scan

Just another Blog UMY site

1. Campus Wired LAN Design

Posted by Yudo Okfiantoro 0 Comment

Perlunya membuat skala jaringan bisnis sangatlah bergantung kepada infrastruktur jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih luas lagi, dikarenakan bisnis semakin bertumbuh dan berkembang. Mereka memerlukan banyak pegawai, membuka kantor cabang, dan memperluas ke pasar global. Perubahan-perubahan tersebut berdampak langsung pada kebutuhan jaringan atau network. LAN adalah infrastruktur jaringan yang menyediakan akses ke layanan komunikasi jaringan dan sumberdaya untuk pengguna dan perangkat yang tersebar disebuah gedung. Campus wired network design mencakup jaringan kecil yang menggunakan sebuah LAN Switch, sampai dengan jaringan yang sangat besar dengan ribuan koneksi.
1. Hierarchical Design Model
Campus Wired LAN menggunakan hierarchical design model untuk memecahkan desain menjadi layer atau grup modular. Memecahkan desain menjadi layer mengizinkan setiap layer untuk mengimplementasikan fungsi spesifik, yang mana menyederhanakan desain jaringan dan mempermudah penyebaran dan manajemen jaringan. Hierarchical LAN Design termasuk 3 layer, yaitu :
a. Access Layer
b. Distribution Layer
c. Core Layer
Access layer menyediakan titik akhir dan pengguna untuk mengakse langsung jaringan. Distribution layer mengumpulkan access layer dan menyediakan konektivitas menuju layanan. Akhirnya, Core layer menyediakan konektivitas diantara distribution layer untuk lingkungan LAN yang besar. Traffic pengguna diinisiasi pada access layer dan melewati layer lain jika fungsi layer tersebut diperlukan.
2. Desain untuk skalabilitas
Untuk mendukung jaringan kecil, medium dan besar, network designer harus menciptakan sebuah strategi untuk mengaktifkan jaringan untuk tersedia dan dapat diskala secara efektif dan mudah. Dibawah ini adalah rekomendasi untuk menyediakan network design strategy :
a. Menggunakan perlengkapan yang dapat dikembangkan. Perlengkapan modular atau perangkat yang terkelompokkan dapat di kembangkan untuk memperluas kapabilitas dengan mudah.
b. Mendesain sebuah hierarchial network untuk mencakup modul yang dapat ditambah, diupgrade, dan dimodifikasi tanpa mempengaruhi desain dari area fungsional lain pada jaringan.
c. Membuat sebuah strategi alamat Ipv4 atau Ipv6 yang hierarchial.
d. Memilih router atau switch multilayer untuk membatasi broadcast dan memfilter atau menyaring traffic yang tidak diinginkan dari jaringan.

3. Membuat rencana untuk redundansi
Untuk beberapa organisasi, ketersediaan jaringan adalah sangat penting untuk mendukung kebutuhan bisnis. Redundansi adalah sebuah bagian penting dalam desain jaringan untuk mencegah gangguan dari layanan jaringan dengan mengurangi posibilitas dari sebuah poin kegagalan. Sebuah metode dari implementasi redundansi adalah dengan memasang perlengkapan duplikat dan menyediakan failover services untuk perangkat yang kritis.

4. Failure Domains
Jaringan yang didesain dengan bagus tidak hanya mengendalikan traffic, tapi juga membatasi ukuran dari failure domain. Sebuah failure domain adalah area dari sebuah jaringan yang terpengaruh ketika sebuah perangkat kritis atau layanan jaringan terdapat masalah. Fungsi dari perangkat yang gagal terinisialisasi menentukan pengaruh dari failure domain. Untuk contoh, sebuah switch yang mengalami malfungsi di sebuah segmen jaringan biasanya mempengaruhi hanya host yang terdapat di segmen itu. Namun, jika router yang mengkoneksikan segmen ini ke yang lain gagal, maka pengaruh yang dihasilkan akan semakin besar. Cara yang digunakan untuk mengatasi failure domain.
a. Membatasi ukuran failure domains
b. Switch Block Deployment

5. Menambah Bandwidth
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menambah bandwidth adalah dengan mengimplementasikan EtherChannel. Didalam hierarchial network design, beberapa link diantara switch access dan distribution dibutuhkan untuk memproses traffic yang lebih besar lagi jumlahnya diantara link yang lain. Ketika traffic dari beberapa link berkumpul menjadi satu, link yang keluar, itu menjadi mungkin untuk link tersebut menjadi sebuah bottleneck. Bottleneck bila diartikan secara bebas adalah leher botol. Jika diartikan secara ‘kasar’, artinya adalah penyempitan jalur. Lihat saja leher botol, selalu menyempit daripada badannya. Perumpamaan ini banyak digunakan dalam berbagai bidang. Bottleneck di bidang perinternetan bermaksud lemotnya koneksi internet karena kurangnya bandwidth (data terlalu besar/ banyak) sedangkan jalur yang disediakan terlalu kecil untuk melayani request. Sering juga disebut connection bottleneck. EtherChannel menggunakan port switch yang ada. Oleh karena itu, biaya tambahan untuk mengupgrade link menjadi koneksi yang lebih cepat dan lebih mahal tidak dibutuhkan. EtherChannel terlihat seperti sebuah link logikal yang menggunakan interface EtherChannel, sebaliknya di setiap individual port, memastikan konsistensi konfigurasi melalui link. Akhirnya, konfigurasi EtherChannel mengambil keuntungan dari penyeimbangan muatan diantara link yang adalah bagian dari EtherChannel yang sama, dan bergantung dari hardware platform, satu atau beberapa metode penyeimbangan muatan dapat diimplementasikan.

6. Memperluas Access Layer
Jaringan harus di desain untuk dapat memperluas akses jaringan untuk individual dan perangkat, yang diperlukan. Semakin meningkatnya aspek penting terhadap memperluas konektivitas layer access adalah dengan melalui konektivitas nirkabel. Menyediakan konektivitas nirkabel menawarkan banyak keuntungan, seperti meningkatnya fleksibilitas, biaya yang terkurangi, dan kemampuan untuk bertumbuh dan beradaptasi untuk berganti jaringan dan kebutuhan bisnis. Untuk berkomunikasi tanpa kabel, end devices memerlukan NIC nirkabel yang menggabungkan radio transmitter/receiver dan driver software yang diperlukan untuk membuatnya bekerja. Sebagai tambahan, sebuah wireless router atau sebuah wireless access point (AP) dibutuhkan oleh pengguna untuk menyambungkan.

7. Mengatur Routed Network
Protokol routing yang sudah berkembang, seperti OSPF dan EIGRP digunakan untuk jaringan yang besar. Link-state routing protokol seperti Open Shortest Path First (OSPF), bekerja dengan baik untuk hierarchial network yang lebih besar lagi dimana konvergensi yang cepat sangat dibutuhkan. Router OSPF menetapkan dan mengatur jarak antara router OSPF lain yang terkoneksi. Ketika router menginisiasi sebuah jarak antara router yang lain, sebuah pertukaran update link-state pun dimulai. Router mencapai full state terhadap jarak ketika mereka telah tersinkronisasi dengan database link-state mereka. Dengan OSPF, update link state ketika terjadi pergantian jaringan. Routing protocol yang populer untuk jaringan yang lebih besar lagi adalah Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP). Meskipun mengkonfigurasi EIGRP relatif simpel, fitur dasar dan opsi dari EIGRP adalah luas dan kuat. Contohnya, EIGRP menggunakan banyak tabel untuk mengatur proses routing. EIGRP berisi beberapa fitur yang tidak terdapat pada routing protokol. Ini adalah pilihan yang tepat untuk jaringan yang besar dan multi-protocol yang menggunakan Cisco Devices.

Categories: Uncategorized

PROFIL AKU

Yudo Okfiantoro


Popular Posts

Hello world!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Link Aggregation

Verifying EtherChannel   Ada sejumlah perintah untuk memverifikasi konfigurasi EtherChannel. Pertama, perintah ...

3. Konsep Spanning T

A. Tujuan Spanning Tree a. Redundansi pada OSI Layer 1 dan 2 Desain jaringan ...

4. Konfigurasi Link

A. Mengkonfigurasi EtherChannel a. Panduan Konfigurasi Petunjuk dan batasan berikut berguna untuk mengkonfigurasi EtherChannel: • Dukungan ...

2. Troubleshoot Mult

A. Masalah pada konfigurasi Inter-VLAN a. Menghapus VLAN Pada kesempatan tertentu, kamu harus menghapus ...