Pertanian Merauke

23 Desember 2018

Membangkitkan Potensi Pertanian Merauke

MERAUKE – Berbicara tentang Papua, provinsi di timur Indonesia ini juga tak terlepas dari berbagai polemik dan potensi yang tersimpan di dalamnya. Tanah Cendrawasih ini masih bergelut dalam kehidupan prasejahtera. Badan Pusat Statistik (BPS) Papua mencatat, jumlah penduduk miskin di Provinsi Papua sebesar 27,76 persen (910.420 jiwa) dari total penduduk 3,28 juta pada September 2017. Sekitar 1 dari 3 orang Papua hidup di bawah garis kemiskinan.

Namun, di sisi lain, solusi pengentasan kemiskinan tersebut juga berada di tanah Papua sendiri. Papua memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa, salah satunya terletak di Kabupaten Merauke sebagai penghasil tanaman padi terbesar di Provinsi Papua. Pada 2017, Kota Rusa ini memproduksi 208.206,38 ton padi dengan luas sawah 29.250 ha. Produksi ini meningkat dari tahun sebelumnya, menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan nasional.

 

Margono, petani Merauke yang sudah bertani hampir 30 tahun, merasakan potensi besar pertanian Merauke. “Tanah di Merauke ini berbeda dengan di Jawa. Di sini tanahnya datar, lahan basah dan subur. Dulu kalau tidak terlalu dipupuk pun masih menghasilkan padi yang menjanjikan,” ujar Margono.

Luasnya lahan pertanian di Merauke berpengaruh pada sitem penggarapan lahan tersebut. Satu petani di Merauke dapat menggarap 2 sampai 5 ha sawah. Dalam kondisi panen yang bagus, petani bisa menghasilkan sekitar 100-an ikat karung. Satu ikat biasanya seberat 45 sampai 50 kg.

“Potensi ini sangat menjanjikan, insya Allah ke depannya bagus. Kebutuhan pangan Merauke sendiri sudah terpenuhi. Saat ini kita jual ke daerah seperti ke Asmat, Tanah Merah, Jayapura, dan Wamena. Di daerah-daerah itu sebagian masyarakatnya sudah mulai mengkonsumsi beras bukan lagi sagu,” ungkapnya.

 

Margono menjelaskan, salah satu potensi besar pertanian di Merauke ini terletak di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke. Pada 2017, distrik ini menyumbang padi terbesar dibandingkan distrik lain yaitu sebesar 63.635,7 ton.

Namun, potensi yang besar tidak sebanding dengan kebutuhan petani di sini. Selain masih kekurangan alat untuk pengairan dan pertanian, para petani juga terkendala modal yang menyebabkan meraka harus meminjam modal dari penggilingan atau bank.

“Biasanya minjam ke penggilingan atau bank dengan bunga rendah. Bisa untuk pembelian obat-obatan atau pupuk. Kalau panen bagus, Alhamdulillah hutang bisa dibayar. Kalau panen nggak bagus, ya kita hutang lagi. Jadi ya hidup gali lubang tutup lubang,” tutur Sutarno, petani di Kampung Ivimahad, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.

 

Melihat kondisi inilah, tim Global Wakaf menggulirkan program Desa Wakaf yang dimulai dari Kampung Ivimahad. Eka Setiawaty selaku Supervisor Program Desa Wakaf menuturkan, keberadaan Desa Wakaf di Merauke tidak hanya sebagai bentuk membangun ketahanan pangan tetapi juga untuk memberdayakan dan mensejahterakan para petani.

“Alhamdulillah program ini sudah berjalan selama sekitar 6 bulan. Kita lakukan pendampingan dan pembinaan mulai dari sebelum pembibitan sampai panen ini. Kebutuhan-kebututuhan petani terkait modal, pupuk maupun alat pertanian kita sediakan bersama mitra. Para petani sangat terbantu,” ucapnya.

Sejak program Desa Wakaf ini digulirkan, 19 petani didampingi dan dibina oleh Global Wakaf. Tidak hanya memenuhi kebutuhan untuk bertani, program ini juga memperhatikan kebutuhan rohani dan ilmu untuk petani binaan dengan dilakukannya pengajian dan FGD sekali setiap bulannya. Petani didorong untuk selalu ingat dengan campur tangan Allah.

Pemberdayaan petani Merauke melalui program Desa Wakaf ini diharapkan mampu mengurangi masalah yang sering dihadapi oleh para petani sehingga dapat fokus untuk menghasilkan pertanian yang berkualitas. Dengan begitu impian untuk menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan dapat diwujudkan.

5 Komentar

  • Dzikir Aji P 25 Desember 2018pada10:58 pm

    nice banget bang

  • 20180220167 25 Desember 2018pada11:26 pm

    mantap sekali gan

  • 20180220159 26 Desember 2018pada12:56 am

    ntab gan

  • Dzikir Aji P 26 Desember 2018pada2:36 pm

    wushhhhhhhh, karena abang men-post artikel seperti ini, saia jadi tau kalo abang itu penulis artikel handal
    well done lahh

  • 20180220208 26 Desember 2018pada3:16 pm

    Informasi yang sangat menarik mengenai kehidupan pertanian di Merauke, semoga sejahtera dan bersahaja!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas