Cah KUdus

Hanya Blog UMY situs lain

Konsep Manusia dalam Al-Qur’an

Posted by wahyu budi nugroho 0 Comment

Manusia adalah makhluk monodualis –yang terdiri dari jasmani dan rohani sekaligus. Sebagai makhluk Allah, manusia diberi perangkat berupa qalb dan aql sehingga manusia dapat merasa dan berpikir. Maka dari itu, pendidikan harus diselenggarakan guna memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Selain itu, pendidikan juga harus mengembangkan ilmu, iman dan amal saleh. Sehingga melalui pendidikan tersebut, manusia dapat mengenal Tuhannya, mengenal siapa dirinya, dan mengetahui apa tugas yang ia emban.

Pendidikan Islam tidak hanya bersifat antrofosentris tetapi juga harus bersifat teosentris. Pendidikan yang jauh dari dimensi spiritual akan menjadikan manusia sekuler sebagaimana yang terjadi di dunia Barat. Jauhnya dimensi spiritual pada pendidikan Barat mengakibatkan pemisahan ilmu dari hirarki nilai. Hal tersebut tercermin pada filsafat positivistik yang beranggapan bahwa ilmu itu obyektif, netral, dan bebas nilai, sehingga menyuburkan budaya materialistik hedinistik. Filsafat tersebut tidak sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh al-Qur’an, yaitu orang yang menggeluti ilmu dengan sungguh-sungguh maka  ia akan terikat dengan nilai Illahiyah.

Semakin dalam ilmu yang didapat, maka manusia akan menyadari bahwa ia memiliki keterbatasan dalam memahami realitas di luar dunia empiriknya. Rasio manusia hanya mampu menjangkau kawasan yang dapat diindera oleh panca indera manusia. Dalam hal ini, iman berperan dalam “menjawab” apa yang tidak dapat terjawab oleh rasio manusia. Ilmu yang dipelajari manusia bukan bertujuan untuk mengerosi iman, tetapi untuk menyuburkan keimanannya.

Di dalam Islam, manusia terlahir dengan dianugrahi fitrah oleh Allah berupa agama yang lurus (tauhid).Walaupun manusia terlahir mempunyai pembawaan, tidak serta merta pembawaan tersebut akan menentukan perkembangan anak. Fitrah (pembawaan) tersebut akan tertutupi oleh pengaruh lingkungan (orang tua dan pendidikan). Maka dari itu, pendidikan harus diberikan kepada anak sedini mungkin. Di sinilah peran keluarga sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam mendidikanak-anaknya.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk dengan pembawaan fitrah yang terdiri dari jasmani dan rohani sekaligus yang dibekali aql dan qalb oleh Allah untuk berpikir dan merasa. Oleh sebab itu, pendidikan harus dimulai sedini mungkin oleh keluarga sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Selain itu, pendidikan yang diselenggarakan juga harus mampu memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani, sehingga manusia menjadi makhluk teosentris dan antrofosentris. Melalui pendidikan tersebut, ilmu, iman dan amal saleh dapat berkembang, sehingga manusia dapat mengenal Tuhannya, mengenal siapa dirinya, dan mengetahui apa tugas yang ia emban.

Categories: Makalah / Artikel

PROFIL AKU

wahyu budi nugroho


Popular Posts

Manfaat Gerakan Shal

Shalat adalah ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi ...

Conversation

A NICE MEETING   Today is very hot. After Arabic class, I ...

Pembagian Ilmu Hadit

A.   PENDAHULUAN Bagi umat Islam, Hadis merupakan sumber pokok ajaran agama ...

Pesan Rahasia Di Bal

Terkejut saya saat berkunjung keblog MythDunia. Pada salah satu artikelnya ...

TEKNIK PENGUJIAN VAL

A.    PENDAHULUAN Evaluasi dalam pendidikan mempunyai fugsi yang sangat penting. Dikarenakan ...