Raja Main Catur

Raja Tabistan sedang main catur dengan seorang lelaki bernama Davamand. Tak lama kemudian, Davamand menjalankan buah caturnya dan berteriak. ”Skak,” serunya. Raja pun dikalahkan.

Raja Tabistan sangat marah pada Davamand. Ia melempari satu demi satu buah catur di depannya ke kepala Davamand. ”Makan tuh skakmu,” katanya berang.

Davamand tetap tenang meski kepalanya tertimpuk buah catur. ”Terimakasih yang mulia,” katanya menyahut.

Rupanya raja tak puas atas kekalahannya. Dia menantang Davamand sekali lagi. Karena tak berdaya, Davamand patuh. Tubuhnya bergetar saat mulai memindahkan buah caturnya. Satu-demi satu buah caturnya memakan buah catur raja. Ia kembali menang.

Namun sebelum sempat meneriakkan skak, ia lari terbirit-birit dan bersembunyi di bawah tujuh lapis permadani. ”Hei, apa yang kau lakukan. Ada apa ini,” seru raja.

”Skak, skak, dan skak, yang mulia raja Tabistan.”

universitas terbaik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar