zaki

Khilafah Lovers

TUGAS PROBLEMATIKA REKAYASA BUDIDAYA TANAMAN

Kasus 10

Di tengah hamparan sawah, seorang petani duduk termenung sambil memandangi tanaman cabainya yang baru berumur 1 bulan. Beberapa tanaman cabainya tampak daunnya mulai menguning, agak kerdil dan mengalami stagnasi pada bagian pucuknya sehingga pertumbuhannya terhenti. Bagaimana memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang untuk penanaman berikutnya?

A. Analisis Masalah

Tanaman cabe mengalami gejala daunnya mulai menguning, agak kerdil dan mengalami stagnasi pada bagian pucuknya sehingga pertumbuhannya terhenti. Dari gejala ini kami mendunga adanya serangan hama dan penyakit dan defisiensi unsur hara. Namun, dugaan yang paling kuat yang terjadi dengan tanaman cabe ini karena serangan hama dan penyakit. Alasan mengapa kami katakan serangan hama dan penyakit karena gejala ini tidak merata terjadi pada seluruh tanaman. hanya beberapa tanaman saja yang terserang. Dalam hal ini kami juga menduga kurangnya pengendalian hama dan penyakit yang dilakkan petani pada saat melakukan budidaya tanaman cabe. Dalam budidaya tanaman cabe juga ada beberapa faktor iklim yang dapat memicu tibumbulnya hama dan penyakit selain itu juga bisa karena diakibatkan oleh benih pada tanaman cabe sendiri yang tidak resisten terhadap serangan hama dan penyakit

B. Pemecahan permasalahan

Dari analisis masalah yang telah dilakukan untuk memecahkan permasalahan ini sebaiknya kita harus menngetahui hama dan penyakit yang dapat menyebabkan tanaman cabe memiliki gejala seperti yang terjadi pada petani ini. Berikut merupakan hama dan penyakit yang dapat menibulkan gejala seperti yang dialami tanaman cabe petani :

a) Hama Thrips (thrips parvispinus)

Hama ini cukup sulit dikendalikan karena mampu beranak pinak tanpa kawin. Ukuranya sangat kecil dan lembut berwarna kuning saat muda dan berubah coklat berkepala hitan ketika dewasa ia menyerang tanaman dengan menghisap cairan daun muda sehingga daun terserang menjadi keriting, bercak-bercak kuning (keperakan), dan pertumbuhanya kerdil. Thrips merupakan perantara (vector) yang baik berbagai penyakit virus. Ambang batas untuk mengendalikan wabah thrips adalah 1 thrips dalam 10 bunga, yaitu jika dari 10 bunga ditemukan 1 thrips maka perlu adanya penyemprotan insektisida karena perkembangan thrips sangat cepat. Untuk pengendalian hama thrips adalah dengan cara penggunaan insektisida antara lain dengan menggunakan cendawan verticillium lecanii sebagai musuh alami, dan apabila tidak memungkinkan maka dengan menggunakan daun sirsak dan deterjen sebagai insektisida yang sealami mungkin, namun apabila sangat terpaksa sekali penanganan bisa dilakukan dengan penambahan bahan insektisida kimia dicarzol 25SP(1-2g/l air) atau dengan menggunakan Regent 50SC. Cara pengendalian menggunakan daun sirsak dan detergen pada hama thrips sebagai berikut dengan menggunakan 50-100 lembar daun sirsak dan 15 gr deterjen/sabun colek- 5 l air. Membuat pestisida ini dengan cara daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air, merendam selama 24 jam, saring dengan kain halus. Setiap liter Iarutan dapat diencerkan dengan 10 – 15 liter air. Mengaplikasinya dengan menyemprotkan larutan tersebut pada seluruh bagian tanaman yang ada hamanya. Daun sirsak dijadikan sebagai pestisida alami karena daun sirsak memiliki kandungan sakonin yang merupakan bahan aktif utama untuk digunakan mengendalikan thrip. Sakonin pada konsentrasi rendah dapat mengusir thrips dan pada konsentrasi tinggi akan meracuni thrips.

b) Hama Tungau (mites)

