Reviews spiderman: into the spider-verse
Review movie / 19 Desember 2018

Spider-Man: Into the Spider-Verse rilis mulai (14/12). Momen ini sekaligus menjadi debut Miles Morales di film layar lebar. Film yang disutradarai oleh Bob Persichetti dan Peter Ramsey ini mengembalikan elemen krusial yang belakangan mulai terlupakan, yaitu kegembiraan. Dari banyaknya film bertemakan pahlawan super, plot yang diusung kerap terlampau berat. Biasanya cerita yang diusung berputar tentang keamanan Bumi dan menyelamatkan jutaan manusia. Spider-Man: Into the Spider-Verse tampil berbeda dan segar. Mengusung gaya animasi memesona, pengisi suara yang terasa “hidup”, cerita mengikat dan karakter yang bikin simpati, film keluaran Sony Pictures Animation ini tampil menggebrak tanpa cela. Mengusung gaya komik antik yang dipadukan dengan kecanggihan teknologi masa kini, tampilan visual di Spiderman: Into the Spider-Verse berhasil mendobrak dinding batasan. Hadir tanpa cela, gaya animasi yang terpampang pada film debut Miles Morales ini merupakan bentuk apresiasi terhadap komik. Maka enggak heran kalau lo merasa film ini adalah komik bergerak yang sangat menakjubkan. Kota New York, stasiun bawah tanah serta sekolah yang digambar dengan unik, sukses menyajikan animasi masterpiece enggak ada dua. Spider-Man: Into the Spider-Verse adalah tontonan wajib yang sangat sayang kalau dilewatkan. Seperti yang udah diulas di atas, film keluaran Sony Pictures Animation ini berhasil mendobrak batasan animasi dan tampil segar. Film ini udah bisa lo saksikan mulai hari ini…

Lewat ke baris perkakas