari orangtua tradisional yang taat beragama. Ia dibesarkan dalam kondisi dan situasi politik India yang sedang terpuruk, menjadi jajahan Inggris. Selain itu, umat Islam yang berpaham tradisonal (fatalistik) mengantarkan mereka kepada ketertinggalan dalam berbagai aspek kehidupan –dibandingkan dengan umat Hindu.

Setelah melihat semua kenyataan itu, ia berpendapat bahwa pemikiran umat Islam perlu diperbaharui agar lebih maju. Hal itu dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi akal untuk memahami ajaran Islam. Ia melihat bahwa negara Eropa maju karena mereka sangat menjunjung tinggi penggunaan akal, sedangkan umat Islam mundur diantaranya adalah karena potensi akal dibekukan dan dilumpuhkan dalam memahami wahyu. Ketaklidan umat pada pendapat para Imam madzhab dan pintu ijtihad telah ditutup, itulah yang memperparah kondisi ketertinggalan umat Islam dalam penguasaan IPTEK. Ia juga berpendapat bahwa “pendidikan merupakan satu-satunya jalan bagi umat Islam India untuk mencapai kemajuan”[2]. Oleh karena itu, salah satu cara yang ia tempuh adalah dengan mengadakan pembaharuan di bidang pendidikan –selain bidang kehidupan sosial, budaya, dan politik warga muslim India

Pemikiran Pendidikan Islam Sayyid Ahmad Khan 

Ada beberapa hal yang dilakukan Sayyid Ahmad Khan dalam memperbaharui pendidikan, diantaranya adalah dengan mendirikan pusat pendidikan di Aligarh yang diberi nama MAOC (Muhammedan Anglo Oriental College)[1]. Dalam perkembangannya, MAOC berubah menjadi Universitas Islam Aligarh yang sangat berpengaruh. Ia mendirikan Universitas Islam Aligarh dengan model Oxford dan Cambridge dengan tujuan melahirkan kaum berpendidikan Inggris[2] bagi warga India –khususnya muslim. Ide-ide pembaharuan yang dicetuskan oleh pendirinya –Sayyid Ahmad Khan- dilestarikan dan dikembangkan di lembaga tersebut.

Penyampaian ilmu di lembaga pendidikan MAOC didasarkan atas hal-hal berikut ini, yaitu:

1. Kebebasan dalam berpikir

2. Memberi tempat kepada sains dan kebudayaan Barat

3. Menganut paham keterbukaan, dan

4.  Keseimbangan dalam pengembangan moral dan pikiran, serta memperhatikan kegairahan belajar para siswa[3].

Hal tersebut dapat ditelaah dari pendapatnya mengenai pandangannya terhadap perbedaan kondisi yang terjadi antara umat Islam dengan orang Barat. Dengan demikian, ia menyebarkan ide dan pendapat bahwa jalan yang dapat ditempuh oleh umat Islam India keluar dari ketertinggalannya adalah bekerjasama dengan pihak Inggris –sebagai penguasa saat itu- untuk kemudian dapat mengalahkan orang Barat dalam penguasaan bidang-bidang kehidupan modern. Sayyid Ahmad Khan mendapati bahwa warisan intelektulnya adalah dari para pembaru Waliallah[4].

Universitas Islam Aligarh ini mengalami perkembangan pesat justru setelah Sayyid Ahmad Khan meninggal pada tahun 1898. Hal ini terjadi saat masa kepemimpinan Sayyid Mahdi Ali, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Nawab Muhsin Al Mulk (1837-1907)[5].  Ia adalah orang yang lebih “lunak” dalam menghadapi para ulama’ dari Darul ‘Ulum di Deoband –sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang cukup berpengaruh- dibandingkan dengan Sayyid Ahmad Khan yang cenderung lebih keras. Ia menarik simpati para ulama di India, bahkan dengan mensyaratkan kenaikan kelas bagi peserta didiknya setelah berhasil menempuh ujian mata pelajaran agama[6]. Para pemimpin MAOC –setelah Sayyid Ahmad Khan- berhasil mengembangkan cita-cita pendirinya dengan mengadakan kebijakan berupa integrasi keilmuan antara ilmu agama dan IPTEK di MAOC. Setelah semua usaha tersebut, Universitas Islam Aligarh menjadi salah satu pusat studi Islam dan gerakan pembaharuan Islam yang berpengaruh di India. Gerakan Aligarh sesuai dengan orientasinya yang bersifat intelektual, sangat besar dan mengakar pengaruhnya di kalangan kaum cendekiawan Islam India, termasuk salah satunya adalah Muhammad Iqbal[7].


                [1] Ibid

                [2] John L. Esposito, 2001, Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern Jilid 2 (Edisi Bahasa Indonesia), Bandung: Mizan, hal: 301

                [3] Ensiklopedi Islam, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, hal: 154

                [4] John L. Esposito, 2001, Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern Jilid 2 (Edisi Bahasa Indonesia), Bandung: Mizan, hal: 301

                [5] Ensiklopedi Islam, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, hal: 155

                [6] Ibid

                [7] Ensiklopedi Islam Indonesia Jilid 1, 2002, Jakarta: Djambatan, hal: 70


                [2] Ensiklopedia Tematis Dunia Islam: Pemikiran dan Peradaban, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, hal: 408

 

Oleh: Wahyu Supraptiningtyas

Categories: Makalah / Artikel

PROFIL AKU

wahyu budi nugroho


Popular Posts

Manfaat Gerakan Shal

Shalat adalah ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi ...

Conversation

A NICE MEETING   Today is very hot. After Arabic class, I ...

Pembagian Ilmu Hadit

A.   PENDAHULUAN Bagi umat Islam, Hadis merupakan sumber pokok ajaran agama ...

Pesan Rahasia Di Bal

Terkejut saya saat berkunjung keblog MythDunia. Pada salah satu artikelnya ...

TEKNIK PENGUJIAN VAL

A.    PENDAHULUAN Evaluasi dalam pendidikan mempunyai fugsi yang sangat penting. Dikarenakan ...