Hama tungau merah (Tetranycus Cinnabarinus Boisduval) dan tungau kuning (Polyphagtarsonemus Latus Bank) menghisap cairan daun sehingga nikrotis (luka berupa titik-titik kuning semakin lama menghitam) akibatnya daun terserang bercak kuning, keriting, tanaman tumbuh kerdil, dan tidak berbuah. Cirri lainya didaun sebelah bawah muncul titik-titik merah atau kuning. Tungau juga bisa menjadi vector virus. Untuk pengandalian hama tungau adalah dengan cara memusnahkan tanaman yang terserang, sedangkan untuk hamanya disemprot dengan akarisida (racun khusus tungau) misalnya mitac 200EC dan Omite 570EC.

c) Virus Gemini (Bulai Amerika)

Virus ini mirip penyakit bulai pada jagung sehingga ada yang menyebutnya bulai amerika. Disebut juga penyakit kuning keriting karena hamparan hijau daun cabai akan menjadi kuning keriting menyala setelah terkena virus ini. Karena daun tersebut mudah patah dan memiliki dua partikel maka virus ini juga dapat disebut dengan virus Gemini. Untuk pengendalian virus Gemini yang menyebabkan penyakit kuning keriting adalah dengan mencabut tanaman yang terserang dan langsung dimusnahkan (dibakar), untuk vektornya (kutu kebul) bisa dikurangi dengan melepas musuh alami parasitoid Encarsia Formasa sebanyak 1 ekor per tanaman dan juga menggunakan cendawan verticillium lecanii, jika terpaksa sekali bisa menggunakan bahan kimia yang berbahan aktif bifentrin, bupfentrin, bubfrozin, endolsulphan dan asefat.

C. Budidaya cabe agar tidak terserang hama dan penyakit

1. Pada saat persiapan bahan tanam pilih cabe yang tidak cacat dan terserang hama dan penyakit

2. Kelembaban yang tinggi seringkali dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit. Pada umumnya tanaman cabe rentan terhadap hama dan penyakit pada kelembaban yang tinggi terutaman pada musim hujan. Jika ingi menanam tanaman cabe pada musim hujan dapat menggunakan varietas cabai jenis Cemeti yang dinilai sangat tahan terhadap penyakit, sesuai ditanam dimusim hujan.

3. Pada tanah-tanah yang becek (menggenang) seringkali juga menyebabkan gugur daun dan tanaman cabai mudah terserang penyakit layu

4. Untuk pemupukan pada musim hujan pemberian N jangan terlalu banyak akan menyebabkan batang tanaman cabai banyak mengandung air (sukulen), tanaman yang sukulen akan mudah terserang Hama atau Penyakit

5. Daun-daun tua biasanay sudah tidak produktif lagi maka sebaiknya dirempel. Apa lagi daun-daun tua yang mengalami serangan hama dan penyakit. Hal ini dimaksukan agar hama dan penyakitnya tidak menular pada pada bagian tanaman yang lainnya.

6. Memberikan mulsa plastik hitam perak karena warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari ; sehingga dapat mengurangi hama aphis, trips dan tungau, serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus. Selain itu buah cabai yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko berjangkitnya penyakit busuk buah an.

KESIMPULAN

lakukan pengendalian pada hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabe ini selain itu perhatikan  budidaya tanman cabe yang baik dan benar yang dapat menyebabkan munculnya hama dan penyakit tanaman cabe

DAFTAR PUSTAKA

http://sietawill.wordpress.com/2011/01/08/budidaya-cabe-cabe-merah-dan-cabe-rawit-capsicum-sp/.

Categories: TUGAS KULIAH

PROFIL AKU

Profile photo of zaki

zaki


Popular Posts

Sudah siapkah Menika

Ketika pertanyaaan ini muncul dan ditujukan padaku, pastinya loading dulu ...

basic HTML sederhana

LATIHAN 1 start --> all file--->accecoris--->notepad--->tulis satu kalimat -->save di drive ...

Hijab im in love : I

Pertama kali kali aku mengazzamkan diri  mengenangkannya.  Saat di bangku ...

Ihsanul Amal : Ibada

Ihsanul amal( amal yang baik) merupakan amalan yang InsyaAllah diterima ...

Islamic Farming : S

Ketika kita pulang kampung ini, secara tidak langsung orang-orang disekitar ...