Guru dan Tukang Perahu

Seorang pemilik perahu satu kali mengajak gurunya pesiar ke laut Kaspia. Arya, nama pemuda itu dengan bangga menunjukkan perahu yang ia miliki kepada sang guru. Sang guru pun menikmati perjalannya dengan berbaring santai di bawah kanopi.

”Bagaimana cuara hari ini Arya,” tanya sang guru. Arya melirik kompas dan penunjuk cuacanya. Dia juga mendongakkan kepalanya ke arah langit. ”Badai akan terjebak perahu kita guru.”

”Coba ulangi, Badai akan datang dan kita terjebak. Begitu yang benar. Kau ini tak bisa tata bahasa ya,” kata guru mengeritik.

Arya diam saja. Si guru terus mengoceh tentang tata bahasa sepanjang perjalanan. ”Bila kau tak menguasai tata bahasa dengan baik, kau akan tenggelam di kali,” kata guru lagi. Tiba-tiba langit gelap. Kilat dan gemuruh bersambutan. Ombak meninggi dan perahu mulai oleng. Arya bertanya kepada guru,” Anda bisa berenang Pak Guru,” katanya.

”Tidak. Aku tak pernah mempelajarinya.”

”Malang sekali. Inilah makna tenggelam yang sesungguhnya. Jika Pak guru tak pernah belajar dan tak bisa berenang, Pak guru akan tenggelam karena perahu kita mulai kemasukan air.”

universitas terbaik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar